Ngaku kena tipu, wanita Sukabumi memerkosa sesama perempuan

- Redaksi

Kamis, 22 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DS, mengaku kena tipu, wanita Sukabumi memerkosa sesama perempuan - Ist

DS, mengaku kena tipu, wanita Sukabumi memerkosa sesama perempuan - Ist

sukabumiheadline.com – Berawal dari berkenalan di media sosial, seorang wanita lesbian asal Sukabumi memerkosa sesama perempuan. Terduga pelaku berinisial DS dan berusia 33 tahun itupun akhirnya dilaporkan ke polisi oleh korban, seorang janda dengan dua anak yang berinisial MZ.

Namun, DS yang diduga memerkosa wanita di Mojokerto, Jawa Timur, itu kemudian melaporkan balik korbannya. Sebab, DS merasa ditipu oleh korban, sehingga kehilangan uang Rp98 juta.

Berawal dari TikTok 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

DS dan korban awal kenal melalui DM TikTok yang berubah menjadi mimpi buruk bagi MZ (35). Hubungan maya dengan seorang perempuan berinisial DS yang mengaku sebagai “suami”, berujung ancaman, kekerasan, hingga dugaan pemerkosaan.

MZ sendiri bekerja di salon potong rambut dan rias pengantin milik saudaranya. Ia mengaku mengenal DS sekitar April 2025 melalui DM TikTok. Komunikasi berlanjut ke WhatsApp. Dalam waktu kurang dari sebulan, DS mulai menganggap MZ sebagai istrinya.

“Saya disuruh memanggil dia suami. Saya lakukan karena saya tergiur dengan uang,” kata MZ dilansir laman resmi kepolisian.

Diakui MZ, ia sering melayani keinginan asusila DS demi mendapatkan uang. Setiap selesai melakukan sesuai keinginan DS, MZ mengaku ditransfer uang antara Rp2 juta hingga Rp4 juta.

Baca Juga :  Keren, Usaha Sablon Baju di Cibadak Sukabumi Ini Banjir Orderan

Dimodali bisnis salon kecantikan 

Diketahui, DS dan MZ mulai berpacaran jarak jauh sejak April 2025. Hingga pada Mei 2025, MZ minta dimodali bisnis salon oleh DS. DS pun menuruti kemauan MZ. Sebab, tenaga marketing jual beli besi ini diyakinkan oleh MZ, yang bersedia hidup bersama dengannya sebagai pasangan lesbi.

Secara bertahap, ia mengirim uang kepada MZ untuk membeli tanah hingga peralatan salon. Diketahui total DS sudah menyerahkan dana ke MZ sebesar Rp98 juta.

Namun, belakangan diketahui bisnis salon itu diduga fiktif, tidak pernah ada salonnya. DS mau lapor polisi, ternyata keduluan MZ dengan tuduhan pemerkosaan.

Ngajak menikah

Seiring berjalannya waktu, DS mulai ingin membawa hubungan mereka ke dunia nyata. Bahkan, DS meminta dikenalkan kepada orang tua MZ karena ingin menikahinya.

Namun sayangnya, MZ menolak. Ia mengaku perempuan normal dan hanya menganggap hubungan itu sekadar main-main di dunia maya. Alhasil, Penolakan MZ membuat DS semakin kuat memaksa.

Baca Juga :  5 Hal di Sukabumi Dianggap Sepele, Padahal Penting Diketahui

Namun, MZ kemudian memblokir nomor DS. Namun DS menghubungi temannya, FU, dan mengeluarkan ancaman.

“Lewat teman saya dia bilang akan mencari saya sampai ketemu, saya akan dibunuh di depan keluarga saya. Dia ancam menyebarkan video saya. Saya kan takut,” jelas MZ.

Setelah kasus tersebut ditangani polisi, DS diketahui berusia 33 tahun itu, merupakan warga Desa Campang Jaya, Kecamatan Sukabumi, Kota Bandar Lampung, Lampung. Untuk informasi, di Lampung terdapat lima wilayah bernama Sukabumi. Baca selengkapnya: Kok Bisa Ada 5 Wilayah Bernama Sukabumi di Lampung? Ini Profilnya

Kini, DS pun harus menjalani rangkaian persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Mojokerto, akibat memerkosa MZ, warga Kecamatan Gondang, Mojokerto.

Melaporkan balik MZ

Sementara itu, dilansir Detik Penasihat hukum DS, Alizah Widyastuty, menjelaskan kliennya telah melaporkan balik korban, MZ yang tercatat sebagai warga Kecamatan Gondang, ke Polres Mojokerto pada 15 September 2025 lalu.

Pelapornya sepupu DS berinisial ADP (24), warga Kecamatan Sungai Limau, Padang Pariaman, yang tinggal di Surabaya.

Menurutnya, MZ dipolisikan atas dugaan penipuan atau penggelapan uang DS.

Berita Terkait

Dipacu dari Sukabumi, Harley Davidson nyungsep usai serempet pemotor lain
Perkembangan dan penanganan bencana di Indonesia, dari Sukabumi hingga Talaud
Istri Dirdik KPK, Kombes Sumarni: Dari Polres Sukabumi Kota jadi Kapolres Metro Bekasi
10 pelajar Sukabumi dan Cianjur bikin ulah di Candi Prambanan, diamankan polisi
Momen rakit Wagub Aceh dan GM PLN terbalik saat menyeberang sungai
Libur Nataru 2 pekan, BPJT siapkan manajemen trafik di GT Ciawi-Sukabumi
Kirim bantuan banjir Sumatera, Pramono: Kami tanpa harus tampil di permukaan
Rincian korban banjir Sumatera, Jawa Barat kirim bantuan awal senilai Rp7 miliar

Berita Terkait

Kamis, 22 Januari 2026 - 19:29 WIB

Ngaku kena tipu, wanita Sukabumi memerkosa sesama perempuan

Sabtu, 17 Januari 2026 - 23:28 WIB

Dipacu dari Sukabumi, Harley Davidson nyungsep usai serempet pemotor lain

Jumat, 16 Januari 2026 - 17:56 WIB

Perkembangan dan penanganan bencana di Indonesia, dari Sukabumi hingga Talaud

Minggu, 11 Januari 2026 - 13:04 WIB

Istri Dirdik KPK, Kombes Sumarni: Dari Polres Sukabumi Kota jadi Kapolres Metro Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 - 00:18 WIB

10 pelajar Sukabumi dan Cianjur bikin ulah di Candi Prambanan, diamankan polisi

Berita Terbaru

Ilustrasi Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi - sukabumiheadline.com

Wisata

KDM: Wisata alam harusnya gratis

Kamis, 12 Feb 2026 - 07:00 WIB

Regulasi

Kementerian Pertanian kawal swasembada pangan di Sukabumi

Kamis, 12 Feb 2026 - 00:19 WIB

Pesan Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi di Kegiatan TMMD ke-127 - Ist

Legislatif

Pesan Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi di Kegiatan TMMD ke-127

Rabu, 11 Feb 2026 - 22:57 WIB


Notice: Fungsi WP_Styles::add ditulis secara tidak benar. The style with the handle "thickbox" was enqueued with dependencies that are not registered: dashicons. Silakan lihat Debugging di WordPress untuk informasi lebih lanjut. (Pesan ini ditambahkan pada versi 6.9.1.) in /home/sukaheadline/htdocs/sukabumiheadline.com/wp-includes/functions.php on line 6131