sukabumiheadline.com – Sekira puluhan ribu kendaraan setiap hari melintasi Jalan Nasional ruas Bogor-Sukabumi, baik dari arah Bogor maupun Jakarta via Jalan Tol Bocimi Seksi 2 dengan exit toll di Sundawenang.
Kendaraan pribadi jenis bus, minibus, sepeda motor, hingga pickup yang diberi saung dari terpal, siang hingga larut malam memadati jalanan. Dari pantauan sukabumiheadline.com, sejak Ahad (22/3/2026), kendaraan mengular hingga Senin (23/3/2026) pukul 02.30 WIB.
Demikian dengan Senin siang, kendaraan kembali terpantau mengular di sekitar exit toll. Ribuan kendaraan tersebut didominasi nomor polisi B dan F Bogor, tujuan berbagai tempat wisata alam di wilayah selatan Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Salah seorang warga Parungkuda, Dodi Ruhiyat mengaku tidak habis pikir puluhan ribu orang setiap hari rela bermacet-macetan hanya untuk melihat pantai, mengisi musim libur Idul Fitri 1447 H /2026 M.
“Setiap tahun kan begini, kok gak pada kapok gitu ya. Pusing juga kita warga di sini jadi susah ke mana-mana,” katanya.
Sementara itu, memasuki hari kedua libur Idulfitri 1447 H /2026 M, wisatawan memadati kawasan Pantai Karanghawu, Kecamatan Cisolok. Tak hanya di kawasan Pantai Karanghawu, sejumlah titik pantai lain di kawasan Palabuhanratu dan sekitarnya juga dipadati wisatawan. Mulai dari Pantai Citepus, Pantai Istiqomah, Karangnaya hingga sejumlah titik pantai di Cimaja juga dipadati wisatawan.
Parkiran di sejumlah titik pantai termasuk di Pantai Karanghawu terlihat dipadati kendaraan pribadi, baik roda dua maupun roda empat. Tak sedikit terlihat mobil bak terbuka dan bus pariwisata juga terlihat terparkir di kawasan pantai.
Petugas pengamanan baik dari kepolisian maupun instansi terkait lainnya juga terlihat terus mengimbau wisatawan agar tidak berenang terlalu ke tengah.
Terlebih saat ini nampak ombak pasang, ombak di kawasan Pantai Karanghawu pun terlihat sampai menutupi area karang. Kendaraan, wisatawan terlihat datang dari berbagai daerah luar Sukabumi, seperti Bogor, Cianjur, Bandung, hingga Jakarta.
Mereka berbaur dengan wisatawan lokal dari wilayah utara Sukabumi yang datang dari berbagai kecamatan.









