Kisah Aliya, anak sopir asal Sukabumi melawan rindu demi cita-cita dokter

- Redaksi

Jumat, 26 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aliya Putri - Rumah Yatim

Aliya Putri - Rumah Yatim

sukabumiheadline.com – Bagi sebagian besar remaja berusia 13 tahun, rumah adalah tempat pulang paling hangat. Namun bagi Aliya Putri, makna “pulang” menjadi sesuatu yang kompleks sejak badai perceraian menghantam keluarganya saat ia masih duduk di bangku kelas 4 SD.

Lahir di Sukabumi pada Mei 2011, Aliya tumbuh sebagai anak ketiga dari empat bersaudara dalam balutan kasih sayang sederhana. Ayahnya, seorang sopir truk yang gigih, dan ibunya, seorang ibu rumah tangga, dulunya adalah pilar keharmonisan.

Namun, garis takdir membawa ibunya melintasi samudera menjadi Tenaga Kerja Wanita (TKW) demi menyambung napas pendidikan anak-anaknya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ibu bilang dia ingin kami bisa sekolah dengan baik,” kenang Aliya sebagaimana pengakuannya di media resmi Rumah Yatim, dikutip Jumat (26/6/2026).

Harapan untuk kembali merajut kehangatan sempat membuncah saat Lebaran 2023 tiba. Setelah bertahun-tahun hanya terhubung lewat suara di ujung telepon, Aliya akhirnya kembali menatap wajah sang ibu.

Namun, kebahagiaan itu hanya sekejap mata. Sang ibu memilih menetap sebagai buruh di Jakarta daripada pulang ke rumah mereka di Sukabumi.

“Keluarga kami yang dulu hangat dan utuh kini terasa terpecah belah,” ungkapnya.

Aliya sadar, terus meratapi perpisahan tak akan mengubah keadaan. Di tengah puing-puing kesedihan, ia memutuskan untuk mengambil langkah berani dengan menjemput masa depan. Pada 2023 menjadi titik balik saat ia diterima mukim di asrama Rumah Yatim Margahayu, Jawa Barat.

Keputusan menetap di asrama bukan karena ia tak punya tempat bernaung, melainkan sebuah strategi untuk fokus pada impiannya yang setinggi langit. Di balik seragam sekolahnya, tersimpan tekad baja untuk menjadi seorang dokter.

“Saya ingin sekolah setinggi mungkin. Saya ingin membuktikan kepada ibu bahwa keputusannya untuk pergi tidak sia-sia, dan saya ingin membahagiakan Bapak yang sudah berjuang keras,” tegas Aliya.

Kehidupan asrama menempa Aliya menjadi pribadi yang berbeda. Tak sekadar belajar teori di kelas, ia tumbuh menjadi remaja yang disiplin dan serba bisa.

Prestasinya tidak main-main, ia berhasil menyabet juara dalam lomba post-game tingkat SMP. Di sela waktu belajarnya, ia pun terampil mengolah adonan menjadi berbagai macam kue, sebuah keterampilan praktis yang ia siapkan sebagai bekal masa depan.

Setiap malam, di sela heningnya asrama, doa-doa tulus selalu ia panjatkan. Rindu pada keluarganya tetap ada, namun kini rindu itu bukan lagi beban, melainkan bahan bakar.

Bagi Aliya, setiap langkah kecil di asrama adalah investasi untuk senyum ayahnya dan pembuktian diri bagi ibunya. Ia percaya bahwa meski keluarganya tak lagi utuh secara fisik, kesuksesannya kelak akan menjadi pemersatu doa-doa mereka yang terpisah jarak.

Untuk informasi, Rumah Yatim adalah lembaga sosial nirlaba atau panti asuhan yang bertujuan untuk mengasuh, merawat, dan mendidik anak-anak yatim, piatu, serta anak dari keluarga kurang mampu (dhuafa) agar mendapatkan kehidupan dan pendidikan yang layak.

Di Indonesia, istilah ini juga merujuk secara spesifik pada nama yayasan besar berskala nasional, seperti Yayasan Rumah Yatim Arrohman Indonesia.

Sebagai sebuah lembaga resmi, fungsi dan layanan utamanya meliputi pengelolaan Lembaga Amil Zakat Nasional (LAZNAS) yang resmi menghimpun dan menyalurkan dana Zakat, Infak, Sedekah, dan Wakaf (ZISWAF).

Rumah Yatim juga memberikan bantuan biaya pendidikan (beasiswa), fasilitas asrama atau tempat tinggal, dan pembinaan karakter anak asuh.

Selain itu, menjalankan program kesehatan, bantuan kemanusiaan darurat bencana, dan program pemberdayaan ekonomi masyarakat dhuafa.

Berita Terkait

Pamer manuskrip turats ulama Pasundan, pengertian Haol Masyayikh di Sunanulhuda Sukabumi
Pondok Tahfidz Imtiaz Sukabumi, ponpes level internasional target santri 2 tahun hafal AlQuran
Ruben Onsu kian dekat dengan Sukabumi, ini momen belajar agama di Ponpes Darul Habib
Setia Untung Arimuladi: Santri di Sukabumi, Kasi Intel Kejari Cibadak, Wakil Jaksa Agung
Menziarahi dua makam ulama Serambi Gunung Salak di Cicurug Sukabumi
Mengenal KH Muhammad Ridwanullah, ulama Sukabumi penafsir kitab Alfiyah Ibnu Malik
Mengenal keunggulan Ponpes Al Firdaus Sukabumi, tempat alumni Gontor mengabdi
Kisah Ustadz Nurdin Kamil, penyandang tunanetra dari Sukabumi jadi imam di Masjid Gus Dur
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 26 Juni 2026 - 00:22 WIB

Kisah Aliya, anak sopir asal Sukabumi melawan rindu demi cita-cita dokter

Sabtu, 31 Januari 2026 - 20:19 WIB

Pamer manuskrip turats ulama Pasundan, pengertian Haol Masyayikh di Sunanulhuda Sukabumi

Jumat, 19 Desember 2025 - 16:49 WIB

Pondok Tahfidz Imtiaz Sukabumi, ponpes level internasional target santri 2 tahun hafal AlQuran

Kamis, 27 November 2025 - 00:53 WIB

Ruben Onsu kian dekat dengan Sukabumi, ini momen belajar agama di Ponpes Darul Habib

Kamis, 13 November 2025 - 05:58 WIB

Setia Untung Arimuladi: Santri di Sukabumi, Kasi Intel Kejari Cibadak, Wakil Jaksa Agung

Berita Terbaru

Ilustrasi pelajar melewati jalan rusak - sukabumiheadline.com

Pendidikan

28,76 persen anak di Kabupaten Sukabumi hanya berijazah SMP

Kamis, 25 Jun 2026 - 22:07 WIB