sukabumiheadline.com – Keberadaan Museum Prabu Siliwangi yang terletak di Kelurahan Karang Tengah, Kecamatan Gunungpuyuh, Kota Sukabumi, Jawa Barat, mungkin belum begitu banyak dikenal masyarakat luas.
Museum ini memiliki nama lengkap Museum Sejarah Sunda Prabu Siliwangi. Namun demikian, masyarakat Sukabumi sendiri lebih mengenal atau menyebutnya dengan nama Museum Prabu Siliwangi saja.
Museum ini didirikan oleh salah seorang keturunan dari Prabu Siliwangi, bernama M Fajar Laksana. Ia mengeklaim sebagai keturunan ke- 17 dari Prabu Siliwangi. Untuk hal ini, tentunya ada pakar tersendiri yang kompeten untuk berpendapat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Karenanya, museum ini berdiri di kawasan Pondok Pesantren (Ponpes) Dzikir Al-Fath yang dikelola oleh M. Fajar Laksana.

Rekomendasi Redaksi: Mengintip Interior dan Koleksi Museum Pegadaian, Satu-satunya BUMN yang Didirikan di Sukabumi
Museum Prabu Siliwangi tersebut berdiri secara resmi pada 2011 silam, diresmikan oleh Wali Kota Sukabumi, Achmad Fahmi, sekaligus penyerahan SK dari Dinas Pemuda dan Olah Raga (Dispora).
Museum Prabu Siliwangi dikelola dengan konsep terpadu yaitu berada di kompleks Ponpes Dzikir Al-Fath, sehingga setiap santrinya diwajibkan berkunjung ke museum tersebut.
Selain para santri, museum ini juga terbuka untuk umum dan dibuka setiap hari. Adapun biaya masuk ke museum ini dipatok Rp10 ribu/orang untuk masyarakat umum.
“Kalau untuk pelajar dan mahasiswa hanya lima ribu Rupiah per orang,” kata Ketua 3 Bidang Operasional Museum Prabu Siliwangi, Irwan.
Sementara, salah seorang pengunjung, Novi Mulyani, mengaku mendapatkan pengalaman komplit ketika menyambangi Museum Prabu Siliwangi.
“Wisata edukasi paket komplit. Sambutannya meriah dan ramah. Ada tontonan seni bela diri pencak silat, permainan “boles”, lisung ngamuk,” kata Novi, Sabtu (27/7/2024).
“Di sini juga ada pembuatan tahu, pembuatan sandal, pertanian, peternakan, dan sebagainya. Anak-anak sangat antusias mengikuti kegiatan kunjungan kali ini,” imbuhnya.
Tata ruang dan koleksi museum

Untuk diketahui, di Museum Prabu Siliwangi setiap ruangan dibedakan menurut koleksi di dalamnya. Ada tiga ruangan, yakni sejarah Islam, sejarah Prabu Siliwangi, dan juga sejarah Kemerdekaan.
Di ruangan sejarah Prabu Siliwangi, pengunjung dapat melihat-lihat berbagai warisan budaya benda dan tak benda, berupa naskah, arkeologika, seni rupa, teknologika, pusaka-pusaka peninggalan Prabu Siliwangi dan Kerajaannya.
Sedangkan warisan budaya tak benda, adalah kebudayaan pencak silat, boles (bola api), dan ngagotong lisung (menggotong lesung).
Rekomendasi Redaksi: Intip Koleksi Museum Hiu Purba Megalodon Berusia Jutaan Tahun di Sukabumi

Untuk Boles dan ngagotong lisung sudah mendapatkan HKI (Hak Kekayaan Intelektual) warisan budaya tak benda Provinsi Jawa Barat. Warisan budaya tak benda tersebut menjadi ikon Kebudayaan Sunda yang ada di Kota Sukabumi.
Sedikitnya, ada 800an berbagai jenis koleksi di museum ini, termasuk Kitab Suasit yang berisi kisah Prabu Siliwangi, Raden Kian Santang, Syekh Quro, dan sejarah Nyai Subang Larang.
“Ada 800 macan koleksi, salah satunya, adalah Kitab Suasit menjadi ikon dari semua koleksi yang ada,” tambah Irwan.

Selain itu, juga terdapat koleksi warisan budaya benda nasional dan mancanegara, salah satunya adalah replika Rambut Nabi Muhammad SAW.
Ketika ada pengunjung yang datang berkunjung akan disambut dengan seni budaya seperti penampilan pencak silat, boles, dan ngagotong lisung. Serta pengunjung di sini akan mendapatkan wisata sejarah, religi, dan pendidikan. Baca selengkapnya: Ketika Maung Bodas dan Islam di Sukabumi membuat pendekar silat asal Italia kepincut

Sejumlah penghargaan pun tampak dipamerkan di salah satu ruangan museum.
Di sini, pengunjung juga bisa melihat berbagai artefak yang terbuat dari batu dan keramik serta kayu. Selain itu, terlihat berbagai macam koleksi senjata tajam khas masa lalu, berupa keris dan lainnya.
Hal itu diamini oleh Manaf Muhammad. Menurutnya, koleksi museum tersebut ada ratusan jenis, sehingga terhitung lengkap dengan bukti-bukti sejarahnya.
“Ciri khas Museum Prabu Siliwangi memiliki warisan budaya tak benda, ini menjadi daya tarik wisatawan dalam dan luar negeri. Hebat Kota Sukabumi punya pariwisata kaya gini, recommended banget,” kata Manaf.