Loyalis Anies Ingin Perubahan, Politikus Golkar: Utang Negara Rp20.750 Triliun

- Redaksi

Minggu, 11 Juni 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi utang negara. l Istimewa

Ilustrasi utang negara. l Istimewa

sukabumiheadline.com l Kondisi utang Indonesia tak habis-habisnya jadi perbincangan publik. Mantan Rektor Ibnu Chaldun, Musni Umar menyebut kondisi utang Indonesia mengerikan.

Mengerikan sekali besarnya utang Indonesia yang tembus Rp20.750 triliun. Kata Pak JK berutang itu mudah, yang susah membayarnya,” ucapnya dalam unggahannya di Twitter, dikutip sukabumiheadline.com, Ahad (11/6/2023).

Loyalis Anies Baswedan ini menyindir pemerintah yang masih sibuk melakukan pembangunan tanpa adanya skala prioritas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sudah besar utang tidak ada skala prioritas dalam pembangunan. Masih bangun kereta cepat Jakarta-Bandung, IKN dll. Maka perubahan merupakan keniscayaan untuk selamatkan Indonesia,” tambah Sosiolog ini.

Sementara, Anggota Komisi XI DPR RI, Muhammad Misbakhun mengaku telah menghitung jumlah utang Negara yang ideal dan seharusnya untuk saat ini.

Dijelaskan, jumlah Utang yang dicatat sebesar Rp7.900 triliun saat ini adalah jumlah utang yang terkait langsung dengan pembiayaan di APBN yang menggunakan mekanisme pemerintah menerbitkan surat utang negara.

“Jumlah itu adalah akumulasi utang sejak NKRI berdiri 1945 dengan semua periode presiden. Pada periode jaman Pak SBY total utang mencapai hampir 3.000 triliun,” beber Misbakhun.

Namun, ada utang negara dalam bentuk lain. Namanya contigency debt. Contigency debt adalah utang yang dilakukan oleh pihak atas nama negara dengan jaminan dari negara yang secara langsung atau tidak langsung berisiko pada negara yang akan masuk dalam mekanisme risiko yang ditanggung oleh APBN.

Baca Juga :  Kisruh PDIP, Megawati Disebut akan Disingkirkan Kelompok Jokowi

Utang yang masuk dalam karegori contigency debt ini adalah utang BUMN.

Dalam neraca negara, saham negara di BUMN diakui sebagai assets negara yang dipisahkan tapi utangnya tidak diakui dalam pencatatan negara sebagai utang padahal risiko utang BUMN ini apabila mengalami gagal bayar dan permasalahan berdampak langsung dan membuat postur APBN berubah pada sisi belanja karena harus membuat langkah-langkah penyelamatan BUMN yg bermasalah tersebut.

Dia mencontohkan ketika Jiwasraya mengalami proses gagal bayar, negara sebagai pemegang saham Jiwasraya melakukan upaya bail-in sebesar Rp20 triliun untuk membayar upaya penyelamatan melalui mekanisme penyertaan modal negara (PMN) pada postur belanja walaupun disebut sebagai investasi (istilah APBN).

Risiko lainnya adalah kasus gagal bayar Garuda Indonesia yang kena gugatan PKPU karena gagal bayar sewa pesawat dan negara memberikan PMN Rp7,5 triliun melalui mekanisme PMN pada belanja di APBN.

Pada beberapa kasus BUMN seperti Merpati, Kertas Leces dan lainnya mekanisme risiko langsung penanganan penyelesaian utang-utang mereka melalui mekanisme APBN.

Akumulasi utang BUMN saat ini ada sekitar 6.710 triliun (Kontan) tahun 2021 + 1.640 triliun hanya untuk 2022 = 8.350 triliun total utang BUMN

Ada lagi utang yang belum dicatat dalam Neraca Negara yaitu utang atau kewajiban negara untuk membayar pensiun para ASN dan TNI-Polri yang belum pernah dimasukkan hitungan aktuarianya sebagai kewajiban negara yang harus dibayar sesuai jatuh temponya. Total estimasinya sekitar Rp4.500 triliun.

Baca Juga :  Pedagang Cendol Minta Jokowi Tiga Periode Ngaku Diberi Uang

Disebutkan, apabila dicatat dengan mekanisme akuntansi maka estimasi total semua utang dalam neraca negara, jumlah nya adalah Rp20.750 triliun.

“7.900 + 8.350 + 4.500 = 20.750 triliun. Grand Total Jumlah Utang Negara kita saat ini dengan asumsi hitungan yang saya sampaikan di atas,” tambahnya.

“Saya ulangi lagi perhitungan utang di atas sebagai update per kuartal pertama 2023. Karena, ada beberapa media mengangkat isi diskusi saya di wa group pada tahun lalu (2022) soal jumlah utang 17.500 triliun, seakan itu tulisan artikel saya dan sedang ramai menjadi pembicaraan,” lanjutnya.

Data ini kata dia didapatkan dalam perjalanan waktu sebagai anggota DPR.

“Isu ini juga saya sampaikan beberapa kali ke pemerintah termasuk Menteri @KemenkeuRI . Ini menjadi concern bersama karena setiap tahun selalu ada rekomendasi dari @bpkri soal rekomendasi-rekomendasi menuju ke arah pencatatan sistem akuntansi keuangan negara yang ideal,” jelasnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, konsepsi ideal dihadapkan pada praktek yang ada berdasarkan aturan yang belum ideal dimana praktek bernegara itu sebagai proses berjalan yang perlu perbaikan-perbaikan sehingga harus ada perbaikan menuju keadaan ideal.

“Konsep akuntansi harus dipahami karena pencatatan pada risiko-risiko yang menjadi tanggung jawab negara itu bisa diukur sejak awal. Menghadapi manusia yang lemah dalam membangun narasi besar untuk kemajuan bangsa kita serahkan kepada masyarakat untuk menilai,” pungkas politisi Golkar ini.

Berita Terkait

Untuk tahu/tempe 70% masih impor, segini kebutuhan dan produksi kedelai di Sukabumi
Kolang-kaling Sukabumi, kecamatan penghasil dan manfaatnya bagi kesehatan
Kementerian PU: Konstruksi Jalan Tol Bocimi Seksi 3, Parungkuda-Sukabumi Barat 71,95%
20 kecamatan teratas penghasil cabai rawit Sukabumi, konsisten meskipun harga fluktuatif
1,2 juta kuintal per tahun! Ini top 10 kecamatan penghasil pisang terbesar di Sukabumi
5+3 inovasi bahan baku genteng: Tak harus lempung, dari sabut kelapa hingga graphene
Daftar negara tujuan ekspor ubi kayu Sukabumi dan olahan
30 kecamatan penghasil jengkol di Sukabumi, Jawa Barat surganya

Berita Terkait

Senin, 9 Februari 2026 - 22:10 WIB

Untuk tahu/tempe 70% masih impor, segini kebutuhan dan produksi kedelai di Sukabumi

Senin, 9 Februari 2026 - 18:50 WIB

Kolang-kaling Sukabumi, kecamatan penghasil dan manfaatnya bagi kesehatan

Senin, 9 Februari 2026 - 02:39 WIB

Kementerian PU: Konstruksi Jalan Tol Bocimi Seksi 3, Parungkuda-Sukabumi Barat 71,95%

Minggu, 8 Februari 2026 - 04:41 WIB

20 kecamatan teratas penghasil cabai rawit Sukabumi, konsisten meskipun harga fluktuatif

Sabtu, 7 Februari 2026 - 15:32 WIB

1,2 juta kuintal per tahun! Ini top 10 kecamatan penghasil pisang terbesar di Sukabumi

Berita Terbaru

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa - sukabuniheadline.com

Nasional

Pemerintah bakal hapus tunggakan iuran BPJS Kesehatan

Selasa, 10 Feb 2026 - 00:38 WIB


Notice: Fungsi WP_Styles::add ditulis secara tidak benar. The style with the handle "thickbox" was enqueued with dependencies that are not registered: dashicons. Silakan lihat Debugging di WordPress untuk informasi lebih lanjut. (Pesan ini ditambahkan pada versi 6.9.1.) in /home/sukaheadline/htdocs/sukabumiheadline.com/wp-includes/functions.php on line 6131