Petani Kebonpedes Sukabumi Jual Sawi 2 Ton ke Istana Presiden

- Redaksi

Kamis, 16 September 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 Saat mobil Pick up bermuatan dua ton sawi tiba di Istana Presiden Bogor I Istimewa

Saat mobil Pick up bermuatan dua ton sawi tiba di Istana Presiden Bogor I Istimewa

SUKABUMIHEADLINES.com I KEBONPEDES – Kepala Desa Kebonpedes Dadan Apriandani mengirim sayuran sawi ke bersama Istana Bogor dengan menggunakan pickup. Menurut Dadan, tanaman sawi tersebut selain dikirim ke Istana Bogor juga akan dikirim ke Istana Negara di Jakarta.

Saat mengirim se-pickup sawi tersebut, Dadan mengaku dikawal Ketua Karang Taruna Desa, Babinsa dan Bhabinkamtibmas Kebonpedes, Kamis (16/9/2021).

“Tanaman sawi sebanyak dua ton telah kami kirim menggunakan pick up. Alhamdulillah, dengan diborongnya tanaman sawi itu, sangat membantu para petani di desa kami,” ujar Dadan kepada wartawan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ditambahkannya, dirinya mewakili para petani Kebonpedes telah menyampaikan keluhan mereka soal harga palawija, khususnya sawi, yang selalu turun harga jualnya saat memasuki musim panen.

“Kita sudah sampaikan kepada staf kepresidenan mengenai keinginan para petani untuk jaminan harga sawi, agar tidak menurun atau harganya tetap stabil saat panen, dan sambutan dari staf kepresidenan sangat baik,” pungkasnya.

Keluhan petani disampaikan Dadan, setelah beberapa waktu lalu petani di desanya memilih membabat tanaman sawi mereka sebab kesal tanaman sawinya tidak laku di pasaran.

Berita Terkait

Satu di Sukabumi, 65 lokasi Kampung Nelayan Merah Putih dilengkapi cold storage
Langkah ini diambil Pertamina Patra Niaga respons kasus penimbun BBM di Sukabumi
Memahami generasi “anak dengan ekor busuk” di China
UU Ketenagakerjaan baru: Kini pekerja kontrak dan outsourcing dapat pesangon
Perkuat infrastruktur listrik di selatan Sukabumi buka peluang investasi
Perubahan UU LLAJ No 22/2009, Kemenhub: Ojol jadi transportasi umum
Tak lagi Rp6 juta per hari, insentif dapur MBG dihitung Rp2.000 per porsi
Rincian denda untuk sopir, pengusaha truk dan pemilik barang ODOL, hingga Rp50 miliar

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 03:31 WIB

Satu di Sukabumi, 65 lokasi Kampung Nelayan Merah Putih dilengkapi cold storage

Jumat, 9 Oktober 2026 - 23:18 WIB

Langkah ini diambil Pertamina Patra Niaga respons kasus penimbun BBM di Sukabumi

Jumat, 9 Oktober 2026 - 05:24 WIB

Memahami generasi “anak dengan ekor busuk” di China

Kamis, 8 Oktober 2026 - 17:00 WIB

UU Ketenagakerjaan baru: Kini pekerja kontrak dan outsourcing dapat pesangon

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Perkuat infrastruktur listrik di selatan Sukabumi buka peluang investasi

Berita Terbaru