sukabumiheadline.com – Balai Besar Pengembangan Budidaya Air Tawar (BBPBAT) Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, berhasil melakukan rekayasa genetika sekaligus terobosan dalam budidaya ikan lele.
Ikan ini merupakan hasil perkawinan silang balik antara induk betina ikan lele dumbo generasi kedua (F2) dan induk jantan ikan lele dumbo generasi keenam (F6). Hasil perkawinan tersebut kemudian melahirkan varietas baru, yakni Lele Sangkuriang, nama yang terinspirasi dari legenda Sunda.
Dikutip sukabumiheadline.com dari laman resmi Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK), Universitas Airlangga Surabaya, Selasa (17/2/2026), Kepala BBPBAT Kabupaten Sukabumi Ahmad Rifai mengatakan, “Teknik ini tidak hanya meningkatkan pertumbuhan ikan tetapi juga memastikan nilai nutrisi dan keamanan pangan yang tinggi bagi konsumen.”
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dari hasil penelitian FPK, terungkap bahwa bahwa lele Sangkuriang tumbuh dengan pesat dalam waktu enam pekan, mencapai rata-rata panjang 28,435 cm dan berat 106,43 gram.
Kualitas air yang dijaga dengan baik, seperti suhu antara 22,1 hingga 24,9°C, pH stabil antara 6,32 hingga 6,72, dan oksigen terlarut (DO) yang mencukupi antara 1,49 hingga 3,64 ppm, merupakan faktor penting dalam keberhasilan budidaya ini.
Dengan pemberian pakan berupa pellet apung dua kali sehari, pagi dan sore hari, peternak berhasil menciptakan lingkungan yang ideal bagi pertumbuhan ikan.
Kelebihan lele Sangkuriang
Keunggulan lele Sangkuriang tentu berbeda dengan lele dumbo biasa, di antaranya pertumbuhan lebih cepat, ukuran lebih besar, produktivitas tinggi, serta lebih tahan penyakit.
Kini, mulai banyak peternak yang membudidayakan lele sangkuriang. Salah satu alasannya, adalah keunggulan lele Sangkuriang bila dibandingkan dengan varietas lele lain. Sehingga, bibit lele Sangkuriang mudah ditemukan.
Berikut ini beberapa kelebihan lele sangkuriang diantaranya:
- Memiliki pertumbuhan yang lebih cepat dan relatif singkat dalam 2–3 bulan pemeliharaan.
- Produktivitas yang lebih tinggi dengan kemampuan induk betina menghasilkan 40.000–60.000 butir telur sekali pemijahan
- Daya tahan lebih baik terhadap penyakit dan kondisi lingkungan, sehingga mudah dibudidayakan.
- Feed Conversion Ratio lebih efisien karena sebagian besar pakan yang diberikan dikonversikan menjadi daging.
- Rasa daging yang disukai konsumen penikmat lele.
- Cocok untuk pembenihan maupun pembesaran.
- Umur indukan yang lebih panjang dan bisa dipijahkan berkali-kali.
Itulah kelebihan lele sangkuriang dibandingkan dengan jenis lele lainnya. Untuk saat ini, varietas lele sangkuriang menjadi jenis lele yang lebih unggul. Tidak heran, bila di pasaran harga jualnya lebih tinggi. Serta, memiliki peluang bisnis yang menjanjikan bagi para peternak ikan yang ingin cepat untung.
Meningkatkan kualitas air
Sementara itu, dari hasil penelitian Rozi, mahasiswa Fakultas Perikanan dan Kelautan, Universitas Airlangga, dalam artikel berjudul Revolusi Budidaya Lele Sangkuriang: Probiotik P1 Meningkatkan Pertumbuhan dan Kualitas Air, Lele sangkuriang (Clarias gariepinus) merupakan jenis komoditas unggulan ikan tawar konsumsi yang memiliki prospek menjanjikan.
Menurut Rozi, Lele Sangkuriang mulai merebut perhatian pelaku usaha budidaya.
Terlebih, pemberian probiotik probiotik P1 (Bacillus spp., Nitrosomonas sp. dan enzym amylase) konsentrasi 5×107cfu/g pakan memiliki efek positif pada kinerja pertumbuhan, pemanfaatan pakan dan kualitas air pada Catfish Sangkuriang (Clarias gariepinus) (p < 0.05).
“Dalam penelitian ini, berhasil menunjukkan bahwa pemberian probiotik P1 konsentrasi 5×107cfu/g pakan memiliki efek positif pada kinerja pertumbuhan, pemanfaatan pakan dan kualitas air pada catfish Sangkuriang (Clarias gariepinus) (p < 0.05).
Probiotik P1, menurut Fuller (1987) adalah produk yang tersusun oleh biakan mikroba atau pakan alami mikroskopik yang bersifat menguntungkan dan memberikan dampak bagi peningkatan keseimbangan mikroba saluran usus hewan inang.
Salah satu upaya untuk meningkatkan fungsi fisiologis ikan, terutama kemampuannya dalam mencerna pakan, adalah dengan menambahkan probiotik dalam pakan, dengan harapan probiotik tersebut dapat terbawa ke dalam saluran pencernaan.
Sehingga, probiotik bermanfaat dalam mengatur lingkungan mikroba pada usus, menghalangi mikroorganisme patogen usus dan memperbaiki efisiensi pakan dengan melepas enzim-enzim yang membantu proses pencernaan makanan.
“Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian probiotik P1dapat menjadi alternatif yang efektif untuk memastikan peningkatan growth and performance feed pada catfish sangkuriang,” pungkas Rozi.
Harga lele Sangkuriang
Harga bibit lele Sangkuriang per Februari 2026 bervariasi berdasarkan ukuran, berkisar antara Rp400 – Rp3.500 per ekor, atau Rp60.000 – Rp150.000+ untuk paket isi 50-100 ekor.
Ukuran 5-7 cm umum dijual Rp400-Rp650/ekor, sedangkan ukuran remaja (10-15 cm) mencapai Rp1.700-Rp3.500/ekor. Bibit ditawarkan penjual di sejumlah e-commerce.
- Ukuran Kecil (3-4 cm): Rp130 – Rp250 per ekor.
- Ukuran Sedang (5-8 cm): Rp400 – Rp650 per ekor, atau Rp65.000 – Rp90.000 per 50-100 ekor.
- Ukuran Besar (9-15 cm+): Rp650 – Rp3.500 per ekor.
- Paket 1000 Ekor (8-9 cm): Rp480.000
Harga dapat berubah tergantung lokasi, penjual, dan bonus pakan/probiotik.









