Mahasiswa jurusan kependidikan 490 ribu per tahun, kebutuhan guru hanya 20 ribu

- Redaksi

Selasa, 28 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi guru sedang mengajar di kelas - sukabumiheadline.com

Ilustrasi guru sedang mengajar di kelas - sukabumiheadline.com

sukabumiheadline.com – DPR RI menilai transformasi program studi (prodi) lebih tepat dibanding penutupan massal di tengah upaya pemerintah menyesuaikan lulusan dengan kebutuhan dunia kerja.

Hal itu dikemukakan Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, merespons rencana Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi (Kemendiktisaintek) yang mengusulkan evaluasi hingga penutupan prodi yang dinilai tidak relevan dengan kebutuhan industri.

Untuk informasi, Sekretaris Jenderal Kemendiktisaintek, Badri Munir Sukoco, mengatakan langkah penutupan prodi yang tidak relevan industri bertujuan mengatasi ketidakcocokan antara lulusan perguruan tinggi dan kebutuhan pasar kerja.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Bapak rektor yang ada di sini semuanya, ada kerelaan, nanti mungkin ada beberapa yang harus kami eksekusi dalam waktu tidak terlalu lama terkait dengan prodi-prodi, perlu kita pilih, kita pilah, dan kalau perlu ditutup untuk bisa meningkatkan relevansi,” kata Badri.

Ia menambahkan, saat ini banyak perguruan tinggi membuka prodi berdasarkan minat pasar jangka pendek, sehingga terjadi kelebihan suplai lulusan di bidang tertentu.

“Akibatnya kelebihan suplai di situ. Saya bisa mengecek juga, misalnya tahun 2028 itu sebenarnya kita kelebihan suplai dokter. Kalau misalnya ini dibiarkan, apalagi terjadi maldistribusi, tidak keseimbangan distribusi di masing-masing daerah,” ucapnya.

Kemendiktisaintek juga mencatat jurusan kependidikan meluluskan sekitar 490.000 mahasiswa setiap tahun, sementara kebutuhan guru hanya sekitar 20.000 orang, sehingga berpotensi meningkatkan angka pengangguran terdidik.

Untuk itu, pemerintah mendorong perguruan tinggi menyusun kembali prodi yang relevan dengan kebutuhan masa depan, termasuk melalui kajian bersama Konsorsium Perguruan Tinggi Peduli Kependudukan.

Fokus ke 8 bidang industri stategis

Ilustrasi mahasiswa di Indonesia - sukabumiheadline.com
Ilustrasi mahasiswa di Indonesia – sukabumiheadline.com

Kemdiktisaintek akan menutup sejumlah prodi yang tidak relevan dengan kebutuhan industri strategis nasional. Adapun fokus industri Indonesia saat ini bertumpu pada delapan bidang, yakni kesehatan, ketahanan pangan, digitalisasi, hilirisasi, pertahanan, material maju dan manufaktur, energi, dan maritim.

“Yang kedua, ada strategi market driving yang saya sampaikan tadi, ada 8 industri strategis yang perlu digagas, perlu ditumbuhkan, kalau bisa tumbuhnya tuh di atas 12-15%,” kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemendiktisaintek, Badri Munir Sukoco, dalam Simposium Nasional Kependudukan 2026 dikutip dari YouTube Kemendukbangga, Senin (27/4/2026).

Sementara, Direktur Jenderal (Dirjen) Riset dan Pengembangan (Risbang) Kemdiktisaintek Fauzan Adziman mengatakan 8 sektor prioritas strategis nasional merupakan penggerak utama pertumbuhan ekonomi berbasis sains dan teknologi.

“Sektor penting yaitu 8 prioritas sektor strategis nasional, meliputi energi, pertahanan, digitalisasi–yaitu kecerdasan buatan dan semikonduktor, kemudian hilirisasi, dan industrialisasi, kesehatan, pangan, maritim, material dan manufaktu maju,” kata Fauzan dalam Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2025 di Sasana Budaya Ganesa (Sabuga) ITB, Bandung, 7-9 Agustus 2025, dikutip dari kanal YouTube Kemdiktisaintek.

Strategi ini melibatkan kolaborasi dengan Kementerian Keuangan dan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

“Sehingga terjadi integrasi antara sains dan teknologi dan industri, untuk perekonomian,” kata Fauzan.

Berita Terkait

Daftar SMA negeri dengan Nilai TKA Tertinggi di Jawa Barat, tak satupun dari Sukabumi
5 SMA dari Sukabumi masuk Top 50 SMAS Terbaik di Jawa Barat 2026 menurut TKA
Profil 2 SMA di Sukabumi diubah jadi Sekolah Maung: Sejarah sekolah dan alumni populer
Riset: Dampak sosial dan ekonomi kehadiran Jalan Tol Bocimi bagi warga Sukabumi
Dua SMA di Sukabumi berubah jadi Sekolah Maung, ini daftarnya se-Jawa Barat
Prodi tak relevan industri, DPR: Kampus bukan pabrik calon karyawan
2026, Kota dan Kabupaten Sukabumi bakal punya sekolah unggulan, satu kelas 32 murid
Kini murid taman kanak-kanak dapat dana PIP TK Rp450.000 per tahun

Berita Terkait

Jumat, 15 Mei 2026 - 20:34 WIB

5 SMA dari Sukabumi masuk Top 50 SMAS Terbaik di Jawa Barat 2026 menurut TKA

Senin, 11 Mei 2026 - 10:00 WIB

Profil 2 SMA di Sukabumi diubah jadi Sekolah Maung: Sejarah sekolah dan alumni populer

Senin, 11 Mei 2026 - 00:51 WIB

Riset: Dampak sosial dan ekonomi kehadiran Jalan Tol Bocimi bagi warga Sukabumi

Minggu, 10 Mei 2026 - 13:45 WIB

Dua SMA di Sukabumi berubah jadi Sekolah Maung, ini daftarnya se-Jawa Barat

Selasa, 28 April 2026 - 13:00 WIB

Prodi tak relevan industri, DPR: Kampus bukan pabrik calon karyawan

Berita Terbaru