SUKABUMIHEADLINE.com l CICURUG – Jalan Nasional rusak dan bergelombang di wilayah Cicurug, tepatnya di Kampung/Desa Benda RT 01/01, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, kembali menelan korban jiwa. Sabtu 21/5/2022) malam.
Kepala korban, seorang perempuan yang belum diketahui identitasnya, itu membentur aspal ketika sepeda motor bernopol F 5903 EO yang ditumpangi tergelincir saat akan menyalip kendaraan lain di depannya.
Saat itu, motor yang dikendarai suami korban terjatuh karena jalan yang dilalui bergelombang. Korban meninggal di lokasi kejadian karena luka parah di kepala.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT

Seruan Aksi Benda Menggugat
Diketahui korban lakalantas maut pada Sabtu malam merupakan korban tewas keempat akibat terjatuh saat melintas di Jalan Nasional penghubung Bogor-Sukabumi yang rusak dan bergelombang.
Miris dengan kondisi yang dinilai dibiarkan, warga Desa Benda, Kecamatan Cicurug, menyerukan aksi turun ke jalan. Viral di media sosial seruan kepada warga Benda untuk melakukan protes di Jalan Nasional tersebut, pada Ahad (22/5/2022) pagi pukul 10.00 WIB.
“BENDA BERDUKA BENDA MENGGUGAT, Undangan Terbuka untuk Seluruh Pemuda Desa Benda. BERONTAK DEMI PERBAIKAN JALAN.” Demikian bunyi tulisan pada poster yang beredar di media sosial Facebook dan WhatsApp.
Dengan nada bercanda, akun Facebook Andri Zulkarnaen, misalnya melontarkan ide agar Jalan Nasional tersebut diportal saja. “Pasang portal.. kendaraan gede plus pemerintah sekali lewat bayar 100rb,” tulis Andri dikutip sukabumiheadline.com, Ahad pagi.
“Kerahkan warga semua @ tutup jembatan untuk mengadakan beberapa jam syukuran pengajian # Hadirkan tokoh2 masyarakat setempat minta lah sumbangan dari warga setempat @ jangan mengadakan syukuran pribadi di rumah ataw di masjid syukuran di jalan di JPO # pengajian # dan makan bareng seadanya dari sumbangan tadi @ hadiahken tawasulkan ke sesepuh yg sudah meninggal @ warga situ @ itu tumbal jembatan ssb yg saya lihat mulai oleng nya motor pas dari jembatan itu jangan menyalahkan siapapun,” timpal akun Fazrin Heny.