Keluh kesah pedagang di pintu Tol Bocimi Seksi 2 Parungkuda Sukabumi

- Redaksi

Minggu, 24 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana di sekitar gerbang Tol Bocimi Seksi 2 - sukabumiheadline.com

Suasana di sekitar gerbang Tol Bocimi Seksi 2 - sukabumiheadline.com

sukabumiheadline.com – Kehadiran Jalan Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi) Seksi 2 tidak sepenuhnya membawa dampak ekonomi yang menjanjikan bagi warga di sekitar pintu tol yang terletak di Desa Sundawenang, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat itu.

Topikurohman (50) mengungkap pendapatannya sebagai pedagang terbilang membaik hanya jika musim libur panjang, selebihnya hanya impas.

Sebagai pedagang bubur ayam, warga Kampung Pangadegan RT 012/015 itu mengaku bisa mendapatkan keuntungan bersih Rp200 ribu jika musim long weekend. Kondisi sebaliknya justru jika week day, ia harus bersyukur jika bisa kembali modal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kalau musim libur panjang, lumayan bisa bawa pulang 200 ribu Rupiah ke rumah,” katanya kepada sukabumiheadline.com, Ahad (24/5/2026).

“Kalau hari biasa, bisa balik modal juga udah alhamdulillah,” imbuhnya.

Ia mengungkap jika dirinya dan para pedagang lainnya berjualan di atas tanah milik pemerintah. Karenanya, jika ke depan pemerintah memungut sewa lapak, ia memastikan tidak akan sanggup membayar.

“Makanya, kalau ke depannya ada penataan kawasan di sini terus dipungut sewa lapak, terus terang saya mah gak sanggup,” kata Topik.

“Sekarang saya bisa mencukupi kebutuhan, karena anak-anak sudah pada lulus sekolah. Kalau masih punya anak sekolah, saya mungkin memilih merantau lagi aja,” kata pria yang mengaku pernah merantau ke Sumatera Barat hingga Kalimantan dan Papua itu.

“Harapan saya, ya ekonomi segera membaik, dan kalau bisa ada pembinaan dari pemerintah untuk kami para pedagang kecil di sini,” pungkasnya.

Berita Terkait

Tips & trik A-Z merintis usaha toko pakaian di era belanja online plus konsep promosi dan pemasaran
Dampak Program MBG terhadap produksi 22 jenis sayuran di Sukabumi
Cek keuntungannya, pemerintah: Status driver ojol adalah UMKM, bukan pegawai
Sukabumi juara 3, daftar kota dan kabupaten yang warganya paling kreatif
Harga plastik tak kunjung turun, pelaku UMKM Sukabumi menangis
Amran ingin penghasilan petani kopi setara menteri, berapa produksi di Sukabumi?
1 tahun program MBG: Menghitung produksi sayuran dan buah di Sukabumi
Pria asal Sukabumi ini raup omzet Rp3 miliar per bulan hanya dari gula semut

Berita Terkait

Minggu, 16 Agustus 2026 - 09:43 WIB

Tips & trik A-Z merintis usaha toko pakaian di era belanja online plus konsep promosi dan pemasaran

Rabu, 12 Agustus 2026 - 01:13 WIB

Dampak Program MBG terhadap produksi 22 jenis sayuran di Sukabumi

Selasa, 11 Agustus 2026 - 19:58 WIB

Cek keuntungannya, pemerintah: Status driver ojol adalah UMKM, bukan pegawai

Senin, 3 Agustus 2026 - 23:30 WIB

Sukabumi juara 3, daftar kota dan kabupaten yang warganya paling kreatif

Jumat, 31 Juli 2026 - 06:42 WIB

Harga plastik tak kunjung turun, pelaku UMKM Sukabumi menangis

Berita Terbaru

Kawasan hutan primer (hijau) dan kawasan tutupan hutan yang hilang (pink) - GNW

Lingkungan

GNW: Sukabumi kehilangan 160 ha hutan primer basah dalam 4 tahun

Minggu, 16 Agu 2026 - 02:26 WIB

Ilustrasi Prabowo Subianto - sukabumiheadline.com

Nasional

Revisi UU, Prabowo mau izinkan kewarganegaraan ganda

Sabtu, 15 Agu 2026 - 20:00 WIB