Komnas HAM: Tahanan Polres Jaksel Tewas Diminta Bayar Biaya Kamar Rp15 Juta

- Redaksi

Kamis, 21 April 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kantor Komnas HAM. l Istimewa

Kantor Komnas HAM. l Istimewa

SUKABUMIHEADLINES.com l Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menyatakan tahanan narkoba Polres Jakarta Selatan, Freddy Nicolaus yang tewas sempat dimintai uang senilai Rp15 juta oleh oknum polisi. Uang itu diperuntukkan biaya kamar tahanan.

“Selama ditahan, saudara Freddy dimintakan uang sebanyak Rp15 juta sebagai biaya kamar selama berada ditahan di Polres Jakarta Selatan,” ungkap Analis Pelanggaran HAM Komnas HAM Nina Chesly, dikutip dari sindonews.com, Rabu (20/4/2022).

Sementara, diberitakan cnnindonesia.com, Nina menjelaskan, hal itu dibuktikan dari komunikasi antara Freddy dengan pihak keluarga dan teman-temannya yang diperoleh Komnas HAM. Namun, keluarga Freddy hanya bisa menyanggupi pengiriman uang sekira Rp3 juta saja.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Terdapat bukti transfer pengiriman uang ke dua nomor rekening yang diberikan korban dengan total uang Rp3.350.000,” jelasnya.

Akibat tidak memenuhi biaya yang diminta oleh pihak kepolisian, jatah makan Freddy dikurangi. Menurut Nina, saat di tahanan yang bersangkutan tidak menerima makan pagi.

“Korban menyampaikan kepada keluarga tidak mendapatkan makan pagi dan hanya mendapatkan makanan dua kali sehari. Korban juga menyampaikan bahwa tidak mendapatkan makanan karena tidak memenuhi biaya kamar,” jelasnya.

Dilansir suara.com, keluarga tahanan kasus narkoba Polres Jakarta Selatan, Freddy Nicolaus Siagian (33) yang tewas di RS Polri karena demam menduga ada kejanggalan atas kematian Freddy. Maka itu, pihak keluarga telah melapor ke Komnas HAM.

“Kami sudah dengar hasil autopsi (sementara) dan dari beberapa kerabat yang melihat kejanggalan sehingga kami menduga ada pelanggaran HAM,” kata Kuasa Hukum Keluarga Freddy, Antonius Badar Karwahyu, Kamis (20/1/2022).

Saat ini, jenazah Freddy sudah dimakamkan di TPU Bambu Apus II, Jakarta Timur pada Senin, 17 Januari lalu. Jenazah Freddy telah diautopsi di RS Polri Kramat Jati atas permintaan pihak keluarga Freddy pada penyidik Polres Jakarta Selatan lantaran keluarga melihat sejumlah luka tak wajar.

Berita Terkait

Sadap HP Presiden, Listyo Sigit Prabowo dipecat dari Kepala Staf Kepresidenan
Mahfud MD: Listyo Sigit Prabowo pelaku kejahatan terjahat sepanjang sejarah
Tidak ada Wapres Gibran dalam daftar pejabat yang disadap Listyo Sigit cs
Soal isu penangkapan Jenderal Polisi Listyo Sigit dugaan penyadapan Prabowo
Sukabumi masuk top 10 daerah dengan penduduk terbanyak di Indonesia
MA nyatakan suket ijazah Gibran tak sah, Mahfud MD dorong proses pidana
Muncul seruan boikot Le Minerale dipicu video aksi
Pemuda Sunda harus berdaya di bidang ekonomi dan pendidikan

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 12:21 WIB

Sadap HP Presiden, Listyo Sigit Prabowo dipecat dari Kepala Staf Kepresidenan

Rabu, 4 November 2026 - 11:52 WIB

Mahfud MD: Listyo Sigit Prabowo pelaku kejahatan terjahat sepanjang sejarah

Selasa, 3 November 2026 - 23:00 WIB

Tidak ada Wapres Gibran dalam daftar pejabat yang disadap Listyo Sigit cs

Selasa, 3 November 2026 - 18:41 WIB

Soal isu penangkapan Jenderal Polisi Listyo Sigit dugaan penyadapan Prabowo

Minggu, 1 November 2026 - 19:04 WIB

Sukabumi masuk top 10 daerah dengan penduduk terbanyak di Indonesia

Berita Terbaru