sukabumiheadline.com – Potret mengkhawatirkan di ruas Jalan Raya Babakan, tepatnya di Kecamatan Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Jalan berubah bak kolam besar di tengah jalan ketika diguyur hujan deras.
Pantauan sukabumiheadline.com, kondisi tersebut sangat berbahaya bagi pengendara, terutama roda dua. Mengingat, kedalaman lobang jalan di ruas penghubung Kota Sukabumi dengan Jampang Tengah via Pangleseran, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi tersebut, ada yang hingga 30 cm.
Berita Terkait: Ridwan Kamil janji perbaiki awal 2024, Jalan Provinsi di Sukabumi masih rusak
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Mirisnya lagi, jalan rusak tersebut tembus hingga ke wilayah Kecamatan Bojonglopang. Meskipun di beberapa titik terdapat bagian jalan yang mulus.
Tak heran jika banyak pengguna jalan mengalami mogok hingga harus mendorong kendaraannya. Bahkan, tak sedikit terjadi kecelakaan akibat terjerumus ke kubangan yang dalam di tengah jalan.
“Saya pernah kejadian, ada sekira dua bulan ke belakang. Waktu itu jam sembilan malam, walaupun lampu terang, tapi karena gak hafal jalan tetap aja jatuh,” kata Teguh Rahayu (24).
Berita Terkait: Kesal Jalan Rusak Bertahun-tahun, Warga Jampang Tengah dan Lengkong Sukabumi Turun ke Jalan

Berita Terkait: Jalan Pangleseran Sukabumi Rusak Parah, Warga Cerita Pernah Jatuh dan Kapok Mudik
17 Agustus warga demo jalan rusak
Pawai iring iringan warga dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan ke-78 Republik Indonesia pada 17 Agustus 2023 lalu dijadikan momentum untuk mengkritik jalan rusak di daerahnya. Baca lengkap: Ketika pawai 17 Agustusan jadi ajang sindir jalan rusak di Sukabumi
Menurut warga, jalan rusak dan berdebu sangat membahayakan para pengendara yang melintas, terutama pengemudi roda dua. Pasalnya, jangkauan pandangan menjadi lebih terbatas dan berbahaya terhadap mata. Baca lengkap: Ngeri, Begini Penampakan Jalan Rusak dan Berdebu di Sukabumi
Kini, setelah 9 bulan aksi unjuk rasa tersebut dilakukan ratusan warga, Jalan Provinsi di wilayah tersebut malah semakin parah.
“Gak habis pikir saya, udah mau setahun belum juga diperbaiki. Gak peka atau memang gak peduli gitu,” sesal Hadi Mardiana, Kamis (16/5/2024).