Identifikasi 17 jenis komoditas potensial jadi buah unggulan dari Sukabumi

- Redaksi

Senin, 12 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi petani mangga - sukabumiheadline.com

Ilustrasi petani mangga - sukabumiheadline.com

sukabumiheadline.com – Secara umum potensi pertanian, peternakan dan perikanan di Kabupaten Sukabumi cukup baik dan beragam. Semua potensi-potensi tersebut tersebar di berbagai desa dan kecamatan yang ada di Kabupaten Sukabumi. Baca selengkapnya: Mengintip potensi perikanan Kabupaten Sukabumi 2026

Dalam kajiannya, Reny Sukmawani, Ema Hilma Meilani, Endang Tri Astutiningsih, dan Amalia Nur Milla dari Fakultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI), mengungkap potensi-potensi tersebut dapat dipastikan akan terus meningkat seiring pengelolaan yang dilakukan secara fokus untuk mendukung ketahanan pangan.

Berita Terkait: Ini daftar 39 kecamatan penghasil buah mangga di Kabupaten Sukabumi

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun untuk dapat menetapkan strategi pengembangan yang terbaik, perlu terlabih dahulu dikaji secara mendalam terhadap komoditas-komoditas tersebut berdasarkan aspek keunggulannya baik secara komparatif maupun kompetitif.

“Sehingga, bukan hanya mampu
mencapai ketahanan pangan tetapi juga mampu menjadi daya ungkit daerah,” kata mereka, dikutip sukabumiheadline.com, Senin (12/1/2026).

Reny, Ema, Endang, dan Amalia berpendapat, wilayah Kabupaten Sukabumi yang luas dengan jumlah penduduk sekira 2.806.664 jiwa (Badan Pusat Statistik/BPS, 2023), tentu menjadi peluang sekaligus tantangan dalam hal ketahanan pangan.

“Karenanya, penting diidentifikasi berdasarkan potensi wilayah yang ada terkait potensi komoditas pertanian, peternakan, kelautan dan perikanan sehingga dapat dikembangkan untuk mendukung ketahanan pangan khususnya di wilayah kabupaten sendiri dan umumnya ke wilayah lainnya,” beber Reny, Ema, Endang, dan Amalia dalam paparannya.

Berita Terkait:

Berdasarkan hal tersebut kajian Reny, Ema, Endang, dan Amalia secara khusus diarahkan untuk mengidentifikasi komoditas yang berpotensi unggulan Kabupaten Sukabumi.

Baca Juga :  Kecamatan terbanyak minimarket di Kabupaten Sukabumi, 12 bangkrut

“Komoditas unggulan lokal daerah ini penting diidentifikasi karena selain dapat mendukung ketahanan pangan juga harapannya dapat dikembangkan
untuk menjadi komoditas unggul yang memiliki daya saing dan mampu menjadi daya ungkit daerah,” jelasnya.

Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah, mengamanahkan bawa “pembangunan yang dilaksanakan memperhatikan potensi dan keanekaragaman daerah baik sosial, budaya, dan lokasi geografis”.

Sehingga dalam membangun daerah dapat diawali dengan mengembangkan potensi unggulnya. Pengembangan
potensi unggul suatu komoditas ini, dapat dilaksanakan melalui pembangunan ekonomi daerah yang bertujuan untuk mempercepat tercapainya daya saing daerah.

“Melalui kajian identifikasi komoditas pertanian, peternakan, kelautan dan perikanan yang berpotensi unggu di Kabupaten Sukabumi ini diharapkan hasilnya dapat menjadi data dasar dalam upaya pengembangan komoditas tersebut,” papar Reny, Ema, Endang, dan Amalia.

“Sehingga, tantangan terkait pasokan bukan lagi menjadi salah satu alasan untuk mencapai ketahanan pangan yang berkelanjutan khususnya di Kabupaten Sukabumi,” imbuhnya.

Apabila dilihat dari luas tanaman dan luas panennya, komoditas potensi unggul secara basis pada padi sawah pada kelompok padi, lalu jagung pada kelompok palawija, dan petsai pada kelompok sayuran.

Berita Terkait: Mengenal 5 jenis buah paling banyak dihasilkan dari Sukabumi

Potensi keunggulan yang dilihat berdasarkan luas lahan dan luas tanam ini cukup penting karena dapat
merepresentasikan ketersediaan produk tersebut baik untuk memenuhi kebutuhan sendiri dan akan lebih bagus
apabila dapat memenuhi kebutuhan wilayah lainnya.

“Kondisi seperti itu menunjukan bahwa peningkatan ekonomi di daerah tersebut sangat baik. Tetapi ini masih harus dianalisis lebih lanjut dengan menggunakan analisis basis dan membandingkannya dengan komoditas yang sama di daerah atasnya sehingga benar-benar dapat dinyatakan unggul secara basis,” beber mereka.

Baca Juga :  Jenis ikan hasil nelayan Palabuhanratu Sukabumi dan volume tangkapan 2025

Berita Terkait: 25 jenis buah dihasilkan dari Kabupaten Sukabumi, dari alpukat hingga jengkol

Ilustrasi buah dari Sukabumi - sukabumiheadline.com
Ilustrasi buah dari Sukabumi – sukabumiheadline.com

Pada buah-buahan, potensi komoditas dilihat dari jumlah produksinya. Belum ditemukan data populasi atau luas tanam pada buah-buahan ini baik dari data BPS maupun dari Rencana Strategis (Renstra) pada Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi.

Komoditas buah-buahan potensi unggulan di Kabupaten Sukabumi

Sumber: Renstra Dinas Pertanian 2021 – 2026 (diolah)

  1. Alpukat: 3.955,7 kuintal
  2. Nenas: 99,5 kuintal
  3. Mangga: 8.975,5 kuintal
  4. Pisang: 105.454,3 kuintal
  5. Rambutan: 1.623,9 kuintal
  6. Salak: 321,7 kuintal
  7. Durian: 2.991,6 kuintal
  8. Belimbing: 309,3 kuintal
  9. Dukuh: 609 kuintal
  10. Nangka: 3.709,7 kuintal
  11. Jeruk besar: 299,8 kuintal
  12. Manggis: 1.871,1 kuintal
  13. Jambu biji: 8.155,9 kuintal
  14. Sukun: 1.028,7 kuintal
  15. Sawo: 1.338,8 kuintal
  16. Sirsak: 1.084,9 kuintal
  17. Pepaya: 10.996,6 kuintal

Berdasarkan data di atas, tampak bahwa berdasarkan produksinya, pisang dan papaya menempati produksi tertinggi. Produksi dapat merepresentasikan banyaknya populasi dari buah-buahan ini.

Berita Terkait: Yuk Bertani Jeruk Dekopon Seperti Pria Nagrak Sukabumi, Buah Tanpa Biji asal Jepang

Dari produksi ini kita dapat mengetahui berapa banyak ketersediaan produk yang ada. Berdasarkan analisis basis dengan menggunakan analisis lokasi/location quotient (LQ), diperoleh hasil bahwa pisang memiliki nilai LQ 1,49 dan papaya 4,94.

“Ini menunjukan bahwa papaya dan pisang ini merupakan komoditas basis dan memiliki keunggulan komparatif di Kabupaten Sukabumi. Namun demikian, hasil analisis tersebut seiring dengan bertambahnya waktu mungkin saja berubah sehingga perlu dikaji lagi termasuk menganalisisnya berdasarkan keunggulan kompetitifnya,” jelas Reny, Ema, Endang, dan Amalia.

Keunggulan kompetitif memiliki hubungan positif dan signifikan terhadap internasionalisasi, sehingga penting bagi suatu komoditas untuk dikaji keunghulan kompetitipnya selain keunggulan komparatif.

Berita Terkait

Mitigasi bencana, BCA Syariah tanam 1.500 pohon di Cisitu, Sukabumi
Cerita Mak Mimit, janda huni gubuk bersama anak berkebutuhan khusus di Sukabumi
Cekcok dengan pegawai, Kades Babakanjaya Sukabumi dituding arogan
Cek harga Vivo V40 5G, kamera Zeiss setara DSLR dan AMOLED 120Hz
Cek harga Vivo T4 Ultra, usung Chip Dimensity 9300 Plus dan kamera periskop
Ngeri! Jalan rusak Parungkuda-Pakuwon Sukabumi malam hari, bergelombang dan tanpa PJU
Patrick Kluivert dikritik media Amerika Latin, justru pemain anyar Persib dipuji setinggi langit
Suzuki Satria 2025 versi trail meluncur, cek segahar apa spesifikasinya?

Berita Terkait

Senin, 12 Januari 2026 - 01:41 WIB

Identifikasi 17 jenis komoditas potensial jadi buah unggulan dari Sukabumi

Minggu, 30 November 2025 - 16:31 WIB

Mitigasi bencana, BCA Syariah tanam 1.500 pohon di Cisitu, Sukabumi

Jumat, 14 November 2025 - 09:17 WIB

Cerita Mak Mimit, janda huni gubuk bersama anak berkebutuhan khusus di Sukabumi

Selasa, 14 Oktober 2025 - 17:28 WIB

Cekcok dengan pegawai, Kades Babakanjaya Sukabumi dituding arogan

Minggu, 29 Juni 2025 - 15:15 WIB

Cek harga Vivo V40 5G, kamera Zeiss setara DSLR dan AMOLED 120Hz

Berita Terbaru