Honorer di Ciracap Sukabumi: PPPK Belum Menyentuh Guru PAI

- Redaksi

Selasa, 12 Juli 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nelly Maulany saat KBM di SD Negeri Cigelang. l Istimewa

Nelly Maulany saat KBM di SD Negeri Cigelang. l Istimewa

SUKABUMIHEADLINE.com l CIRACAP – Nelly Maulany sudah sejak 2009 menjadi guru honorer di pedalaman Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Nelly saat ini menjadi tenaga honorer di SDN Cigelang yang terletak di Kampung Kebonrandu RT 006/004, Desa Gunungbatu, Kecammatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi.

Diakuinya, banyak suka duka pernah ia rasakan terkait kendala selama melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM). Menurutnya, kendala umum yang dihadapi terkait fasilitas sarana dan prasarana (sarpras) pembelajaran yang kurang memenuhi standar nasional.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Belum lagi kemampuan siswa dalam menyerap pembelajaran di bawah rata-rata karena banyak di antaranya berasal dari keluarga yang berada di bawah garis kemiskinan.

“Apalagi sejak berlakunya sistem pembelajaran online, banyak yang tidak memiliki smartphone dan lagi singal yang kurang bagus,” kata Nelly kepada sukabumiheadline.com, Selasa (12/7/2022).

Selain persoalan fasilitas sarpras belum memenuhi standar, wanita berusia 34 itu menambahkan, sebagai tenaga pendidik dari segi penghargaan terhadap guru honorer di daerah terpencil terbilang rendah.

Baca Juga :  Sukabumi Nomor Berapa? Ini 5 Kabupaten Paling Sehat di Jawa Barat
Screenshot 2022 07 12 13 01 05 03 726cd6915a5bbed5e00093b2e2a7609b
Nelly Maulany dan anak didiknya. l Istimewa

Bagi Nelly, selain bagaimana upaya pemerintah memperhatikan fasilitas sarpras pendidikan demi berlangsungnya pembelajaran yang efektif dan efisien, tidak kalah penting bagaimana pemerintah memperhatikan kesejahteraan guru honor di daerah terpencil.

“Bagi kami, selaku guru yang berada di daerah terpencil sejak tahun 2009 sampai saat ini dirasa masih belum mendapat perhatian serius dari pemerintah, terutama terkait kesejahteraan. Padahal saat ini harga-harga kebutuhan semakin melambung,” paparnya.

Nasib guru honorer yang dari segi kesejahteraan dan masa depan status yang belum ada kepastian, setelah adanya regulasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang saat ini digulirkan pemerintah pusat, dinilainya belum menunjukan keberpihakan kepada guru honorer.

Hal itu karena di daerah, menurut sarjana pendidikan agama Islam itu, masih mencari solusi terkait gaji bagi honorer.

“Kabupaten Sukabumi khususnya, sampai saat ini masih belum jelas mau dibawa ke mana nasib sekitar empat ribu sisa guru honorer yang belum tersentuh kebijakan PPPK 2021,” keluh Nelly.

Baca Juga :  Herman, Warga Kalapanunggal Sukabumi Tenggelam di Sungai Saat Mencari Rumput

“Seperti guru mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI), hanya bisa gigit jari karena tak ada formasi di PPPK 2021,” tambahnya.

Antara Honor dan Harga Kebutuhan Hidup yang Terus Meningkat

Diakui Nelly, saat ini ia menerima honor sebesar Rp550 ribu per bulan. Angka yang menurutnya jauh dari kata layak untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

“Honor sebesar itu tentu jauh dari kata layak. Karenanya, saya kira semua guru honorer banyak yang mencari cara lain untuk memenuhi kebutuhannya,” kata guru yang juga membuka usaha kelontongan di rumahnya itu.

Persoalan lain, tambahnya, masa kerja yang tidak dihargai. Padahal, yang paling penting dan yang harus diperhatikan dan dipertimbangkan, adalah masa kerja.

“Saya tidak iri kalau ada pengangkatan ASN dinilai dari masa kerja. Kasihan yang masa kerjanya melebihi 15 tahun, tapi harus tersisih,” pungkasnya.

Berita Terkait

Nelayan Palabuhanratu Sukabumi hilang misterius di Cidaun
Sekretariat DPRD Kabupaten Sukabumi gelar Ansyithoh, Ramadhan Maslahat Berdampak
Bencana pergerakan tanah Sukabumi: Puluhan rumah rusak, ratusan jiwa terusir
Hasil forensik NS Sukabumi: Hantaman benda tumpul dan trauma panas organ dalam
DPRD Kabupaten Sukabumi: PT PCI dan PT KKB di Cicurug tak punya Izin
Temuan KPAI di Sukabumi, Diyah: Ayah kandung dan ibu tiri terlibat penyiksaan Nizam
DPR RI minta polisi periksa ayah kandung bocah Sukabumi tewas dianiaya
Kronologi bujuk rayu dai kondang di Sukabumi diduga lakukan pelecehan terhadap santriwati

Berita Terkait

Kamis, 5 Maret 2026 - 03:29 WIB

Nelayan Palabuhanratu Sukabumi hilang misterius di Cidaun

Rabu, 4 Maret 2026 - 23:44 WIB

Sekretariat DPRD Kabupaten Sukabumi gelar Ansyithoh, Ramadhan Maslahat Berdampak

Selasa, 3 Maret 2026 - 23:59 WIB

Bencana pergerakan tanah Sukabumi: Puluhan rumah rusak, ratusan jiwa terusir

Selasa, 3 Maret 2026 - 23:34 WIB

Hasil forensik NS Sukabumi: Hantaman benda tumpul dan trauma panas organ dalam

Selasa, 3 Maret 2026 - 19:58 WIB

DPRD Kabupaten Sukabumi: PT PCI dan PT KKB di Cicurug tak punya Izin

Berita Terbaru

Drone Shahed 136 milik Iran - Ist

Internasional

Drone murah Iran bikin AS rugi Rp33,7 triliun

Kamis, 5 Mar 2026 - 20:08 WIB


Notice: Fungsi WP_Styles::add ditulis secara tidak benar. The style with the handle "thickbox" was enqueued with dependencies that are not registered: dashicons. Silakan lihat Debugging di WordPress untuk informasi lebih lanjut. (Pesan ini ditambahkan pada versi 6.9.1.) in /home/sukaheadline/htdocs/sukabumiheadline.com/wp-includes/functions.php on line 6131