sukabumiheadline.com l Viral di media sosial terkait rekrutmen pramugari Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau KCJB yang wajib menguasai bahasa Mandarin dan banyak pelamar dari China. Bahkan, disebut hanya meloloskan 12 orang setelah melalui tahapan 5 kali tes. Benarkah?
Kabar tersebut diunggah melalui akun @rahmaniarbaftim dan viral di media sosial X (sebelumnya Twitter).
Dalam unggahannya, @rahmaniarbaftim juga menyebut bahwa pelamar posisi pramugari KCJB diwajibkan menguasai bahasa Mandarin. Bahkan, tulis akun tersebut, banyak pelamar dari China.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Dari 6.000 pelamar pramugari KCJB hanya lulus 12 orang setelah melalui tahapan 5× test. Mereka diharuskan pula untuk bisa berbahasa China dan banyak juga pramugari dari China”, tulis akun tersebut di media sosial X, dikutip Sabtu (29/10/2023).
Sementara, Direktur Utama PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), Dwiyana Slamet Riyadi membantah tudingan syarat wajib berbahasa Mandarin bagi pelamar calon pramugari KJCB).
“Enggak harus kok, kita ajarkan supaya familiar saja,” ujar Dwiyana, dilansir bisnisindonesia.com.
“Tidak ada keharusan. Yang penting secara kompetensi kan kita juga pernah bilang. Jadi nggak keharusan bisa bahasa Mandarin. Mereka malah kita ajarkan secara masif hanya percakapan sehari-hari aja lah,” tambahnya.