Kabar baik untuk sopir angkot di Jawa Barat, Dedi Mulyadi tawarkan kredit EV tanpa DP

- Redaksi

Kamis, 9 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi angkot mobil listrik - sukabumiheadline.com

Ilustrasi angkot mobil listrik - sukabumiheadline.com

sukabumiheadline.com – Kabar baik bagi seluruh sopir angkot di Jawa Barat. Pasalnya, Dedi Mulyadi menawarkan peremajaan dan atau kepemilikan angkot dari mobil listrik atau electric vehicle (EV) secara kredit tanpa DP.

Rencana Dedi Mulyadi yang akan mulai merevitaliasi salah satu transportasi umum yang paling sering ditemukan di wilayah yang dipimpinnya, yakni angkot. Dalam pandangannya, meski zaman sudah semakin modern, masih banyak angkot yang perlu “diperbarui”, baik dari segi penampilan luar hingga mesin yang digunakan.

Angkot seperti itulah yang juga terlihat dalam video terbaru di kanal YouTube milik pria yang juga dikenal dengan sebutan KDM tersebut. Saat sedang melakukan blusukan, Dedi Mulyadi bertemu dengan seorang sopir angkot berusia 76 tahun bernama Ruspan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menggunakan mobil angkot berwarna merah yang sudah berusia 21 tahun, Ruspan mengaku menyambung hidup dengan penghasilan sekitar Rp50 ribu hingga Rp60 ribu per hari.

“Umur angkot ini 21 tahun. Setorannya (ke pemilik angkot) 70 (ribu) sehari. Kekejar (setorannya), alhamdulill dapat aja,” ujar Ruspan saat ditanya lebih lanjut oleh Dedi Mulyadi, dikutip sukabumiheadline.com dari kanal YouTube Kang Dedi Mulyadi Official, Kamis (9/4/2026).

“Kadang-kadang kebagian 50 ribu, 60 ribu,” sambungnya.

Dedi Mulyadi pun dibuat kagum dengan Ruspan yang masih bisa menyetir angkot di usia senjanya. Meski demikian, ini bukan kali pertama Ruspan berprofesi sebagai sopir.

Saat ditanya oleh sang gubernur, Ruspan mengaku bahwa sebelumnya ia telah bekerja selama 35 tahun menjadi sopir PPD (Perusahaan Umum Pengangkutan Penumpang Djakarta). Ruspan pun mengaku mendapat uang pensiunan dari hasil kerjanya tersebut.

Namun, ia memilih untuk membelikan tanah daripada angkot.

“Abdi di Jakarta 35 tahun jadi sopir PPD. Dapat pensiunan Rp2,5 juta, tapi sudah diambil sekaligus waktu itu dapat Rp75 juta dipakai buat beli kebon,” ungkap Ruspan.

Meski demikian, Dedi Mulyadi menyayangkan mengapa Ruspan tak membeli angkot saat mendapat uang pensiunan.

Melihat angkot yang dikendarai Ruspan juga sudah usang dan tua, Dedi Mulyadi pun menyebutkan bahwa dirinya kini sedang menggodok program kredit angkot listrik. Dedi Mulyadi menjelaskan bahwa nantinya para sopir bisa memiliki mobil listrik sendiri untuk dijadikan angkot dengan skema pembayaran kredit atau cicilan.

Para sopir pun tak perlu khawatir, karena tidak diperlukan DP untuk mulai melakukan kredit angkot listrik tadi. Mobil tersebut nantinya dimodifikasi menjadi lebih bagus, sehingga anak-anak sekolah pun diharapkan lebih tertarik untuk naik angkot tersebut.

Dedi Mulyadi pun menanyakan pendapat Ruspan terkait program tersebut. Sopir angkot tersebut pun mengatakan bahwa dirinya mau dan berani untuk mengambil kredit tersebut, seandainya program tersebut sudah jadi.

Nah, misalnya gini. Kalau kemudian suatu saat ada angkot listrik, mobil listrik dibikin angkot, tanpa DP, saat ngambil bapak tinggal cicilan bulanan, misalnya, nanti kerja sama dengan bank BJB.”

“Bapak bisa enggak? Berani enggak? Berani angkotnya dimodif? Biar anak-anak sekolah pada naik angkot,” tanya Kang Dedi.

“Iya, mau. Berani,” jawab Ruspan.

Dedi Mulyadi pun kembali menegaskan bahwa program tersebut hingga kini masih disusun dan menawarkan ke sejumlah kabupaten untuk memelopori rencana tersebut.

“Ini saya lagi ingin nyusun itu (program kredit). Kredit mobil listrik kerja sama dengan bank Jabar, tanpa DP.”

“Misalnya, saya waktu itu nawarin untuk Pemerintah Kabupaten Cianjur. Saya ingin ada satu kabupaten yang bupatinya memelopor ini. Nanti saya kerja sama. Gitu,” jelas KDM.

Berita Terkait

Bayar pajak kendaraan masih harus ada KTP, KDM nonaktifkan Kepala Samsat Bandung
KDM: Bangun trotoar estetik di Jabar, istilah shelter ganti “pangiuhan”
Angkot di Sukabumi diliburkan Pemprov, dapat kompensasi Rp200 ribu
1 Tahun Dedi-Erwan: Tingkat kepuasan kinerja KDM sangat tinggi, terendah di Sukabumi
KDM akan hitung ulang dampak penggunaan material tambang untuk Tol Bocimi
Direktur RSUD Jampang Kulon Sukabumi: Dokter spesialis suka kabur
Helikopter dokter dan pasien, RSUD Jampang Kulon Sukabumi akan dilengkapi helipad
KDM: Lebaran opang, becak, angkot libur dua pekan

Berita Terkait

Kamis, 9 April 2026 - 14:22 WIB

Kabar baik untuk sopir angkot di Jawa Barat, Dedi Mulyadi tawarkan kredit EV tanpa DP

Rabu, 8 April 2026 - 18:10 WIB

Bayar pajak kendaraan masih harus ada KTP, KDM nonaktifkan Kepala Samsat Bandung

Selasa, 31 Maret 2026 - 03:25 WIB

KDM: Bangun trotoar estetik di Jabar, istilah shelter ganti “pangiuhan”

Minggu, 22 Maret 2026 - 11:30 WIB

Angkot di Sukabumi diliburkan Pemprov, dapat kompensasi Rp200 ribu

Senin, 9 Maret 2026 - 03:24 WIB

1 Tahun Dedi-Erwan: Tingkat kepuasan kinerja KDM sangat tinggi, terendah di Sukabumi

Berita Terbaru

Hari Hutan Internasional, Wamenhut Rohmat Marzuki tanam pohon di Sukabumi

Sukabumi

Hari Hutan Internasional, Wamenhut tanam pohon di Sukabumi

Kamis, 9 Apr 2026 - 08:00 WIB