Prodi tak relevan industri, DPR: Kampus bukan pabrik calon karyawan

- Redaksi

Selasa, 28 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi suasana belajar di kampus - sukabumiheadline.com

Ilustrasi suasana belajar di kampus - sukabumiheadline.com

sukabumiheadline.com – DPR RI menilai transformasi program studi (prodi) lebih tepat dibanding penutupan massal di tengah upaya pemerintah menyesuaikan lulusan dengan kebutuhan dunia kerja.

Hal itu dikemukakan Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, merespons rencana Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi (Kemendiktisaintek) yang mengusulkan evaluasi hingga penutupan prodi yang dinilai tidak relevan dengan kebutuhan industri.

Menurut Hetifah, perguruan tinggi tidak boleh dipandang semata sebagai pemasok calon tenaga kerja. Karenanya, kebijakan terkait penutupan prodi harus dilakukan secara hati-hati, transparan, dan berbasis kajian akademik yang kuat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Setiap kebijakan terkait prodi harus berpijak pada kajian komprehensif, bukan sekadar merespons tren jangka pendek. Fungsi perguruan tinggi jauh lebih luas, termasuk pengembangan ilmu dasar, kebudayaan, dan daya kritis bangsa,” kata dia dalam keterangannya dikutip Selasa (28/4/2026).

Hetifah menjelaskan, prodi yang dinilai kurang relevan seharusnya direvitalisasi melalui penguatan kurikulum, pendekatan interdisipliner, serta keterkaitan dengan potensi daerah dan kebudayaan lokal. Hal itu karena orientasi efisiensi berlebihan justru berisiko mempersempit ekosistem keilmuan dan melemahkan peran strategis perguruan tinggi sebagai pusat peradaban.

Untuk itu, Hetifah mendorong evaluasi prodi dilakukan secara berkala dan transparan dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk akademisi, industri, dan asosiasi profesi.

“Jika penyesuaian harus dilakukan, maka wajib disertai masa transisi yang adil, serta perlindungan penuh bagi mahasiswa dan dosen,” ujarnya.

Ilustrasi suasana mahasiswa sedang diskusi di lingkungan kampus - sukabumiheadline.com
Ilustrasi suasana mahasiswa sedang diskusi di lingkungan kampus – sukabumiheadline.com

Untuk informasi, Sekretaris Jenderal Kemendiktisaintek, Badri Munir Sukoco, mengatakan langkah penutupan prodi yang tidak relevan industri bertujuan mengatasi ketidakcocokan antara lulusan perguruan tinggi dan kebutuhan pasar kerja.

“Bapak rektor yang ada di sini semuanya, ada kerelaan, nanti mungkin ada beberapa yang harus kami eksekusi dalam waktu tidak terlalu lama terkait dengan prodi-prodi, perlu kita pilih, kita pilah, dan kalau perlu ditutup untuk bisa meningkatkan relevansi,” kata Badri.

Ia menambahkan, saat ini banyak perguruan tinggi membuka prodi berdasarkan minat pasar jangka pendek, sehingga terjadi kelebihan suplai lulusan di bidang tertentu. Baca selengkapnya: Mahasiswa jurusan kependidikan 490 ribu per tahun, kebutuhan guru hanya 20 ribu

“Akibatnya kelebihan suplai di situ. Saya bisa mengecek juga, misalnya tahun 2028 itu sebenarnya kita kelebihan suplai dokter. Kalau misalnya ini dibiarkan, apalagi terjadi maldistribusi, tidak keseimbangan distribusi di masing-masing daerah,” ucapnya.

Berita Terkait

Prabowo matangkan rencana pendidikan gratis dari PAUD/TK hingga kuliah
LPEM FEB UI: Mahasiswa sains, teknologi, teknik dan matematika kian sulit cari kerja
9 pelajar Sukabumi ikuti Olimpiade Ekonomi Syariah Nasional 2026
Peluang kuliah di Amerika Serikat untuk guru SD/SMP/SMA Sukabumi, daftar online di sini
Daftar universitas swasta terbaik di Indonesia versi QS World University Rankings 2027
Kapten Persib Marc Klok diterima kuliah di Harvard, mengenal HBS
10 jurusan kuliah yang lulusannya jadi pengangguran terselubung
Kisah Asma Wafa Andina, kadet putri mundur dari Unhan RI Karena harus lepas jilbab

Berita Terkait

Jumat, 25 September 2026 - 18:18 WIB

Prabowo matangkan rencana pendidikan gratis dari PAUD/TK hingga kuliah

Selasa, 22 September 2026 - 18:54 WIB

LPEM FEB UI: Mahasiswa sains, teknologi, teknik dan matematika kian sulit cari kerja

Rabu, 16 September 2026 - 23:30 WIB

9 pelajar Sukabumi ikuti Olimpiade Ekonomi Syariah Nasional 2026

Jumat, 11 September 2026 - 18:51 WIB

Peluang kuliah di Amerika Serikat untuk guru SD/SMP/SMA Sukabumi, daftar online di sini

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 23:50 WIB

Daftar universitas swasta terbaik di Indonesia versi QS World University Rankings 2027

Berita Terbaru

Kapolri Jenderal Pol. Suyudi Ario Seto - Ilustrasi sukabumiheadline.com

Khazanah

Profil lengkap Kapolri Jenderal Pol. Suyudi Ario Seto

Kamis, 1 Okt 2026 - 16:00 WIB

Neng Susilawati - Ist

Khazanah

Mengenal 5 pelukis asal Sukabumi dan prestasinya

Kamis, 1 Okt 2026 - 06:12 WIB