sukabumiheadline.com l Jangan malu menjadi petani pisang, buktinya seorang pria berusia 35 tahun, Daniel Noboa, terpilih menjadi presiden di negaranya, Ekuador., menggantikan Gullermo Lasso, yang jabatannya akan berakhir pada Mei 2025.
Di usianya yang belum mencapai kepala empat, Daniel Noboa akan menjadi presiden termuda dalam sejarah Ekuador. Petani pisang ini berhasil memenangkan pemilihan presiden putaran kedua negara itu pada Ahad lalu.
Hingga lebih dari 97% suara yang telah dihitung, Noboa unggul empat poin persentase atas Luisa González, saingannya dari sayap kiri. González disebut mengakui kemenangan Daniel dan mengucapkan selamat kepada Noboa atas kemenangannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam pidato kemenangannya, Noboa mengatakan akan “memberikan kembali senyuman dan kedamaian bagi negaranya”. Ekuador sendiri telah bergulat dengan pelemahan ekonomi ditambah kekerasan yang terus meningkat.
“Besok kita akan mulai bekerja untuk Ekuador yang baru untuk membangun kembali negara yang dilanda kekerasan, korupsi dan kebencian,” kata Noboa di atas panggung, Selasa (17/10/2023).
Profil Daniel Noboa
Informasi dihimpun, Daniel Noboa bukanlah petani pisang biasa. Ia merupakan lulusan Harvard Kennedy School.
Sosok Daniel yang masih muda disebut berhasil menarik perhatian para pemilih muda yang muak dengan situasi Ekuador saat ini.
Noboa juga diketahui berasal dari salah satu keluarga paling berkuasa di Ekuador. Noboa muda adalah putra dan pewaris raja pisang Álvaro Noboa, yang mencoba tetapi gagal untuk terpilih sebagai presiden sebanyak lima kali.
Sebenarnya, Noboa memiliki sedikit pengalaman politik. Para analis pun mengatakan ia menghadapi perjuangan berat untuk mengatasi masalah keamanan Ekuador, termasuk kinerja ekonomi yang buruk selama masa jabatannya yang terbatas.
Hingga kini situasi di Ekuador tengah tidak kondusif. Kampanye pemilu dibayangi oleh tingkat kekerasan tinggi yang bahkan menyebabkan salah satu kandidat, Fernando Villavicencio, dibunuh hanya beberapa hari sebelum putaran pertama pemungutan suara pada Agustus lalu.
Diketahui, data terbaru menyebut bahwa tingkat pembunuhan di Ekuador meningkat empat kali lipat antara tahun 2018 dan 2022. Jajak pendapat menunjukkan bahwa keamanan adalah perhatian utama pemilih menjelang pemilu.
Selama kampanye, Noboa mengatakan bahwa ia akan memerangi geng-geng kuat di negara tersebut. Banyak di antaranya genk-genk itu beroperasi dari dalam penjara, dengan menempatkan penjahat paling kejam di kapal penjara di lepas pantai Ekuador.
Noboa juga mengatakan akan meningkatkan keamanan di perbatasan dan pelabuhan Ekuador untuk “mengganggu” jalur utama penyelundupan narkoba.
Untuk mengangkat perekonomian dari keterpurukan pascapandemi, ia berjanji untuk meningkatkan kesempatan kerja bagi generasi muda Ekuador, khususnya dengan menciptakan insentif bagi perusahaan nasional dan asing.