Pengakuan Ojol Soal Nabila Putri, Wanita Sukabumi Tewas Terlilit Kabel di Kamar Kos

- Redaksi

Selasa, 19 Desember 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nabila Putri, Wanita Sukabumi tewas dibunuh di Tarakan, Kalimantan Utara. l Istimewa

Nabila Putri, Wanita Sukabumi tewas dibunuh di Tarakan, Kalimantan Utara. l Istimewa

sukabumiheadline.com l Kematian seorang wanita bernama Nabila Putri alias Aput warga Sukabumi di dalam kamar indekos masih menjadi perbincangan masyarakat di lokasi kejadian.

Diberitakan sukabumiheadline.com sebelumnya, Aput tewas dengan kondisi leher terlilit kabel di kamar kosnya yang berlokasi di Kondisi lokasi Tempat Kejadian Perkara (TKP) di RT 16. Jalan Lumpuran, Kelurahan Kampung Satu, Kecamatan Tarakan Tengah, Senin (28/8/2023).

Terbaru pengakuan seorang ojek online sering melihat korban bersama seorang pria. Pria tersebut kerap mengeluhkan kepribadian Aput yang kerap memaksa. Hal itu disampaikan pria yang tak dikenal itu kepada si ojol.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berita Terkait: Pembunuh Wanita Sukabumi di Kosan Diduga Tidak Sendiri, Polisi Buru Pemilik Sperma

Sabeni (44) berprofesi sebagai ojol menjelaskan, jika ia mendengar kabar kepergian customer (cs) offlinenya atau pelanggan di luar aplikasi pada Sabtu (26/8/2023) pukul 21.00 WITA.

Sebelumnya ia menerima kiriman foto mengenaskan yang belum ia ketahui jika korban merupakan Nabila Putri atau akrab disapa Aput.

‘’Orang itu aslinya baik dan royal kepada ojol seperti saya,’’ ucapnya saat berada di Kelurahan Selumit Pantai, Senin (28/08/2023).

Sabeni mengaku jika Aput kerap memberi ia tips dalam sekali pengantaran mulai Rp50 hingga Rp80 ribu sekali antar. Mendiang biasanya berpakaian rapi, memakai baju kemeja dan celana jeans saat keluar rumah.

‘’Aput selalu rapi dan wangi, dia tidak pernah menggunakan pakaian yang memamerkan aurat,’’ tuturnya.

Sabeni menceritakan, jika ia sempat bertemu dengan seorang laki-laki dengan ciri tinggi, putih dengan nada bicara khas Jawa Barat di indekos korban. Ia tidak mengetahui jelas siapa pria tersebut. Namun, setiap menjemput Aput, ia kerap bertemu dengan laki-laki tersebut di dalam kamar.

Baca Juga :  Profil Sjahril Sabaruddin, Dubes, Diplomat dan Ayah dari Artis Asal Sukabumi

‘’Aku sempat ngobrol sama pria itu, orangnya ganteng. Intinya dia ngeluh karena si Putri kerap memaksa untuk minta ditemani di kostnya,’’ ungkapnya.

Berita Terkait: Perkembangan Kasus Nabila, Wanita Sukabumi Tewas dengan Leher Terlilit Kabel di Tarakan

Diakuinya, jika pria tersebut juga pernah menjadi langganan ojol sebanyak 3 kali. Sabeni pun pernah mengantar pria tersebut ke tempat kerjanya.

‘’Biasa ku turunkan di PT Sadewa Gemilang, entah kerja di situ atau bagaimana kurang tau,’’ bebernya.

Aput sempat berpesan kepada Sabeni untuk merahasiakan profesinya sebagai pramuria online. Hal tersebut dilakukan karena demi menafkahi keluarganya di kampung halaman yang berada di Sukabumi, Provinsi Jawa Barat (Jabar).

Nabila Putri, Wanita Sukabumi tewas dibunuh di Tarakan, Kalimantan Utara. l Istimewa
Nabila Putri, Wanita Sukabumi tewas dibunuh di Tarakan, Kalimantan Utara. l Istimewa

Sebeni mengatakan jika Aput tidak suka pergi ke dunia malam apalagi mabuk-mabukan. Kesehariannya ia habiskan di kost dan di hotel, artinya dia hanya berfokus menjadi pramuria online. Diketahui Nabila sempat sakit lantaran terkena asam lambung, atas hal tersebut ia memutuskan untuk tidak minum alcohol.

‘’Almarhum sempat cerita, jika ia sempat diajak tamu main ke tempat hiburan malam, lantaran tidak boleh pulang atau menerima perlakuan tidak menyenangkan, akhirnya ia menjadi takut untuk pergi ke Dunia Gemerlap (Dugem),’’ ujarnya.

Berita Terkait: Fakta Baru Wanita Sukabumi Tewas di Kamar Kos, Punya 12 Nomor HP dan 3 Digunakan untuk Ini

Sabeni menuturkan, awal berkenalan dengan Aput saat berada di Hotel Dinasti saat baru tiba dari Sukabumi. Kebetulan sahabat Aput dahulunya pelanggan ojol. Ia mengaku jika Aput dinilai lembut dan sopan kepada semua orang.

Baca Juga :  Gadis Desa di Pedalaman Sukabumi Bernama Lia, Disebut Mirip Lesti Kejora

Ia menambahkan, selain itu Aput merupakan orang yang kerap membaur, dan rajin membersihkan halaman kosnya.

‘’Dahulu hidupnya tidak seperti itu,’’ katanya.

Sebagai bentuk perhatian kepada Aput, Sabeni sering menasihati korban untuk hidup normal lantaran masih muda. Sabeni menjelaskan jika Aput memiliki telepon genggam merek iPhone.

‘’Aput menjawab jika ada banyak kepala yang harus ia nafkahi. Malah ia sempat melontarkan celotehan, kalau kamu sanggup biayai aku silahkan,’’ ungkapnya.

Sebagai orang yang pernah menerima kebaikannya Sabeni merasa syok dan tidak percaya atas kepergian pelanggan terbaiknya.

‘’Sepupunya sempat menceritakan jika status pada aplikasi Aput masih menerima tamu pada pukul 00.00 WITA hingga Pukul 02.00 WITA, selebih itu sudah tidak muncul lagi,’’ bebernya.

Sabeni menerangkan jika dahulu Aput adalah orang yang kerap menjalankan ibadah salat 5 waktu, puasa dan juga salat tarawih. Sebelum terjun ke dunia prostitusi online, Aput dahulunya merupakan orang yang kerap memasak makanan untuk teman-temannya.

Sabeni berharap agar pelakunya dapat segera ditangkap. Sekalipun ia bukan keluarga namun Sabeni sempat merasakan kebaikan dari Aput. Diketahui, Jenazah mendiang Nabila Putri alias Aput kini telah diterbangkan ke Jabar pada Senin (28/8/2023) pagi.

Pihak keluarga sempat meminta agar jenazah dikebumikan di Tarakan, lantaran berubah pikiran akhirnya keluarga meminta agar jenazah dikubur di kampung halaman.

‘’Jenazah dipulangkan menggunakan pesawat terbang dengan biaya sebesar Rp35 juta,’’ tutupnya.

Berita Terkait

5 fakta Bojonggenteng: Kecamatan terkecil sentra industri palet kayu Sukabumi
DPRD Kabupaten Sukabumi beri waktu satu bulan untuk kasus tanah PT HAP dan PT PB
Aksi Marinir kepung rumah di Sukabumi hingga operasi udara
Cerita pria Bojonggenteng Sukabumi 3 tahun jadi pegawai pabrik di Osaka Jepang
40 pelajar SMP asal Sukabumi dan Cianjur diamankan karena keluyuran malam di Bandung
Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi puji Program Pro Women 3
Data terbaru 10 kecamatan terluas dan tersempit di Kabupaten Sukabumi
Pesan Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi di Kegiatan TMMD ke-127

Berita Terkait

Rabu, 18 Februari 2026 - 00:27 WIB

5 fakta Bojonggenteng: Kecamatan terkecil sentra industri palet kayu Sukabumi

Senin, 16 Februari 2026 - 21:14 WIB

DPRD Kabupaten Sukabumi beri waktu satu bulan untuk kasus tanah PT HAP dan PT PB

Senin, 16 Februari 2026 - 19:14 WIB

Aksi Marinir kepung rumah di Sukabumi hingga operasi udara

Senin, 16 Februari 2026 - 01:41 WIB

Cerita pria Bojonggenteng Sukabumi 3 tahun jadi pegawai pabrik di Osaka Jepang

Minggu, 15 Februari 2026 - 21:14 WIB

40 pelajar SMP asal Sukabumi dan Cianjur diamankan karena keluyuran malam di Bandung

Berita Terbaru

Ilustrasi bawang daun - sukabumiheadline.com

UMKM

21 kecamatan penghasil bawang daun di Sukabumi

Rabu, 18 Feb 2026 - 10:00 WIB

Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono - Ilustrasi sukabumiheadline.com

Regulasi

AHY ancam bakal kejar pemilik dan sopir truk ODOL

Rabu, 18 Feb 2026 - 08:00 WIB

Ilustrasi bus jurusan Sukabumi-Bali - sukabumiheadline.com

Wisata

Bus Sukabumi-Bali: Rute, tarif dan tips

Rabu, 18 Feb 2026 - 05:08 WIB

Ilustrasi petani melon - sukabumiheadline.com

UMKM

Daftar kecamatan penghasil melon Sukabumi

Rabu, 18 Feb 2026 - 03:38 WIB


Notice: Fungsi WP_Styles::add ditulis secara tidak benar. The style with the handle "thickbox" was enqueued with dependencies that are not registered: dashicons. Silakan lihat Debugging di WordPress untuk informasi lebih lanjut. (Pesan ini ditambahkan pada versi 6.9.1.) in /home/sukaheadline/htdocs/sukabumiheadline.com/wp-includes/functions.php on line 6131