Mengingat 5 jenis bencana alam kerap terjadi dan potensi terjadi di Sukabumi

- Redaksi

Senin, 8 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi dampak gempa bumi sejumlah rumah rusak berat - sukabumiheadline.com/AI

Ilustrasi dampak gempa bumi sejumlah rumah rusak berat - sukabumiheadline.com/AI

sukabumiheadline.com – Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, sering dilanda berbagai bencana alam, terutama yang terkait dengan kondisi geografis dan cuaca ekstrem, seperti tanah longsor, banjir, pergerakan tanah, dan angin kencang.

Menurut catatan sukabumiheadline.com, berikut adalah 5 jenis bencana yang kerap melanda dan disebut potensi terjadi di Kabupaten Sukabumi.

Jenis bencana alam utama di Sukabumi

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

1. Tanah Longsor: Ini adalah bencana yang paling sering terjadi, disebabkan oleh topografi perbukitan dan pegunungan, serta curah hujan yang tinggi. Kejadian signifikan termasuk longsor di Cisolok pada 2018 dan terakhir 2025.

2. Banjir dan Banjir Bandang: Bencana ini sering terjadi akibat hujan deras berjam-jam, sedimentasi sungai, dan alih fungsi lahan dari area resapan menjadi kawasan terbangun. Beberapa kejadian banjir besar terjadi di Kecamatan Cisolok dan di sepanjang Sungai Citarik dan Cimunjul.

Dampak banjir di Cisolok Kabupaten Sukabumi
Dampak banjir di Cisolok Kabupaten Sukabumi – Sukabumi Sehati

3. Pergerakan Tanah: Mirip dengan longsor, pergerakan tanah juga sering terjadi di daerah dengan kontur tanah yang tidak stabil, terutama saat musim hujan. Bencana ini terjadi di sejumlah kecamatan di Kabupaten Sukabumi, seperti Purabaya, Nyalindung, dan Palabuhanratu.

Peneliti senior dari Pusat Penelitian Mitigasi Kebencanaan dan Perubahan Iklim (Puslit MKPI) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya Dr Ir Amien Widodo MSi menjelaskan bahwa fenomena tanah bergerak di Sukabumi ini disebabkan oleh berbagai faktor.

Salah satunya adalah perubahan penggunaan lahan di kawasan pegunungan. Perubahan tersebut tidak terjadi secara mendadak, melainkan melalui proses panjang yang sudah berlangsung selama puluhan tahun. Baca selengkapnya: 4 masalah lingkungan di Sukabumi yang tidak pernah selesai

“Curah hujan yang tinggi seperti ini menjadi pemicu utama terjadinya tanah bergerak,” papar Amien dalam jurnalnya.

4. Angin Kencang: Bencana hidrometeorologi ini juga kerap melanda, merusak rumah dan infrastruktur.

5. Gempa Bumi dan Tsunami: Karena lokasinya yang berhadapan langsung dengan Samudra Hindia dan adanya sesar aktif, Sukabumi juga rawan gempa bumi dan potensi tsunami, meskipun kejadiannya tidak sesering longsor atau banjir.

Meskipun belum terjadi tsunami, namun mengutip bnpb.go.id, dan sejumlah pernyataan peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), tsunami berpotensi terjadi di wialayah Sukabumi. Baca selengkapnya: Sukabumi, Pangandaran, Tasikmalaya, Garut dan Cianjur berpotensi terdampak megathrust

Ilustrasi tsunami akibat gempa megathrust
Ilustrasi tsunami akibat gempa megathrust – sukabumiheadline.com/AI

Dijelaskan di penelitian oleh Wahyu Kurniawan, Daryono, IDK Kerta, dan Triwinugroho dalam tulisan di PENDIPA Journal of Science Education, Untuk wilayah Jawa Barat, satu desa di Kabupaten Sukabumi juga terancam dilanda tsunami, yakni Desa Ujunggenteng, Kecamatan Ciracap.

Baca lengkap: Waspada Warga Sukabumi, Jabar dan 6 Provinsi Ini Terancam Tsunami Setinggi 34 Meter

Penyebab umum

1. Faktor alam: Curah hujan yang tinggi, kondisi geografis berupa perbukitan, dan posisi di zona rawan gempa.

2. Faktor manusia: Perubahan tata ruang, alih fungsi lahan hijau menjadi permukiman atau perkebunan, dan perusakan hutan menyebabkan berkurangnya area resapan air.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi berkesimpulan bahwa alih fungsi lahan menjadi salah satu penyebab bencana, seperti banjir dan longsor. Hal itu diungkapkannya kepada media ketika diminta pendapatnya soal bencana banjir bandang yang melanda wilayah Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, beberapa waktu lalu. Baca selengkapnya: 4 masalah lingkungan di Sukabumi yang tidak pernah selesai

Pemerintah daerah dan masyarakat terus diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan melakukan upaya mitigasi mengingat kerentanan wilayah ini terhadap bencana alam.

Berita Terkait

Pendapatan Pemkab Sukabumi dari pajak pertambangan dan perkebunan, tak sebanding kerugian
Sepak terjang Andrie Yunus, Pembela HAM alumni SMAN 1 Cicurug Sukabumi disiram air keras
BPS: Warga Kabupaten Sukabumi hanya belanjakan Rp41 ribu untuk pakaian per orang
Penduduk Sukabumi bertambah 23,3 ribu jiwa pada 2026, kota naik 4,9 ribu
Update jumlah penduduk miskin menurut kabupaten/kota di Jawa Barat, Bogor terbanyak
Menghitung belanja hibah Pemkab Sukabumi, naik jelang Pilkada 2024 lalu turun lagi
5 target ambisius Rp815 M Pemkab Sukabumi di tengah defisit APBD, apa kata BPKP?
Fungsi, manfaat dan tips berkendara aman di Jalan Lingkar Selatan Sukabumi

Berita Terkait

Kamis, 2 April 2026 - 01:17 WIB

Pendapatan Pemkab Sukabumi dari pajak pertambangan dan perkebunan, tak sebanding kerugian

Jumat, 20 Maret 2026 - 00:32 WIB

Sepak terjang Andrie Yunus, Pembela HAM alumni SMAN 1 Cicurug Sukabumi disiram air keras

Kamis, 19 Maret 2026 - 00:40 WIB

BPS: Warga Kabupaten Sukabumi hanya belanjakan Rp41 ribu untuk pakaian per orang

Senin, 16 Maret 2026 - 23:43 WIB

Penduduk Sukabumi bertambah 23,3 ribu jiwa pada 2026, kota naik 4,9 ribu

Senin, 16 Maret 2026 - 01:07 WIB

Update jumlah penduduk miskin menurut kabupaten/kota di Jawa Barat, Bogor terbanyak

Berita Terbaru

Ilustrasi Presiden Amerika Serikat, Donald Trump - sukabumiheadline.com

Internasional

Donald Trump desak gencatan senjata, Iran tolak mentah-mentah

Sabtu, 4 Apr 2026 - 19:06 WIB