sukabumiheadline.com – Moh. Umar Amarudin, seorang driver ojek online (ojol) asal Kampung Sukamukti RT 001/001, Desa/Kecamatan Cikidang, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, terbaring lemah di ruang perawatan RS Pelni, Petamburan, Jakarta (sebelumnya disebut di RSCM), Jumat (28/8/2025).
Diberitakan sukabumiheadline.com sebelumnya, pria 30 tahun itu menjadi korban korban kebrutalan 7 Brimob dalam kericuhan demo di Petamburan, Kamis (27/8/2025).
Diketahui, Umar tidak terlibat dalam demo tersebut. Ia ngekos di kawasan Slipi, Jakarta Barat, bersama adik bungsunya, dan sudah 5 tahun terakhir menjadi ojol.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Bahkan seperti diungkapkan sang kakak, Siti Nur Aisyah (31), Umar tidak terlibat dalam aksi unjuk rasa kemarin. Saat itu, Umar sedang menurunkan penumpang, tiba-tiba diduga ditarik oleh oknum petugas pengamanan demo dan diduga dipukuli hingga mengalami luka di dada hingga patah tangan.
“Dikira polisi ikut demo, padahal lagi nurunin penumpang terus ditarik. Dia kena pukul. Bagian rahang geser, terus keretakan di dada, katanya sih tangannya patah,” kata Aisyah, Jumat.
Aisyah mengatakan, keluarga sangat merasa sedih atas kejadian tersebut. Keluarga pun tidak menyangka Umar akan menjadi korban dalam demo itu.
Awalnya, keluarga mendapatkan kabar Umar meninggal dunia terlindas mobil Rantis Brimob. Diketahui, satu korban lainnya, Affan Kurniawan asal Jakarta meninggal dunia.
“Sedih, soalnya kan pertama dapat kabar itu meninggal, tapi pada kenyataannya itu hanya identitas dia aja yang dipake,” kata Aisyah.
“Belum tahu kondisi terkini Umar, cuma katanya masih nunggu hasil rontgen dari dokter,” ucap Aisyah.
Menurut Aisyah, Umar saat ini masih menjalani perawatan di RS Pelni, Jakarta yang tidak jauh dari lokasi kejadian. Keluarga pun berharap keadilan diberikan kepada Umar.
“Kami berharap ada keadilan,” tuntut Aisyah.
Ibu dan 10 saudara Umar terlihat harap-harap cemas menunggu kabar kondisi Umar di Jakarta. Baca selengkapnya: Kondisi terkini Umar, ojol asal Sukabumi dilindas Barakuda Brimob