sukabumiheadline.com – PT Persib Bandung Bermartabat yang menaungi klub sepak bola Persib Bandung merencanakan untuk melakukan penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada awal tahun 2026.
Hal itu dikemukakan Direktur Utama PT PBB, Glenn Timothy Sugita usai Maung Bandung sukses back to back juara liga, pertengahan tahun lalu.
“Langkah menuju IPO bukan lagi mimpi tapi sesuatu yang bisa diwujudkan,” kata Glenn Sugita.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pernyataan itu mendapat respons dari Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, yang juga menghadiri perayaan kemenangan Persib Bandung di BRI Liga 1. Ia bahkan mengaku siap memberi dukungan dana kepada Persib hingga Rp100 miliar. Baca selengkapnya: Persib masuk bursa efek, Menteri PKP akan investasi Rp100 M, berharta Rp1,5 T ini rinciannya
Kabar terkini IPO Persib Bandung

Nah, buat yang belum memahami apa itu IPO dan bagaimana prosedurnya, simak ulasan poin-poin utama terkait rencana tersebut:
- Tujuan IPO: Langkah ini diambil untuk memperkuat kemandirian finansial klub dan memberikan kesempatan bagi pendukung (Bobotoh) untuk memiliki saham klub secara langsung. Perusahaan melakukan IPO untuk mendapatkan dana segar yang dapat digunakan untuk berbagai keperluan, seperti ekspansi bisnis, memperkuat keuangan, atau membayar utang. IPO melibatkan berbagai tahapan, termasuk persiapan internal, penunjukan lembaga penunjang, pengajuan ke OJK, dan penawaran saham kepada publik.
- Pengertian IPO: IPO atau Initial Public Offering adalah proses penawaran saham perdana yang dilakukan oleh perusahaan untuk pertama kalinya kepada publik, sehingga menjadi perusahaan terbuka (PT Terbuka) dan sahamnya dapat diperdagangkan di bursa efek untuk mendapatkan dana dari masyarakat luas dan menjadi pemegang saham baru. Baca selengkapnya: Rencana Persib listing di Bursa Efek Indonesia, ini ulasan tujuan dan proses IPO
- Manfaat IPO: Selain bagi perusahaan, IPO juga memberikan manfaat bagi investor, yaitu kesempatan untuk memiliki saham perusahaan dan berpotensi mendapatkan keuntungan dari kenaikan harga saham (capital gain) atau dividen.
- Persentase Saham: Persib dikabarkan berencana melepas sekitar 45% saham ke publik.
- Minat Investor: Tokoh publik seperti Maruarar Sirait telah menyatakan minatnya untuk berinvestasi hingga Rp100 miliar dalam IPO ini.
- Status Regulasi: Hingga pertengahan 2025, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan belum menerima permohonan resmi dari Persib, namun pihak bursa telah memberikan respon positif terhadap rencana tersebut.
Jika terealisasi, Persib akan menjadi klub sepak bola kedua di Indonesia yang melantai di bursa saham setelah Bali United FC.
Penjelasan OJK

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut sudah ada 21 perusahaan yang masuk dalam antrean atau pipeline IPO di Bursa Efek Indonesia (BEI). Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK, Inarno Djajadi, mengatakan nilai emisi dari 21 calon perusahaan terbuka itu mencapai Rp3,99 triliun.
Sementara itu total antrean penghimpunan dana secara keseluruhan—termasuk emisi di luar IPO, mencapai Rp74,94 triliun dari 85 emiten.
“Penghimpunan dana di pasar modal masih dalam tren yang cukup positif,” kata Inarno, dalam keterangan resminya beberapa waktu lalu, dikutip dari laman resminya.
Dari 21 perusahaan yang akan IPO, nama PT Persib Bandung Bermartabat, turut menjadi sorotan. Pasalnya, pimpinan Persib sempat menyampaikan rencana IPO yang ditargetkan berlangsung pada 2026 itu, dalam perayaan kemenangan Persib di BRI Liga 1 2024/2025, akhir Mei kemarin.
Meskipun demikian, Inarno menyebut pihaknya belum menerima komunikasi resmi dari Manajemen Persib, maupun pernyataan pendaftaran untuk IPO.
“Belum diajukan untuk Persib,” imbuhnya.
Namun Inarno menilai peluang klub sepak bola menghimpun dana di pasar modal masih sangat terbuka. Mengingat sudah ada satu emiten yang telah melantai di bursa yaitu PT Bali Bintang Sejahtera Tbk (BOLA), yang menaungi klub Bali United.









