Profil dan Sejarah PUI, Didirikan Dua Pejuang Kemerdekaan asal Sukabumi

- Redaksi

Jumat, 19 Januari 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KH. Abdul Halim (POI) Majalengka, KH. Ahmad Sanusi (POII) Sukabumi. l Istimewa

KH. Abdul Halim (POI) Majalengka, KH. Ahmad Sanusi (POII) Sukabumi. l Istimewa

sukabumiheadline.com l Persatuan Ummat Islam, disingkat PUI, adalah organisasi massa Islam dari Jawa Barat, yang didirikan pada 21 Desember 1917. Hingga kini, tanggal tersebut diperingati sebagai Hari Lahir PUI. Sedangkan, 5 April 1952 diperingati sebagai Hari Fusi PUI.

Sebagai ormas, PUI merupakan gabungan atau fusi dua organisasi massa Islam, yakni Perikatan Oemmat Islam (POI) dari Majalengka, dan Persatoean Oemmat Islam Indonesia (POII) dari Sukabumi.

Karenanya, tak heran jika terdapat dua pejuang kemerdekaan yang berasal dari Sukabumi di jajaran pendiri organisasi Islam ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Profil PUI

PUI didirikan oleh KH. Abdul Halim (POI) Majalengka, KH. Ahmad Sanusi (POII) Sukabumi. Sedangkan, satu lagi tokoh pejuang asal Sukabumi yang andil dalam pendirian PUI, adalah R. Syamsuddin.

Ormas Islam PUI didirikan dengan tujuan mengembangkan pendidikan, dakwah, sosial, dan dan kegiatan sosial ekonomi melalui koperasi dan usaha pertanian.

Di bidang pendidikan, PUI mengelola berbagai sekolah dari mulai jenjang RA, PAUD, Madrasah Ibtidaiyah, Madrasah Tsanawiyah, Madrasah Aliyah, Sekolah Menengah Kejuruan, hingga perguruan tinggi.

PUI dan Sukabumi 

Kedekatan PUI dengan Sukabumi tidak hanya saat pendirian saja, namun juga hingga kini, sejumlah tokoh asal Sukabumi terus berkhidmat dalam organisasi ini.

Baca Juga :  Masa muda dan silsilah keluarga ulama asal Sukabumi keturunan menak Sunda, KH Dadun Abdulqohhar

Salah satu tokoh asal Sukabumi yang saat ini aktif dalam kepengurusan PUI, adalah Ahmad Heryawan, mantan Gubernur Jawa Barat dua periode.

Meskipun didirikan di Tatar Pasundan, namun PUI memiliki kantor pusat di Jakarta, tepatnya di Jl. Pancoran Barat XI no. 3, Pancoran, Jakarta Selatan.

InCollage 20240119 061337704 scaled
Logo Persatuan Ummat Islam atau PUI. l Istimewa

Sejarah Berdirinya PUI

Pada 20 Rajab 1329 atau 17 Juli 1911, KH. Abdul Halim mendirikan Jam’iyah Hayatul Qulub di Majalengka. Perkumpulan tersebut bergerak dalam bidang dakwah dan pendidikan Islam melalui pendirian madrasah I’anat al-Muallimin serta sosial dan ekonomi melalui koperasi dan usaha pertanian.

Perkumpulan ini sempat berubah nama menjadi Jam’iyah I’anat al-Mutallimin pada 16 Mei 1916, tetapi selama organisasi ini melakukan pengurusan izin ke pemerintah Hindia Belanda, nama organisasi ini berubah lagi menjadi Persyarikatan Ulama melalui gouvernements besluit pada 21 Desember 1917.

Seiring berjalannya waktu, nama organisasi ini berubah lagi menjadi Perikatan Ummat Islam (ejaan van Ophuijsen: Perikatan Oemmat Islam; POI) pada 15 Februari 1943.

Dua puluh tahun setelah pendirian Jam’iyah Hayatul Qulub, organisasi Islam lain didirikan di Jakarta dengan nama al-Ittihadiyatul Islamiyah pada 11 Rajab 1350 atau 21 November 1931.

Organisasi ini didirikan oleh KH. Ahmad Sanusi sebagai tanggapan atas serangan dari Majelis Ahli Sunnah Cilame di Garut yang berhaluan modernis.

Baca Juga :  Pujian antropolog Belanda Martin Van Bruinessen terhadap pemikiran ulama asal Sukabumi KH Ahmad Sanusi

Pusat perkumpulan ini kemudian berpindah ke tempat asal KH. Ahmad Sanusi, Sukabumi, pada 1934. Baca lengkap: Keturunan Rasulullah SAW, 5 Fakta KH Ahmad Sanusi Pahlawan Nasional asal Sukabumi

Nama perhimpunan ini diubah menjadi Persatuan Ummat Islam Indonesia (ejaan van Ophuijsen: Persatoean Oemmat Islam Indonesia; POII) pada 1 Februari 1944.

Tanggal pengesahan Persyarikatan Ulama yaitu 21 Desember 1917 M/ 06 Rabbi’ul Awwal 1336 H kemudian ditetapkan oleh Sidang Majelis Syura PUI sebagai Hari Lahir PUI.

Kemudian, pada 9 Rajab 1371 atau 5 April 1952, POI dan POII bersepakat untuk melakukan fusi organisasi di Bogor dengan nama Persatuan Ummat Islam.

Penggabungan ini merupakan usulan dari Mr. R. Syamsuddin, politikus Masyumi dan mantan anggota BPUPKI yang juga aktif di POII. Baca lengkap: Diabadikan Jadi Nama RS di Kota Sukabumi, Pemikiran dan Perjalanan Hidup R. Syamsudin

Badan Otonom PUI

Seperti halnya Nahdlatul Ulama (NU) yang memiliki Muslimat NU, PUI pun memiliki Wanita Persatuan Umat Islam (Wanita PUI).

Selain itu, PUI juga memiliki organisasi Pelajar PUI, Pemuda PUI, Pemudi PUI, Himpunan Mahasiswa (HIMA) PUI, dan Brigade Intisab.

Berita Terkait

Jutaan bayi lahir di Indonesia pada 2025, Sukabumi berapa?
5 tantangan dan ancaman sektor pertanian di Sukabumi
Kaleidoskop 2025: Jumlah korban tewas bencana alam di Sukabumi dan kerugian materi
5+2 masalah utama sektor pariwisata Sukabumi
Bukan Yongjin atau Yakjin, ini daftar pabrik garmen tertua di Sukabumi
Kaleidoskop 2025: Sederet kasus korupsi di Sukabumi, kades dan kadis terlibat
Kaleidoskop 2025: Catatan peristiwa tawuran pelajar di Sukabumi Januari-Desember
Ini kriteria perusahaan kecil dan besar, jam kerja buruh di Sukabumi menurut Perda No. 4/2002

Berita Terkait

Sabtu, 3 Januari 2026 - 01:25 WIB

Jutaan bayi lahir di Indonesia pada 2025, Sukabumi berapa?

Senin, 29 Desember 2025 - 16:42 WIB

5 tantangan dan ancaman sektor pertanian di Sukabumi

Senin, 29 Desember 2025 - 10:00 WIB

Kaleidoskop 2025: Jumlah korban tewas bencana alam di Sukabumi dan kerugian materi

Sabtu, 27 Desember 2025 - 03:32 WIB

5+2 masalah utama sektor pariwisata Sukabumi

Jumat, 26 Desember 2025 - 00:55 WIB

Bukan Yongjin atau Yakjin, ini daftar pabrik garmen tertua di Sukabumi

Berita Terbaru

Ilustrasi ibu sedang mempersiapkan proses kelahiran bayinya - sukabumiheadline.com

Headline

Jutaan bayi lahir di Indonesia pada 2025, Sukabumi berapa?

Sabtu, 3 Jan 2026 - 01:25 WIB