sukabumiheadline.com – Iran menyatakan perang skala penuh melawan Amerika Serikat, Israel, dan Eropa pro zionis. Kondisi ini, kata Presiden Iran Masoud Pezeshkian, tekanan dan konflik yang dihadapi negaranya saat ini jauh lebih kompleks dibandingkan perang terbuka yang terjadi antara Iran dan Irak pada 1980-1988.
Pezeshkian menyampaikan pernyataan tersebut dalam sebuah wawancara yang dipublikasikan di situs resmi milik Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, pada akhir pekan lalu.
“Kami berada dalam perang skala penuh dengan Amerika Serikat, Israel, dan Eropa; mereka tidak ingin negara kami tetap stabil,” kata Pezeshkian, seperti dikutip sukabumiheadline.com dari The Associated Press, Kamis (1/1/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menilai strategi Barat terhadap Iran tidak hanya bersifat militer, tetapi juga melibatkan dimensi politik, ekonomi, dan keamanan yang saling terkait.
Pezeshkian mengatakan perang yang dilancarkan Barat terhadap Iran “lebih rumit dan lebih sulit” dibandingkan konflik delapan tahun dengan Irak, perang yang kala itu menewaskan lebih dari 1 juta orang dari kedua belah pihak. Perbandingan tersebut menegaskan betapa seriusnya ancaman yang dirasakan Teheran dalam konstelasi geopolitik saat ini.
Pernyataan Presiden Iran itu juga tidak terlepas dari eskalasi militer terbaru antara Iran dan Israel yang melibatkan Amerika Serikat. Pada Juni lalu, serangan udara Israel dan AS terhadap Iran selama 12 hari menewaskan hampir 1.100 warga Iran.
Di antara korban tersebut terdapat komandan militer senior serta ilmuwan nuklir, yang disebut Teheran sebagai pukulan besar terhadap keamanan nasional negara itu.
Sebagai balasan, Iran meluncurkan rentetan serangan rudal ke wilayah Israel. Serangan tersebut menewaskan 28 orang di Israel, memperlihatkan tingkat eskalasi yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam konfrontasi langsung kedua negara.
Sementara itu, Presiden AS Donald Trump juga melontarkan ancaman serangan militer baru terhadap Iran.
Pernyataan keras Trump muncul usai dirinya bertemu dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di kediamannya di Mar-a-Lago, Florida. Dalam pertemuan tersebut, Trump memberikan dukungan penuh terhadap narasi keamanan Israel dan menyatakan kesiapannya untuk menggempur fasilitas nuklir serta kemampuan rudal Iran.
Trump menekankan bahwa ia tidak akan membiarkan Teheran membangun kembali kekuatannya pasca-konflik berdarah 12 hari yang terjadi pada Juni lalu.
Bahkan, Trump kini secara eksplisit menyebut fasilitas rudal sebagai target potensial, sebuah ambisi yang selama ini didorong oleh Israel namun jarang dinyatakan secara terbuka oleh AS yang sebelumnya lebih fokus pada isu nuklir.
“Sekarang saya mendengar Iran mencoba membangun kekuatannya kembali, dan jika mereka melakukannya, kita harus menjatuhkan mereka. Kami akan menghancurkan mereka habis-habisan,” ujar Trump di hadapan wartawan.









