Luas sawah di Kabupaten Sukabumi terus menyusut, ancaman bagi swasembada pangan

- Redaksi

Rabu, 14 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi kompleks perumahan di tengah area persawahan - sukabumiheadline.com

Ilustrasi kompleks perumahan di tengah area persawahan - sukabumiheadline.com

sukabumiheadline.com – Lahan pertanian produktif terus berkurang akibat konversi menjadi non-pertanian. Kondisi ini menjadi ancaman terbesar, karena berkurangnya luas lahan pertanian akibat konversi menjadi permukiman dan infrastruktur, pertambangan, hingga bencana alam mengancam ketersediaan pangan lokal.

Di Kabupaten Sukabum, tren penurunan lahan sawah terus terjadi secara bertahap. Pada 2020 tercatat sisa lahan sawah sekitar 56.873 hektar, namun angka ini terus tertekan oleh pembangunan.

Penyusutan lahan didorong oleh beberapa faktor krusial, seperti Tingginya pertumbuhan penduduk meningkatkan kebutuhan akan lahan perumahan dan properti. Lalu, perluasan industri di wilayah Kabupaten Sukabumi sering kali mengambil alih lahan produktif. Hingga faktor bencana alam seperti banjir dan tanah longsor (seperti yang terjadi di akhir 2024) turut merusak struktur tanah dan mengubah fungsi lahan. 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sementara itu di Kota Sukabumi, urbanisasi, investasi industri, dan perubahan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang kurang mempertimbangkan keberlanjutan pertanian juga membuat lahan pertanian terus menyusut signifikan setiap tahunnya. 

Padahal, Kota Sukabumi bukan daerah sentra produksi pangan, sehingga pasokan pangan sangat bergantung dari daerah sekitar, terutama Kabupaten Sukabumi. Sementara itu, luas lahan pertanian di kota ini, berkurang sekira 26 hektar pada 2024 yang dikarenakan meningkatnya alih fungsi lahan pertanian seperti menjadi permukiman atau fasilitas lainnya. Baca selengkapnya: 5 tantangan dan ancaman sektor pertanian di Sukabumi

“Pada 2023 luas lahan pertanian di Kota Sukabumi sekitar 1.321 hektar, tetapi pada tahun ini menjadi 1.295 hektar atau berkurang 26 hektar,” kata Asisten Daerah Perekonomian dan Pembangunan Kota Sukabumi Nuraeni Komarudin, beberapa waktu lalu.

Sementara itu, Ketua Serikat Petani Indonesia (SPI) Sukabumi, Rozak Daud menyebut pemerintah hanya tau membangun.

“Pemerintah hanya tahu membangun, tapi lupa berkebun,” kata Rozak kepada sukabumiheadline.com, Rabu (14/1/2026).

Luas sawah di Kabupaten Sukabumi

Luas sawah di Kabupaten Sukabumi tidak disebutkan secara pasti sebagai satu angka tunggal, tetapi target luas tambah tanam (LTT) padi pada 2025 adalah 216.456 hektar, dengan realisasi hingga November 2025 mencapai 169.697 hektar.

Angka itu diklaim menunjukkan progres positif menuju target tersebut, dengan total lahan pertanian irigasi sekitar 46.000 Ha dan non-irigasi sekitar 18.066 Ha (data lama).

Detail data 2025

  • Target LTT 2025: 216.456 hektar untuk tanam padi sawah.
  • Realisasi LTT (per November 2025): 169.697 hektar (sekitar 78,40% dari target).
  • Luas Lahan Pertanian (Data Lama): Sekitar 46.000 hektar untuk irigasi dan 18.066 hektar untuk non-irigasi (padi gogo), total sekitar 64.066 hektar.

Dengan demikian, target tanam padi tahun 2025 sangat tinggi, yakni 216.456 hektar. Angka tersebut melampaui luas lahan baku yang ada, sekaligus menunjukkan fokus pada intensifikasi dan penanaman berulang di lahan yang sama (LTT), bukan hanya luas lahan baku sawah.

Sedangkan data dari tahun sebelumnya (2024), yakni sekira 64.066 hektar, mengindikasikan luas sawah baku, namun target 2025 mencerminkan upaya maksimal untuk mencapai swasembada pangan.

Baca Juga: Dedi Mulyadi akan terbitkan pergub larangan alih fungsi lahan perkebunan dan pertanian

Ilustrasi petani sedang menanam padi di sawah - sukabumiheadline.com
Ilustrasi petani sedang menanam padi di sawah – sukabumiheadline.com

Terus menyusut

Di sisi lain, luas sawah di Kabupaten Sukabumi mengalami penyusutan dari sekitar 66.000 hektar menjadi sekitar 56.000-58.000 hektar pada awa 2020-an, akibat alih fungsi lahan untuk pembangunan. Meskipun demikian, data pasti bervariasi tergantung tahun survei. Untuk data 2022, menunjukkan luas areal tanam padi sawah mencapai 126.415 hektar, kemungkinan termasuk lahan irigasi dan non-irigasi.

Rincian penyusutan lahan 

  • Awal 2020-an: Penyusutan terjadi dari sekitar 66.000 hektar menjadi 56.783 hektar atau 55.553 hektar karena alih fungsi lahan.
  • Data 2022 (Open Data Jabar): Luas areal tanam padi sawah tercatat 126.415 hektar (ini bisa mencakup sawah irigasi dan non-irigasi).

Berita Terkait

Profil Wilhelmina, Ratu Belanda yng enggan melihat warga Sukabumi bahagia
Jumlah PHK di Sukabumi Juni 2026, nasional 32.389 kasus, terbanyak Jawa Barat
9 tahun menanti ganti rugi Jalan Tol Bocimi, warga Sukabumi meninggal dunia, rumah mau ambruk
Jomplang! Setiap 26 ribu jiwa perempuan Kota Sukabumi diwakili satu anggota DPRD
Melawan kampanye “marriage is scary”, Gen Z Sukabumi malah terbentur tradisi
Top 10 kecamatan lumbung padi Sukabumi, bandingkan dengan Jawa Barat dan Indonesia
Luas panen sayuran dan buah di Sukabumi menyusut meskipun ada program MBG
5 Wanita Sukabumi ungkap alasan bersedia jadi istri kedua

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 04:52 WIB

Profil Wilhelmina, Ratu Belanda yng enggan melihat warga Sukabumi bahagia

Senin, 20 Juli 2026 - 01:50 WIB

Jumlah PHK di Sukabumi Juni 2026, nasional 32.389 kasus, terbanyak Jawa Barat

Rabu, 15 Juli 2026 - 00:01 WIB

9 tahun menanti ganti rugi Jalan Tol Bocimi, warga Sukabumi meninggal dunia, rumah mau ambruk

Selasa, 14 Juli 2026 - 04:23 WIB

Jomplang! Setiap 26 ribu jiwa perempuan Kota Sukabumi diwakili satu anggota DPRD

Minggu, 12 Juli 2026 - 01:35 WIB

Melawan kampanye “marriage is scary”, Gen Z Sukabumi malah terbentur tradisi

Berita Terbaru

Honda PCX 160 2026 lebih irit BBM, 1 liter untuk 45 KM, cek harganya - Honda

Bisnis

5 motor terpopuler dan terlaris di Indonesia 2026

Rabu, 5 Agu 2026 - 02:47 WIB

Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Sukabumi: Raperda PPT PKSDA dan evaluasi APBD 2026 - Setwan DPRD Kabupaten Sukabumi

Legislatif

DPRD Kabupaten Sukabumi bentuk Pansus perubahan Perumda TJM

Selasa, 4 Agu 2026 - 20:07 WIB