Investor Ini akan Bangun Kebun Raya dan Taman Safari di Ibu Kota Negara Nusantara

- Redaksi

Kamis, 5 Oktober 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kawasan IKN Nusantara. l Kementerian PUPR

Kawasan IKN Nusantara. l Kementerian PUPR

sukabumiheadline.com l Pemindahan Ibu Kota Negara atau IKN ke Kabupaten Penajam Paser Utara (PSU), Kalimantan Timur (Kaltim) membuat pemerintah terus melakukan upaya untuk mendorong percepatan pembangunannya.

Seperti diketahui, proses pembangunan IKN di lakukan dengan menggunakan dana APBN dan investor swasta yang membantu proses pembangunan IKN.

Saat ini, pemerintah pun tengah gencar membangun sejumlah infrastruktur untuk menunjang sara dan prasarana IKN ke depannya.

Selain sarana dan prasaran pihak Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) juga melakukan perencanaan untuk membangun Kebun Raya dan Taman Safari.

Proyek pembangunan Kebun Raya IKN atau Botanical Garden ini selaras dengan tujuan dari pembangunan IKN yang mengusung tema forest city untuk tetap menjaga keasrian alam.

Pihak Otorita IKN pun kemudian menawarkan ke sejumlah investor swasta untuk membantu membangun proyek tersebut.

Baca Juga :  Resmikan jembatan di IKN, Jokowi ajak Raffi, Atta, dan satu wanita asal Sukabumi, cek foto-fotonya

Diperoleh informasi, Konsorsium Agung Sedayu Group milik Sugianto Kusuma berminat berinvestasi hingga Rp20 triliun untuk pembangunan Kebun Raya di IKN.

Selain itu, Agung Sedayu Group juga berkomitmen untuk berinvestasi ke IKN hingga RP40 triliun.

Informasi dihimpun, hingga kini investor dalam negeri yang telah berkomitmen besar dalam pembangunan IKN ada sebanyak 3 investor yang juga telah melakukan pembangunan sejumlah hotel, serta rumah sakit.

Ketiga investor itu adalah Konsorsium Agung Sedayu Group, PT Sirius Surya Sentosa atau Vasanta Group dan Rumah Sakit Abdi Waluyo.

Berita Terkait

Dedi Mulyadi minta Kapolda Jawa Barat Irjen Akhmad Wiyagus usut kasus kades minta THR
Warga Sukabumi punya sertifikat tanah terbit sebelum 1997? Menteri ATR/BPN minta urus ulang!
Jurnalis wanita dibunuh dan diperkosa oknum TNI AL, PBNU: Usut tuntas
Jika ada warga bunuh diri karena pinjol, Dedi Mulyadi: Gubernurnya gagal
Prabowo Subianto: Banyak pemimpin dunia ingin mencontoh Program Makan Bergizi Gratis
Gugat UU TNI ke MK, mahasiswa UI: Langgar asas keterbukaan
Jabatan baru Wahyu Mijaya, birokrat asal Sukabumi di bawah komando Dedi Mulyadi
Bunyi genderang perang antara Mendikdasmen dengan Gubernur Jawa Barat

Berita Terkait

Jumat, 4 April 2025 - 01:11 WIB

Warga Sukabumi punya sertifikat tanah terbit sebelum 1997? Menteri ATR/BPN minta urus ulang!

Rabu, 2 April 2025 - 20:25 WIB

Jurnalis wanita dibunuh dan diperkosa oknum TNI AL, PBNU: Usut tuntas

Rabu, 2 April 2025 - 05:00 WIB

Jika ada warga bunuh diri karena pinjol, Dedi Mulyadi: Gubernurnya gagal

Senin, 31 Maret 2025 - 08:00 WIB

Prabowo Subianto: Banyak pemimpin dunia ingin mencontoh Program Makan Bergizi Gratis

Jumat, 28 Maret 2025 - 00:00 WIB

Gugat UU TNI ke MK, mahasiswa UI: Langgar asas keterbukaan

Berita Terbaru

Lambang atau logo koperasi lama dan baru - Istimewa

Regulasi

Mengenal definisi, logo, prinsip, tujuan dan jenis koperasi

Sabtu, 5 Apr 2025 - 01:04 WIB