sukabumiheadline.com – Kabupaten Sukabumi memiliki pantai yang membentang meliputi 9 kecamatan, yakni dari Kecamatan Cisolok, Cikakak, Palabuhanratu, Simpenan, Ciemas, Ciracap, Surade, Cibitung, hingga Tegalbuleud.
Panjang garis pantai Kabupaten Sukabumi sekira 117 kilometer —sumber lain menyebut 111,95 km— mencakup wilayah dari Cisolok hingga Tegalbuleud dan terkenal dengan garis pantainya yang panjang dan memiliki banyak potensi wisata bahari.
Dikutip sukabumiheadline.com dari data resmi Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), ikan yang paling banyak dihasilkan atau didaratkan di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Palabuhanratu umumnya berasal dari kelompok ikan pelagis besar, dengan jenis yang paling dominan adalah ikan cakalang, tongkol, dan tuna.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain itu, ikan layur juga merupakan komoditas penting yang menggerakkan ekonomi lokal dan bahkan menjadi komoditas ekspor. Nelayan Palabuhanratu juga menangkap jenis ikan lain seperti pepetek dan cumi-cumi.
Kemudian, ikan impun secara musiman, ikan kecil ini melimpah di pesisir pantai Palabuhanratu, menjadi berkah tersendiri bagi warga setempat untuk ditangkap.
Data statistik produksi ikan yang didaratkan di PPN Palabuhanratu juga menunjukkan jumlah tangkapan ikan tongkol, layang, dan cakalang yang tinggi secara nasional.
Jumlah ikan tangkapan nelayan Palabuhanratu

Data statistik ikan tangkapan nelayan Palabuhanratu untuk 2025 tersedia dalam laporan triwulan dari KKP dan publikasi Badan Pusat Statistik (BPS). Namun, belum tersedia secara utuh.
Adapun menurut catatan sukabumiheadline.com, jumlah ikan tangkapan nelayan di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Palabuhanratu pada 2024 menunjukkan peningkatan signifikan.
Seperti dikutip dari laporan kinerja, volume produksi perikanan tangkap di PPN Palabuhanratu pada 2024 mencapai 12.278 ton. Jumlah melampaui target yang ditetapkan sebesar 5.800 ton, atau sekira 211,69% dari target.
Laporan Kinerja Triwulan II Tahun 2024 dari KKP juga menyebutkan bahwa indikator volume produksi perikanan tangkap berhasil melebihi target yang telah ditetapkan, salah satunya berkat optimalisasi pencatatan data hasil tangkapan.
Data historis menunjukkan produksi ikan di PPN Palabuhanratu mengalami fluktuasi selama beberapa tahun sebelumnya, namun data terbaru 2024 menunjukkan tren peningkatan yang positif. Baca selengkapnya: Menghitung produksi ikan didaratkan di PPN Palabuhanratu Sukabumi, capai ratusan Miliar Rupiah

Sedangkan, volume produksi perikanan tangkap di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Palabuhanratu 2025 belum tersedia secara utuh. Namun, untuk Triwulan I tahun 2025 dalam laporan resmi KKP.
Total volume produksi perikanan tangkap yang didaratkan di PPN Palabuhanratu selama triwulan I 2025 (Januari, Februari, Maret) adalah 1.083,51 ton (1.083.510 kg).
Rincian per bulan adalah sebagai berikut:
- Januari 2025: 515,97 ton
- Februari 2025: 267,54 ton
- Maret 2025: 300,00 ton (estimasi untuk mencapai total triwulan)
Penurunan signifikan pada Februari disebabkan oleh kondisi cuaca ekstrem yang terjadi selama periode Januari hingga Maret 2025.









