sukabumiheadline.com – Angka kelahiran adalah ukuran jumlah kelahiran dalam suatu populasi selama periode waktu tertentu. Ada beberapa jenis angka kelahiran, termasuk angka kelahiran kasar (Crude Birth Rate/CBR) dan angka kelahiran total (Total Fertility Rate/TFR).
Sedangkan, total kelahiran dunia pada 2025 mencapai sekitar 132 juta jiwa. Angka tersebut dirilis dalam data United Nations Population Division. Data menunjukkan sepanjang 2025, angka kelahiran tersebar di berbagai negara.
Mayoritas kelahiran terjadi di negara berkembang, yang menyumbang lebih dari 121 juta kelahiran, atau sekitar 91% dari total kelahiran global, 132 juta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Baca Juga: Bak kamar mayat, angka kematian di Kota Sukabumi 3 kali lipat dari kelahiran
Posisi Indonesia dalam angka kelahiran di dunia

Penduduk benua Asia menjadi pusat kelahiran tertinggi di dunia. Posisi pertama ditempati India dengan 23,073,267 kelahiran. Lalu disusul China 8,709,352 kelahiran, menempati posisi kedua dunia.
Kemudian, pindah ke benua Afrika, ada Nigeria di posisi ketiga dengan 7,640,590 kelahiran. Posisi keempat ditempati Pakistan 6,909,545 kelahiran, lalu DRC Kongo 4,559,718 kelahiran di posisi lima besar.
Sementara itu, untuk Asia Tenggara, Indonesia menempati posisi pertama dengan 4,440,838 kelahiran, sekaligus menempatkan Indonesia dengan angka kelahiran tertinggi keenam di dunia. Disusul Filipina 1,845,745 kelahiran, posisi kedua di Asia Tenggara dan ke-14 di dunia.

Dengan demikian, Asia menyumbang bagian terbesar dari kelahiran di seluruh dunia, terutama didorong oleh negara-negara padat penduduk dengan populasi yang relatif muda.
Sementara itu, penduduk benua Afrika tercatat sebagai kawasan dengan pertumbuhan kelahiran tercepat di dunia, seiring masih tingginya tingkat fertilitas dan dominasi penduduk usia muda di sebagian besar negara.
Nigeria menjadi sorotan dengan perkiraan sekitar 7,6 juta kelahiran sepanjang 2025. Ethiopia juga memiliki tingkat kelahiran sekitar 4,1 juta.
Baca Juga: Ada 4 bidan per desa tapi Angka Kematian Bayi di Sukabumi naik 100% lebih, berapa jumlah nakes lain?
Angka kelahiran di Sukabumi

Angka kelahiran di Kota Sukabumi: Angka Kelahiran Kasar (CBR) adalah jumlah kelahiran per 1.000 penduduk dalam satu tahun. Ini adalah indikator sederhana yang memberikan gambaran umum tentang tingkat kelahiran dalam suatu populasi. Baca selengkapnya: Didominasi balita, ini jumlah penduduk Kota Sukabumi menurut kelompok umur
Mengutip dari Open Data Kota Sukabumi (2025), pada 2021, TFR di kota ini sebanyak 5.761 jiwa. Kemudian pada 2022, sebanyak 5.272 jiwa, dan naik pada 2023 menjadi 5.528 jiwa. Sedangkan pada 2024, angka kelahiran di Kota Sukabumi mencapai 5.994 jiwa. Baca selengkapnya: Menghitung angka kelahiran di Kota Sukabumi 4 tahun terakhir

Angka kelahiran di Kabupaten Sukabumi: Sedangkan pada 2024, jumlah bayi lahir di Kabupaten Sukabumi sebanyak 46.560 orang. Dari jumlah kelahiran bayi tersebut, angka kematian ibu (AKI) sebanyak 31 kasus pada 2024.
Angka tersebut diklaim mengalami penurunan dari angka toleransi pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Sukabumi Tahun 2025-2026, di mana pada 2024 angka toleransi AKI sebesar 82 per 100.000 KH, yang diklaim atau sudah tercapai 117,46 persen. Baca selengkapnya: Menghitung angka kematian ibu dan kelahiran di Kabupaten Sukabumi 4 tahun terakhir
Sementara itu, untuk angka kelahiran spesifik Sukabumi pada 2025, belum tersedia data resmi.
Eropa dan Asia Timur rendah kelahiran

Sebaliknya, Eropa dan sebagian Asia Timur menunjukkan angka kelahiran yang relatif rendah karena populasi yang menua dan tingkat kesuburan yang terus-menerus rendah.
Secara keseluruhan, peta kelahiran global 2025 menegaskan adanya ketimpangan demografis antara negara berkembang dan negara maju.









