22.2 C
Sukabumi
Minggu, Mei 26, 2024

Honda AMAX 160, skutik futuristik performa unggul jadi penantang Yamaha Aerox

sukabumiheadline.com - Honda kembali menggebrak pasar skutik...

Smartphone dengan Peforma Mewah, Spesifikasi Xiaomi 13T Dilengkapi Kamera Leica

sukabumiheadline.com - Xiaomi selalu menjadi incaran bagi...

Masjid Besar Qubbatul Islam, Jejak Peninggalan Presiden Soeharto di Cisaat Sukabumi

Gaya hidupMasjid Besar Qubbatul Islam, Jejak Peninggalan Presiden Soeharto di Cisaat Sukabumi

SUKABUMIHEADLINE.com l CISAAT – Tidak banyak yang mengetahui jika Masjid Besar Qubbatul Islam yang berada di Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, merupakan jejak peninggalan Presiden Indonesia ke-2 HM Soeharto. Meskipun telah mengalami beberapa kali renovasi, namun kekhasannya masih tetap terjaga hingga kini.

Kekhasan masjid yang rutin digunakan warga sekitar beribadah shalat dan syiar Islam itu, adalah pada model bagian atap tumpang tiga dan memiliki toilet dengan konsep underground. Tak hanya itu, kekhasan lainnya adalah penggunaan genteng kayu Ulin yang dikenal tahan terhadap air.

Sejatinya, masjid yang berada di kawasan Alun-alun Kecamatan Cisaat tersebut, pertama kali didirikan pada tahun 1905. Kemudian menjadi salah satu dari lima masjid di Kabupaten Sukabumi yang dibangun atas inisiatif almarhum HM Soeharto pada tahun 1982 melalui Yayasan Amal Bhakti Muslim Pancasila (YAMP).

Masjid Besar Qubbatul Islam menjadi salah satu ikon Kota Cisaat dan berada satu kompleks dengan Kantor Kecamatan, KUA, Islamic Center, Kantor UPTD Pemadam Kebakaran, dan Gedung BAZNAS Kabupaten Sukabumi.

Masjid ini telah dilakukan pemugaran dan penambahan aksen tanpa mengubah konsep awal, hasilnya menjadi masjid yang lebih modern walaupun tidak terlalu megah.

Namun sayangnya, jika sebelumnya masjid ini memiliki taman di bagian depan, tapi kini telah berubah menjadi area parkir beraspal. Sehingga, kesan gersangpun menjadi terasa. Padahal, di bagian belakang masjid terdapat lapangan parkir luas menyatu dengan area parkir Gedung Islamic Center.

Tak hanya itu, pada malam hari, masjid ini menjadi sulit untuk dilihat karena tertutup oleh banyaknya pedagang kaki lima di bagian depan sekitar masjid.

Masjid Besar Qubbatul Islam Cisaat. l Istimewa

 

Lima Masjid Dibangun YAMP di Kabupaten Sukabumi

Ketika masih berkuasa, Presiden Indonesia ke-2 HM Suharto banyak membangun masjid di berbagai pelosok tanah air.

Sejak tahun 1982, melalui YAMP, Soeharto mengajak seluruh pegawai negeri sipil (PNS) dan TNI/Polri untuk menghimpun dan menyalurkan dana sedekah untuk membangun 999 masjid di seluruh Indonesia.

Alwi Shahab mengungkap, hal mendasar Soeharto membangun masjid melalui YAMP tidak lain sebagai sarana beribadah, sekaligus keberadaannya menjadi simbol bagi terwujudnya persatuan dan kesatuan masyarakat dalam bingkai ukhuwah Islamiyah.

Adapun, inisiatif mendirikan YAMP ketika itu, adalah karena kemampuan pemerintah untuk memenuhi kebutuhan umat Islam sangat terbatas. Ajakan Pak Harto untuk memberikan sedekah tersebut kemudian ditanggapi Korpri (1982) dan anggota TNI/ABRI melalui surat Panglima ABRI Jenderal Benny Moerdani.

Besaran dana sedekah yang berasal dari PNS dan TNI/Polri yang beragama Islam berbeda-beda, Rp50 (golongan I), Rp100 (golongan II), Rp500 (golongan III), dan Rp1.000 (golongan IV), berdasarkan jenjang masing-masing pegawai.

Dari sekian banyak masjid yang dibangun, lima di antaranya ada di lima kecamatan di Kabupaten Sukabumi, yakni di Cisaat, Nagrak, Jampang Kulon, Sukaraja dan Bojonggenteng.

Adapun, kelima masjid itu adalah Masjid Agung Pesantren Daarul Mutallimin yang terletak di Kecamatan Sukaraja, Masjid Besar Qubbatul Islam di Kecamatan Cisaat, Masjid Agung Jampang Kulon di Jalan Alun-alun Desa Jampang Kulon, Masjid Agung At Taqwa di Kecamatan Nagrak, dan Masjid Agung Bojonggenteng di Desa Berkah.

Konten Lainnya

Content TAGS

Konten Populer