Israel Bohong Soal 1.000 Rumah Warga Palestina, Polandia Batasi Properti Yahudi

- Redaksi

Selasa, 17 Agustus 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Qatar akan mendanai rekonstruksi Kota Gaza I Istimewa

Qatar akan mendanai rekonstruksi Kota Gaza I Istimewa

SUKABUMIHEADLINES.com – Mengutip laman Middle East Monitor pada Sabtu (14/8/2021), PLO juga menuding Israel berbohong soal mengizinkan pembangunan 1.000 unit rumah untuk warga Palestina di Area C, Tepi Barat yang berada di bawah kendali keamanan dan administratif Israel.

“Pemerintah Israel menipu dan berbohong dalam klaimnya untuk mengizinkan orang Palestina membangun (unit rumah) di Area C,” kata PLO’s National Office for Combating Settlements and Land Defense dalam sebuah pernyataan,

Pada Rabu (11/8) lalu, Israel’s Channel 12 melaporkan, Israel akan menyetujui pembangunan 2.200 unit permukiman baru di Tepi Barat. Otoritas Palestina diizinkan membangun seribu unit rumah untuk warganya di Area C.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tahun lalu, Palestina menyatakan keluar dari Perjanjian Oslo yang ditandatangani bersama Israel pada 1995 yang mengatur tiga pembagian wilayah dan kewenangan Israel dan Palestina di Tepi Barat, yakni Area A, B, dan C. Area A adalah wilayah yang sepenuhnya berada di bawah kekuasaan Palestina.

Sedangkan Area C dihuni sekira 300 ribu warga Palestina yang sebagian besar di antaranya adalah masyarakat Badui dan penggembala yang tinggal di karavan, tenda, bahkan gua.

Polandia Batasi Properti Warga Yahudi

Presiden Polandia Andrzej Duda memutuskan untuk menandatangani rancangan undang-undang (RUU) yang membatasi orang Yahudi mendapatkan kembali properti yang disita oleh Nazi Jerman dan disimpan oleh penguasa komunis pascaperang.

“Saya membuat keputusan hari ini tentang tindakan itu, yang dalam beberapa bulan terakhir menjadi bahan perdebatan yang hidup dan keras di dalam dan luar negeri. Setelah analisis mendalam, saya memutuskan untuk menandatangani amandemen tersebut,” kata Duda, dilansir republika.co.id, Sabtu (14/82021).

Menurut catatan sejarah, sebelum Perang Dunia II, Polandia menjadi rumah bagi salah satu komunitas Yahudi terbesar di dunia.

Namun, hampir seluruhnya dihancurkan Nazi dan mantan pemilik properti Yahudi dan keturunannya berkampanye menuntut kompensasi. Hanya saja, pejabat Polandia berpendapat bahwa hal itu menyebabkan ketidakpastian atas kepemilikan properti.

Perdana Menteri Israel Naftali Bennett mengutuk aturan tersebut. Dia mengatakan Israel tidak akan berdiam diri atas persetujuannya.

“Ini adalah keputusan yang memalukan dan penghinaan yang memalukan untuk mengenang Holocaust,” katanya.

Berita Terkait

Warga Tel Aviv dukung oposisi dan Partai Arab Israel bersatu gulingkan Netanyahu
Mengenal Partai Arab Israel dan oposisi raih 67 kursi, kubu Netanyahu 53
Partainya Benjamin Netanyahu kalah di Pemilu Israel, oposisi bersorak-sorai di Tel Aviv
Partai Arab kian disukai warga Israel, Netanyahu khawatir bisa kalahkan partainya
Sejarah bendera Arab Saudi dan Afghanistan cantumkan lafadz Syahadat
Penduduk Jerman menyusut, kekurangan tenaga kerja dan banyak dihuni lansia
Pilot Indonesia ditolak Israel, putar balik dilarang mendarat di Bandara Tel Aviv
Bandara Riyadh diserang, Kemenlu minta WNI di Arab Saudi waspada

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 10:15 WIB

Warga Tel Aviv dukung oposisi dan Partai Arab Israel bersatu gulingkan Netanyahu

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:41 WIB

Mengenal Partai Arab Israel dan oposisi raih 67 kursi, kubu Netanyahu 53

Kamis, 29 Oktober 2026 - 05:33 WIB

Partainya Benjamin Netanyahu kalah di Pemilu Israel, oposisi bersorak-sorai di Tel Aviv

Rabu, 28 Oktober 2026 - 08:00 WIB

Partai Arab kian disukai warga Israel, Netanyahu khawatir bisa kalahkan partainya

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Sejarah bendera Arab Saudi dan Afghanistan cantumkan lafadz Syahadat

Berita Terbaru

Perayaan di Kastel Windsor karya Paul Sandby, dibuat pada 1776 - Ist

Khazanah

5 November: Guy Fawkes Night hingga papan permainan monopoli

Kamis, 5 Nov 2026 - 00:01 WIB