Program Kompor Listrik Gratis mulai uji coba, dibagikan tahun depan

- Redaksi

Jumat, 24 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

sukabumiheadline.com – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan melaksanakan program pembagian kompor listrik. Saat ini, program senilai Rp815 miliar lebih tersebut masih dalam tahap pengujian.

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengusulkan anggaran untuk program bagi-bagi kompor listrik sebesar Rp815,56 miliar. Program itu untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor LPG yang masih sangat tinggi.

Sekitar 80% kebutuhan LPG nasional masih dipenuhi dari impor. Dari situ, kata Bahlil, negara harus mengeluarkan devisa di atas Rp 130 triliun per tahunnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Di saat ICP seperti ini, devisa kita keluar untuk membeli LPG itu sekitar di atas Rp130 triliun. Subsidinya di atas Rp80 triliun. Nah kalau kondisi ini terus kita biarkan tanpa mencari diversifikasi bauran energi, itu akan menjadi soal. Maka salah satu alternatifnya adalah kita dorong kompor listrik,” ujarnya, Senin (15/6/2026) lalu.

Namun, Bahlil belum dapat memastikan jumlah kompor yang akan dibagikan. Ia mengatakan kemungkinan besaran jumlahnya akan keluar di Agustus 2026.

“Nanti tunggu kita pembahasan anggaran dengan DPR, mungkin di bulan Agustus baru bisa keluar berapa jumlah unit,” ujarnya.

Sementara itu, beberapa hari lalu, Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi mengatakan pihaknya sedang bekerja sama dengan berbagai pihak untuk melakukan tes sebelum program tersebut dijalankan.

“Baru dites. Kita baru dites di BBSP. Jadi kita bekerjasama sama tim PLN, sama Universitas UGM, sama ITB,” ujar Eniya, dikutip Jumat (24/7/2026).

Eniya juga menyebut tes berbagai jenis kompor listrik sudah dilakukan bersama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek).

“Kan sudah ada juga kolaborasi dari Kemendikti Saintek untuk melakukan tes. Jadi tes itu sedang kita lakukan sekarang perbedaan berbagai kompor listrik, terus nanti efisiensinya berapa,” jelas Eniya.

Namun, Eniya belum menentukan angka pasti jumlah kompor yang aakaan dibgikan. Pihaknya masih menunggu hasil uji coba rampung untuk menghitung proyeksi konsumsi listrik per bulan serta estimasi harga kompor listrik tersebut.

“Nanti kita hitung konsumsi per bulan, terus kira-kira berapa harganya. Terus bagaimana konsepnya itu nanti kita bahas dulu dengan Pak Menteri,” jelas dia.

Berita Terkait

Satu di Sukabumi, 65 lokasi Kampung Nelayan Merah Putih dilengkapi cold storage
UU Ketenagakerjaan baru: Kini pekerja kontrak dan outsourcing dapat pesangon
Perubahan UU LLAJ No 22/2009, Kemenhub: Ojol jadi transportasi umum
Tak lagi Rp6 juta per hari, insentif dapur MBG dihitung Rp2.000 per porsi
Rincian denda untuk sopir, pengusaha truk dan pemilik barang ODOL, hingga Rp50 miliar
Manajer Kopdes Merah Putih tak ditempatkan sesuai domisili
BNN minta semua jenis vape dilarang
Diklaim lebih adil, pemerintah bakal beri bansos digital untuk desil 1 hingga 5 awal 2027

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 03:31 WIB

Satu di Sukabumi, 65 lokasi Kampung Nelayan Merah Putih dilengkapi cold storage

Kamis, 8 Oktober 2026 - 17:00 WIB

UU Ketenagakerjaan baru: Kini pekerja kontrak dan outsourcing dapat pesangon

Senin, 5 Oktober 2026 - 03:05 WIB

Perubahan UU LLAJ No 22/2009, Kemenhub: Ojol jadi transportasi umum

Jumat, 2 Oktober 2026 - 03:47 WIB

Tak lagi Rp6 juta per hari, insentif dapur MBG dihitung Rp2.000 per porsi

Rabu, 30 September 2026 - 12:05 WIB

Rincian denda untuk sopir, pengusaha truk dan pemilik barang ODOL, hingga Rp50 miliar

Berita Terbaru