Guru Honorer di Tegalbuleud Sukabumi ke Sekolah Lewati Jalan Rusak dan Rawan Begal

- Redaksi

Selasa, 11 Januari 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tita. l Dok. Pribadi

Tita. l Dok. Pribadi

sukabumiheadline.com I TEGALBULEUD – Peran guru honorer sama halnya dengan guru lain yang sangat penting dan berjasa dalam mencerdaskan generasi bangsa. Namun, soal kesejahteraan guru honorer tidak sama dengan guru yang berstatus sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS). Terlebih, bagi mereka yang berada di daerah pedalaman.

Namanya Tita, seorang guru honorer yang mengajar di MTs Amanatul Insani, tepatnya di Kampung Cibatu, Desa Buniasih, Kecamatan Tegalbuleud, Kabupaten Sukabumi.

Tita merasa terpanggil untuk turut bertanggung jawab membantu anak-anak di sana mendapatkan pendidikan setara dengan anak-anak di kota.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saya mengajar di Mts Amanatul Insani, awalnya saya hanya mengisi kekosongan guru di sekolah tersebut, tapi lama kelamaan keinginan untuk terjun di dunia pendidikan semakin kuat dan ingin membantu anak-anak di sini. Apalagi setelah tahu sekolah tersebut kekurangan guru. Dari situ timbul rasa tanggung jawab yang kuat untuk menjadikan mengajar sebagai aktivitas sehari-hari,” ungkap Tita kepada sukabumiheadline.com. Senin (10/1/2022).

Tita sudah sekira 12 tahun mengajar, dimulai sejak 2010 hingga sekarang, dengan ikhlas ia rela memberikan waktu dan ilmunya untuk anak-anak di pelosok Sukabumi.

“Saya sudah 12 tahun menjadi guru honorer. Alhamdulillah sampai saat ini masih sangat bersedia membantu anak-anak didik supaya menjadi anak yang bisa menjadi kebanggaan orangtuanya dan negara,” kata guru mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) itu.

Dengan honor yang jauh dari mencukupi, Tita tetap bertahan dengan ikhlas dan semangat tinggi karena menurutnya pendidikan adalah hal paling utama yang harus dimiliki setiap generasi penerus bangsa.

Baca Juga :  Komunitas JAS Parungkuda Sukabumi, Tempatnya para Konten Kreator Berkumpul

“Duh saya sebetulnya tidak enak untuk menyebutkan nominal, tapi sekadar sharing aja, gaji saya Rp500 ribu, memang jauh dari kata cukup, tetapi tetap saya jalani demi anak didik saya di sekolah agar mendapatkan hak yang seharusnya mereka dapatkan,” tambah ibu dari dua anak itu.

Selain menjadi guru honorer, wanita 33 tahun ini juga sering melakukan kegiatan sampingan untuk menambah penghasilan dan mencukupi kebutuhan keluarganya.

Alhamdulillah ada kerjaan sampingan, seperti kegiatan-kegiatan yang ditawari oleh pihak desa di sini, tapi sistem kerjanya insidentil, tidak berkepanjangan, seperti menjadi petugas sensus beberapa minggu. Tetapi saya lakukan setelah pulang sekolah, jadi tidak mengganggu kegiatan mengajar,” terang Tita.

Suka Duka

Kondisi jalan yang rusak dan kubangan air berukuran besar, serta jarak tempuh yang jauh dari tempat tinggalnya, adalah duka yang harus dihadapinya.

Jarak dari rumah ke madrasah tempatnya mengajar, sekira satu jam perjalanan. Namun, selalu ada situasi yang tidak memungkinkan untuk ia berangkat mengajar, yakni ketika turun hujan karena rawan kecelakaan. “Selain itu, jalur menuju sekolah juga terbilang rawan tindak kejahatan,” ungkap Tita.

“Lokasinya dari rumah ke tempat  mengajar sangat jauh untuk seorang wanita, apalagi dengan kondisi perjalanan yang tidak biasa, melewati beberapa perkebunan, terkadang jalan sepi terus gelap pada saat hujan. Kondisi jalan yang berbelok, naik turun, belum lagi jalannya yang rusak bukan sekadar rusak, tapi sudah sangat parah. Kubangan air menutupi semua jalan, ditambah rawan begal seperti yang pernah dialami rekan saya. Karena rasa tanggung jawab, saya tetap memberanikan diri. Kadang saya mengikuti mobil lain atau mobil pengangkut sayuran yang kalau berangkat pagi saya ikuti supaya tidak sendiri di perjalanan,” paparnya.

Baca Juga :  Truk Tabrak Dua Rumah Di Cicurug Sukabumi hingga Hancur

Meskipun demikian, duka sepanjang perjalanan menuju madrasah terobati seketika manakala ia melihat senyum semangat anak-anak didiknya yang sudah datang di sekolah untuk menimba ilmu.

“Sukanya itu ketika sampai ke sekolah. Rasa capek dan was-was saat di perjalanan, sirna seketika saat melihat senyum penuh semangat dan antusias anak-anak. Seketika capek dan was-was itu hilang. Terus ketika melihat anak didik kita mengalami pertumbuhan dan mengalami perkembangan dalam kehidupan sosial dan kemampuan akademiknya, juga menjadi kebanggan tersendiri. Merasa bangga terhadap diri sendiri karena apa yang saya ajarkan bisa diserap oleh mereka,” jelasnya.

Bicara soal harapan, seperti halnya kebanyakan guru honorer lainnya, yaitu ingin agar pemerintah lebih memerhatikan kesejahteraan guru honorer yang sudah lama mengabdi, terlebih mereka yang mengabdikan dirinya di pelosok daerah.

“Berharap perhatian lebih dari pemerintah untuk kesejahteraan guru honorer, dan pastinya itu harapan seluruh guru honorer di Indonesia, apalagi yang di pelosok. Ingin kesejahteraan lebih diperhatikan karena kita juga di sini adalah pendidik yang bertujuan mencerdaskan generasi penerus bangsa,” pungkas guru yang hobi berolahraga ini.

Berita Terkait

Data terbaru 10 kecamatan terluas dan tersempit di Kabupaten Sukabumi
Pesan Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi di Kegiatan TMMD ke-127
Pria pemilik senapan angin di Sukabumi diamankan polisi
Pasien melahirkan di Jampang Tengah Sukabumi harus ditandu, bayi keburu meninggal dunia
DPRD Kabupaten Sukabumi minta pemkab serius urus ekonomi, kesehatan, sampah, infrastruktur
Kecamatan MDPL tertinggi di Sukabumi, bukan Parakansalak, Kabandungan, Kadudampit
Ribuan orang dijebloskan ke sel Polres Sukabumi Kota? Dipicu pengangguran?
Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi minta agroindustri dan pariwisata bersinergi

Berita Terkait

Kamis, 12 Februari 2026 - 04:15 WIB

Data terbaru 10 kecamatan terluas dan tersempit di Kabupaten Sukabumi

Rabu, 11 Februari 2026 - 22:57 WIB

Pesan Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi di Kegiatan TMMD ke-127

Sabtu, 7 Februari 2026 - 23:14 WIB

Pria pemilik senapan angin di Sukabumi diamankan polisi

Jumat, 6 Februari 2026 - 04:12 WIB

Pasien melahirkan di Jampang Tengah Sukabumi harus ditandu, bayi keburu meninggal dunia

Selasa, 3 Februari 2026 - 16:54 WIB

DPRD Kabupaten Sukabumi minta pemkab serius urus ekonomi, kesehatan, sampah, infrastruktur

Berita Terbaru

Ilustrasi Singapura - sukabumiheadline.com

Internasional

Gaji TKI di Singapura kini naik jadi Rp79 juta/bulan

Kamis, 12 Feb 2026 - 20:59 WIB


Notice: Fungsi WP_Styles::add ditulis secara tidak benar. The style with the handle "thickbox" was enqueued with dependencies that are not registered: dashicons. Silakan lihat Debugging di WordPress untuk informasi lebih lanjut. (Pesan ini ditambahkan pada versi 6.9.1.) in /home/sukaheadline/htdocs/sukabumiheadline.com/wp-includes/functions.php on line 6131