25.3 C
Sukabumi
Senin, April 22, 2024

Usaha haram jual 15 ribu butir obat saat Ramadhan, pemuda Tipar Sukabumi Lebaran di tahanan

sukabumiheadline.com - Seorang pemuda diamankan polisi karena...

Motor Matic Retro Penjegal Yamaha Grand Filano dan Honda Stylo, Harga Rp17 Juta

sukabumiheadline.com - Kehadiran motor Jialing Bugatti 125,...

Orang Miskin Dirikan Partai, Goenawan Mohamad: Harus Jual Diri Seperti PSI

PolitikOrang Miskin Dirikan Partai, Goenawan Mohamad: Harus Jual Diri Seperti PSI

sukabumiheadline.com l Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mendapat sindiran keras dari jurnalis senior, Goenawan Mohamad. Menurutnya, PSI merupakan salah satu contoh betapa membuat partai politik sangat mahal dan dikuasai oligarki.

Pernyataan tersebut disampaikan Goenawan Mohamad saat pembacaan Maklumat Komunitas Utan Kayu terhadap Presiden Joko Widodo, Jumat (9/2/2024), berkaitan dengan tindakan Kepala Negara yang semakin nyata berpihak dan menggunakan kewenangannya untuk cawe-cawe dalam Pemilu 2024.

“Orang yang miskin tidak mungkin bikin partai. Kalau mau bikin partai harus jual diri seperti PSI. PSI kan kekurangan dana ya, itu kan harus jualan kan. Kalau tersinggung, enggak apa-apa. Saya anggota PSI,” kata dia.

Sementara, Kaesang Pangarep yang mendadak didapuk sebagai Ketua Umum PSI hanya tiga hari sejak bergabung sebagai kader partai tersebut. Padahal, Kaesang tak dinilainya tidak memiliki rekam jejak politik.

Sedangkan PSI, yang semula mendeklarasikan kader PDI-P Ganjar Pranowo sebagai capres pada Pemilu 2024, mendadak mengevaluasi dukungan lalu putar haluan ke Prabowo Subianto. Sikap ini persis yang ditunjukkan Jokowi.

Goenawan menyinggung bahwa PSI saat ini bukanlah PSI seperti pada awal pembentukannya, ketika ia dan eks Menkopolhukam Mahfud MD serta pakar hukum Zainal Arifin Mochtar terlibat sebagai anggota tim independen dalam seleksi caleg PSI.

Goenawan yang merupakan mantan loyalis Jokowi itu mengatakan, apa yang terjadi pada PSI merupakan bentuk kemunduran dalam berpartai.

“Sekarang saya tidak tahu PSI jadi apa, yang jelas jadi antek Prabowo,” kata Goenawan.

“Selama orang mau menjual dirinya sebagai pelacur, ya demokrasi pasti berat. Tapi saya tahu bahwa sebagian besar orang tidak mau. Kalau sekarang muncul dari universitas suara-suara memprotes yang belum pernah terjadi, itu suatu tanda bahwa kemerdekaan tidak pernah mati sendirian,” tutur dia.

Konten Lainnya

Content TAGS

Konten Populer