Jasad di Selokan Jayanti Sukabumi Tukang Bakso, Ini Penyebab Kematiannya

- Redaksi

Jumat, 2 September 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penemuan mayat di Palabuhanratu. l sukabumiheadline.com

Penemuan mayat di Palabuhanratu. l sukabumiheadline.com

SUKABUMIHEADLINE.com l PALABUHANRATU – Kapolres Sukabumi AKBP Dedy Darmawansyah mengungkap penemuan jenazah Samino (62) yang berprofesi sebagai tukang bakso, ditemukan tewas di selokan Jalan Jayanti, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, disebabkan kecelakaan lalulintas (lakalantas).

Fakta itu, diungkap Dedy dalam konferensi pers didampingi Kasatlantas Polres Sukabumi AKP Bagus Yudho Setiawan dan Kanit Gakkum Satlantas Polres Sukabumi Ipda M. Yanuar Fajar di Mapolres Sukabumi, Jumat (3/8/2022).

“Terima kasih kepada Kasatlantas, kepada Reskrim Polsek maupun Reskrim Polres dan terutama kami mengucapkan terima kasih kepada masyarakat di sekitar TKP, sudah mau memberikan bantuan,” kata Dedy Darmawansyah di hadapan awak media.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dijelaskan Dedy, dalam keterangan hasil olah TKP, tanggal 30 Agustus 2022 diawali penemuan jenazah di Desa Jayanti. Mayat ditemukan di selokan pinggir jalan raya di Kampung Jayanti.

“Setelah pukul 06.45 WIB, Kami mendapatkan informasi, petugas lantas yang berada di sekitar TKP bergeser ke lokasi dan saya memerintahkan Unit Reskrim bersama Iden Polres dan Polsek untuk merapat ke lokasi untuk olah TKP. Diterima laporan ada luka lecet di bahu, dada, perut dan siku sebelah kiri korban,” jelasnya.

Kemudian, lanjut Dedy, dari TKP petugas menemukan pakaian warna hitam, celana warna gelap ada bekas garutan seperti bekas coretan benda di atas aspal dan ada karet spion juga ditemukan jam tangan korban yang sudah dikembalikan kepada keluarga.

Baca Juga :  Masih Pagi, Rumah Warga Gunungguruh Sukabumi Diterjang Banjir Lumpur

“Dari hasil temuan awal Kami mendapatkan kecurigaan, apakah ini meninggal jatuh atau penyakit lainnya maka kami langsung melaksanakan autopsi,” paparnya.

Masih kata Dedy, hasil autopsi pada saat pemeriksaan dapat disimpulkan setelah berdiskusi dengan dokter, bahwa luka yang ditemukan pada jenazah akibat benturan benda keras, jadi bukan akibat pemukulan benda keras.

Kemudian setelah itu, Dedy kembali memerintahkan kepada Unit Reskrim yang ada di TKP untuk melakukan pemeriksaan ulang di lokasi bersama Kasatlantas Kanitlaka dan Kanitregident guna memeriksa kembali di TKP, apakah ada kejadian lakalantas sebelumnya.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada masyarakat di Desa Jayanti yang memberikan informasi bahwa benar hari Senin, 29 Agustus 2022 sekira pukul 19.30 WIB atau 19.45 WIB, terjadi ada kecelakaan tunggal. Pada saat itu warga menyatakan bahwa kecelakaan tersebut melibatkan SDP (14),” terangnya.

Lebih Dedy mengatakan, pada saat kecelakaan korban di bawa ke rumah saudaranya, TT. Setelah itu, dari saudara ke rumah SDT di Cikakak.

Petugas kemudian melakukan pendalaman terhadap saudara SDT (14) dan benar pada saat di lokasi, ia mengaku melambung sebelah kanan sambil mendahului kendaraan sebelah kanan.

Baca Juga :  Bunda Sukabumi, Yuk Bikin Pisang Goreng Kriuk Cokelat Keju di Rumah

Pada saat masuk di jalurnya, SDT mengaku melihat ada sesosok manusia warna gelap hanya setengah badan saja, tapi SDT tidak melihat wajahnya dari jarak 2 meter dari kendaraannya dan setelah itu SDT jatuh dan pingsan tidak ingat lagi.

“Jadi kami rangkaikan kejadian yang ada, dan kami simpulkan adalah kecelakaan, sehingga korban yang ditemukan di selokan tersebut merupakan korban laka,” tutur Dedy.

Ketika menjawab pertanyaan awak media tentang proses hukum terhadap pelaku SDT yang masih dibawah umur, mantan Kasubdit Harda Direskrimsus Polda Banten itu menegaskan akan diproses sesuai dengan sistem Peradilan Anak.

“Untuk pemotor sendiri, dikarenakan yang bersangkutan masih berumur 14 tahun berdasarkan amanah Undang – Undang Nomor 11 tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Anak, ada di keluarganya dan akan diproses didiversikan,” pungkasnya.

Sementara itu Kasatlantas Polres Sukabumi AKP Bagus Yudho Setiawan menambahkan kecepatan motor korban diperkirakan mencapai 80 km/jam dan kemungkinan pada saat korban Samino ditabrak SDT langsung terjatuh ke parit yang ada disebelah kiri jalan raya.

Namun demikian Bagus memastikan kondisi sepeda motor masih laik jalan, walaupun di lokasi kondisi agak gelap tetapi lampu motor masih menyala.

Seperti diberitakan sukabumiheadline.com sebelumnya, warga Kampung Jayanti Desa Jayanti Kecamatan Palabuhanratu Kabupaten Sukabumi, Jawa barat dihebohkan dengan penemuan mayat di selokan jalan raya.

Belakangan diketahui, jasad tersebut seorang lelaki bernama Samino, seorang tukang bakso.

Berita Terkait

Wisatawan Pantai Minajaya Sukabumi protes HTM Rp12.000/orang, benarkah sesuai Perda No. 15/2023?
Habis BBM, remaja 16 tahun asal Kebonpedes Sukabumi curi dua motor sehari di Yogyakarta
Biayai LSM tapi nihil, ortu ingin kasus Siti Ulfah TKW asal Sukabumi jadi pembelajaran
Pesan untuk wanita Sukabumi dari Siti Ulfah, TKW asal Lembursitu dianiaya majikan di Arab Saudi
Mau mudik ke Palabuhanratu Sukabumi, warga Tangerang mendadak pingsan di Bogor
Alhamdulillah Siti Ulfah, TKW asal Sukabumi dianiaya majikan akhirnya Lebaran di rumah
Digrebek suami saat tanpa busana, polisi selingkuh dengan pegawai Dishub Kabupaten Sukabumi
Terjebak macet Sukabumi? Ke Rest Area Tol Bocimi Seksi 2 dan Masjid Raudhatul Irfan aja

Berita Terkait

Jumat, 4 April 2025 - 00:01 WIB

Wisatawan Pantai Minajaya Sukabumi protes HTM Rp12.000/orang, benarkah sesuai Perda No. 15/2023?

Kamis, 3 April 2025 - 21:49 WIB

Habis BBM, remaja 16 tahun asal Kebonpedes Sukabumi curi dua motor sehari di Yogyakarta

Selasa, 1 April 2025 - 08:30 WIB

Biayai LSM tapi nihil, ortu ingin kasus Siti Ulfah TKW asal Sukabumi jadi pembelajaran

Selasa, 1 April 2025 - 01:34 WIB

Pesan untuk wanita Sukabumi dari Siti Ulfah, TKW asal Lembursitu dianiaya majikan di Arab Saudi

Senin, 31 Maret 2025 - 01:29 WIB

Mau mudik ke Palabuhanratu Sukabumi, warga Tangerang mendadak pingsan di Bogor

Berita Terbaru

Lambang atau logo koperasi lama dan baru - Istimewa

Regulasi

Mengenal definisi, logo, prinsip, tujuan dan jenis koperasi

Sabtu, 5 Apr 2025 - 01:04 WIB

Bojan Hodak dan Gustavo Franca merayakan gol - Persib

Olahraga

3 laga penentuan! Catat jadwal Persib Bandung April 2025

Jumat, 4 Apr 2025 - 10:00 WIB