23.4 C
Sukabumi
Minggu, Juli 14, 2024

Terobosan skuter matik murah tapi memikat Yamaha Jog 125, cek speknya

sukabumiheadline.com - Yamaha, produsen kendaraan roda dua...

Yakin Wanita Sukabumi Tak Minat Beli Yamaha QBIX 125? Intip Spesifikasi dan Harganya

sukabumiheadline.com l Yamaha QBIX 125 telah mengaspal...

Yamaha Zuma 125 meluncur, intip harga dan penampakan detail motor matic trail

sukabumiheadline.com - Yamaha resmi memperkenalkan Zuma 125...

GRT Minta Rekaman CCTV, Kronologis Wanita Sukabumi Dianiaya hingga Tewas Versi Blackhole KTV

NasionalGRT Minta Rekaman CCTV, Kronologis Wanita Sukabumi Dianiaya hingga Tewas Versi Blackhole KTV

sukabumiheadline.com l Pembunuhan seorang janda cantik asal Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Dini Sera Afriandi (DSA) yang dilakukan anak anggota DPR RI dari Fraksi PKB, Gregorius Ronald Tannur (GRT) begitu menyita perhatian sebagian publik. Baca lengkap: Detail Pembunuhan Janda Cantik asal Sukabumi oleh Anak Anggota DPR

Diberitakan sebelumnya, peristiwa penganiayaan bermula di tempat hiburan Blackhole KTV, Lenmarc Mall Surabaya. Sejak dalam lift, GRT menganiaya pacarnya hingga meninggal dunia.

Belakangan diketahui, setelah kejadian, GRT sempat meminta melihat rekaman CCTV ke manajemen Blackhole KTV Surabaya.

Hal itu diungkap Judistira Setiadji Komisaris Blackhole KTV saat konferensi pers hari ini, Sabtu (7/10/2023).

Menurut Judistira, kedatangan pelaku penganiayaan yang berusia 31 tahun itu dengan kekasihnya DSA dimulai pukul 21.30 WIB, Selasa (4/10/2023).

“Kami menerima reservasi atas nama Pak Yuna pada sekitar pukul 17.00 WIB, setelah itu Pak Yuna bersama teman-temannya baru datang menginjak di Blackhole pada pukul 20.00 WIB. Pada saat itu tidak bersama dengan pelaku dan korban. Sekitar pukul 21.30 WIB, pelaku dan korban memasuki wilayah kita dan masuk ke room nomor tujuh bersama Pak Yuna,” beber Judistira.

Sekira tiga jam kemudian, pemesan room pelaku dan korban atas nama Yuna, dengan rekan lainnya keluar lebih dulu pukul 23.50 WIB. Dari total tujuh sampai delapan orang dalam ruangan itu hanya tersisa GRT dan DSA yang belum keluar.

“Sepuluh menit kemudian, pelaku dan korban keluar dari outlet dan jalan menuju lift,” jelasnya.

Usai keduanya menyusul keluar ruangan sekitar pukul 00.12 WIB dan turun lewat lift, GRT dan DSA kembali ke Blackhole untuk meminta diberi akses lihat rekaman CCTV dalam lift.

“Sekira 10 menit, pelaku dan korban kembali lagi ke Blackhole dan menanyakan tentang CCTV,” tambahnya.

Berdasarkan penjelasan dari petugas keamanan yang menanggapi kembalinya pelaku dan korban, GRT beralasan ingin melihat rekaman atas permintaan kekasihnya yang merasa telah ditamparnya di dalam lift saat turun usai keluar room.

“Pelaku menyatakan ingin melihat CCTV di lift. Waktu itu alasannya adalah karena perempuannya ini jengkel setelah ditampar pelaku. Ingin bukti bahwa, jadi perempuannya merasa ditampar pelaku ngotot minta CCTV yang menyampaikan pelaku ke sekuriti kita,” jelas Judistira.

Namun, permintaan GRT itu ditolak sekuriti Blackhole karena CCTV lift wewenang mal. Pelaku dan korban akhirnya kembali turun. “Jadi kalau mau silakan ke manajemen mal,” imbuhnya.

Tak lama, pelaku kembali datang sendirian untuk melontarkan permintaan sama, melihat rekaman CCTV lift, tapi lagi-lagi ditolak satpam.

“Tak lama kemudian, pelaku kembali lagi tapi sendirian. Dia menanyakan hal yang sama dan tentunya kita menjawab dengan yang sama juga, bahwa CCTV ini wewenang manajemen mal,” tambahnya.

Lalu pada sekira pukul 00.40 WIB, pihak Blackhole baru menerima laporan tamunya yang tergeletak di basement.

“Dari situ, kita mengutus tim sekuriti untuk ke bawah melakukan pengecekan,” ucapnya.

Dijelaskan Judistira, tidak ada pertengkaran keduanya maupun penganiayaan di sepanjang titik keluar room hingga meninggalkan pintu terluar Blackhole.

“Kalaupun ada, sekuriti kami langsung menangani itu. Terbukti juga di CCTV kita, selama pelaku dan korban ini di wilayah kita, tidak ada kontak fisik yang sangat berlebihan. Jadi dia masuk sampai keluar dari outlet, masih biasa-biasa saja,” tuturnya.

Saat ini, room tujuh sudah disegel pihak kepolisian. Sejumlah barang bukti berupa botol bekas minuman Tequila yang dipakai pelaku memukul kepala korban disita. Termasuk rekaman CCTV Blackhole di lima titik.

Menambahi, Sudiman Sidabuke Legal Permanent Blackhole KTV memastikan, penganiayaan dilakukan usai keduanya keluar.

“Korban dan pelaku memang minum di sini. Tetapi peristiwanya, meninggalnya atau penganiayaan nya itu tidak terjadi pada wilayah properti kami. Sekuriti yang tahu juga sekuriti mal bukan Blackhole,” katanya.

Sementara polisi sudah menetapkan status GRT menjadi tersangka berdasarkan Pasal 351 Ayat 3 KUHP dan atau 359 KUHP dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara.

Sebelumnya diberitakan, Motif pembunuhan seorang janda muda satu anak, Dini Sera Afrianti oleh anak anggota DPR RI dari Fraksi PKB, Gregorius Ronald Tannur mulai menemukan titik terang. Baca lengkap: Biodata Edward Tannur, Anggota DPR yang Anaknya Aniaya Janda asal Sukabumi hingga Tewas

Diketahui, selama lima bulan menjalin hubungan, selama itu pula Dini selalu dianiaya oleh GRT. Baca lengkap: Sebelum Tewas, Selama Pacaran Janda Cantik asal Sukabumi Dianiaya Pacarnya

Konten Lainnya

Content TAGS

Konten Populer