Mengenal Kampung Sunda di Bali dan peran Wanita Sukabumi yang merekatkan

- Redaksi

Senin, 22 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana di Kampung Sunda, Bali - Ist

Suasana di Kampung Sunda, Bali - Ist

sukabumiheadline.com – Kedekatan masyarakat Sunda dengan Bali disebutkan telah berlangsung sejak era Kerajaan Pajajaran. Bahkan, sejumlah literatur menyebut jika etnis Sunda dan Bali memiliki leluhur yang sama.

Pada era modern, banyak terjadi pernikahan antara orang Sunda dengan Bali, sehingga kian mempererat kedekatan emosional antara orang Sunda dengan warga Bali.

Happy Salma
Happy Salma dan Tjokorda Bagus bersama kedua anak mereka. l Instagram Happy Salma

Seperti diketahui, salah satu wanita Sunda yang menikah dengan pria Bali, adalah artis Happy Salma yang menikah dengan putra bangsawan Bali, Tjokorda Bagus. Baca selengkapnya: Suami Bangsawan, 5 Foto Sederhana Ulang Tahun Artis asal Sukabumi, Happy Salma

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kini, wanita asal Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat tersebut, sudah memiliki dua anak dan menetap di Pulau Dewata.

Selain itu, pernikahan antara dua artis yang berasal dari etnis Sunda dan Bali, yakni Rizky Febian dan Mahalini Raharja. Resepsi pernikahan Rizky Febian dan Mahalini yang digelar di Hotel Rafles Jakarta, pada Jumat, 10 Mei 2024 lalu. Baca selengkapnya: Mutia Ayu hadiri nikahan Rizky Febian dan Mahalini, penyanyi asal Sukabumi ini ramai kena sindir

Rizky Febian dan Mahalini. l Istimewa
Rizky Febian dan Mahalini – Ist

Kampung Sunda di Bali

Keberadaan Kampung Sunda di Bali merupakan bukti nyata dari sejarah panjang migrasi dan interaksi antaretnis di Indonesia. Sejak zaman kerajaan hingga masa modern, komunitas Jawa dan Sunda telah berkontribusi dalam perkembangan sosial, ekonomi, dan budaya di Bali.

Meskipun memiliki latar belakang yang berbeda, mereka tetap hidup berdampingan dengan masyarakat lokal dalam semangat persaudaraan dan keberagaman.

Keunikan Kampung Sunda di Bali tidak hanya terletak pada sejarahnya, tetapi juga pada bagaimana mereka menjaga identitas budaya sekaligus beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya. Bahkan, Kampung Sunda juga sekaligus menjadi tempat nongkrong Bobotoh Persib Bandung.

Dengan terus menjaga nilai toleransi dan kebersamaan, komunitas ini menjadi cerminan harmoni dalam keragaman yang menjadi kekayaan bangsa Indonesia.

Orang Sunda yang telah lama menetap di Bali membentuk komunitas yang dikenal sebagai Kampung Sunda. Sejarah keberadaan masyarakat Sunda di Bali juga berkaitan dengan aktivitas perdagangan dan migrasi yang terjadi sejak zaman kerajaan Nusantara.

Suasana Kampung Sunda di Bali - Ist
Suasana Kampung Sunda di Bali – Ist

Pada abad ke-19 dan awal abad ke-20, banyak orang Sunda yang bermigrasi ke Bali untuk berdagang dan bekerja di sektor pertanian.

Mereka datang dari daerah Jawa Barat dan Banten, membawa serta kebiasaan dan budaya khas Sunda. Kampung Sunda di Bali umumnya berada di daerah perkotaan, seperti Denpasar dan Singaraja, di mana mereka berbaur dengan masyarakat lokal dan etnis lainnya.

Masyarakat Sunda di Bali mempertahankan beberapa tradisi khas mereka, seperti kuliner, seni, dan bahasa.

Meski jumlahnya tidak sebesar komunitas Jawa, orang Sunda di Bali tetap menjaga identitas budaya mereka dengan mengadakan berbagai acara dan perkumpulan yang memperkuat ikatan antaranggota komunitas.

Kampung Sunda di Bali tidak hanya menjadi tempat tinggal bagi komunitas, tetapi juga merupakan contoh harmoni dalam keberagaman budaya di Indonesia.

Meskipun mereka berasal dari latar belakang etnis yang berbeda, interaksi antara masyarakat Sunda dan Bali telah berlangsung sejak lama dan menciptakan berbagai bentuk akulturasi budaya.

Salah satu bentuk akulturasi yang terlihat adalah dalam aspek kuliner. Banyak makanan khas Jawa dan Sunda yang telah diterima dan diadaptasi oleh masyarakat Bali, seperti nasi pecel, sate ayam, dan karedok.

Selain itu, dalam hal pernikahan, tidak jarang terjadi pernikahan antara keturunan Sunda dan Bali, yang semakin memperkuat hubungan antarbudaya.

Di bidang keagamaan, masyarakat Kampung Jawa yang mayoritas beragama Islam juga hidup berdampingan dengan masyarakat Bali yang mayoritas beragama Hindu.

Keharmonisan ini tercermin dalam toleransi yang tinggi, di mana kedua komunitas saling menghormati dalam menjalankan ibadah dan tradisi masing-masing.

Berita Terkait

Memahami batik dan Lokatmala Sukabumi dalam perspektif Gen Z
Mitos dan cerita menyedihkan di balik keindahan Situ Batu Karut Sukabumi
Memahami harmonisasi budaya di Chinatown Sukabumi
Kentring Manik Mayang Sunda: Mengenal ibu dari Raja-raja Pajajaran
Seren Taun: Merawat tradisi 447 tahun ala Kasepuhan Ciptamulya
Benarkah keberadaan Nyi Roro Kidul diulas dalam AlQuran?
Mengenal 6 bangunan tertua di Sukabumi, megah dan berkarakter
6 di Sukabumi, ini daftar event unggulan sepanjang Juli 2026 bakal ramaikan Jawa Barat

Berita Terkait

Minggu, 2 Agustus 2026 - 17:42 WIB

Memahami batik dan Lokatmala Sukabumi dalam perspektif Gen Z

Minggu, 26 Juli 2026 - 23:20 WIB

Mitos dan cerita menyedihkan di balik keindahan Situ Batu Karut Sukabumi

Selasa, 21 Juli 2026 - 17:01 WIB

Memahami harmonisasi budaya di Chinatown Sukabumi

Selasa, 14 Juli 2026 - 05:03 WIB

Kentring Manik Mayang Sunda: Mengenal ibu dari Raja-raja Pajajaran

Minggu, 12 Juli 2026 - 21:19 WIB

Seren Taun: Merawat tradisi 447 tahun ala Kasepuhan Ciptamulya

Berita Terbaru

Semen Kujang sponsori Persib Bandung - Ist

Bisnis

Sponsori Persib, SIG bangkitkan Semen Kujang

Rabu, 5 Agu 2026 - 18:36 WIB

Honda PCX 160 2026 lebih irit BBM, 1 liter untuk 45 KM, cek harganya - Honda

Bisnis

5 motor terpopuler dan terlaris di Indonesia 2026

Rabu, 5 Agu 2026 - 02:47 WIB

Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Sukabumi: Raperda PPT PKSDA dan evaluasi APBD 2026 - Setwan DPRD Kabupaten Sukabumi

Legislatif

DPRD Kabupaten Sukabumi bentuk Pansus perubahan Perumda TJM

Selasa, 4 Agu 2026 - 20:07 WIB