Rajin Bongkar Praktik Perdukunan, Pesulap Merah Anti Riba

- Redaksi

Sabtu, 6 Agustus 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Marcel Radhival alias Pesulap Merah. l Istimewa

Marcel Radhival alias Pesulap Merah. l Istimewa

SUKABUMIHEADLINE.com l Siapa sangka ternyata Marcel Radhival alias Pesulap Merah seorang yang anti dan menentang praktik riba.

Sosok Marcel menyita perhatian publik beberapa pekan terakhir, setelah aksi Pesulap Merah berhasil membongkar trik perdukunan Gus Samsudin.

Kekinian, video berisi pria yang selalu mengenakan pakaian serba merah itu mengungkapkan kisah pilu perjalanan hidupnya sebelum dirinya banyak dikenal masyarakat viral di media sosial.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam sebuah video viral, ia mengaku jika orang tuanya pernah bangkrut sampai hampir tidur di jalanan. Video tersebut salah satunya diunggah akun TikTok @roli1711.

Dalam video tersebut, Marcel Radhival tenagh diwawancarai Arie Untung dalam acara podcast. Ia menceritakan tentang dirinya yang anti riba, karena melihat orang tuanya sendiri harus bangkrut disebabkan riba.

“Pada saat itu orang tua bangkrut, rumah kejual karena riba. Makanya sampai sekarang saya anti riba, totalitas. Saya mempelajari agama, Allah itu berjanji riba itu pasti dihanguskan,” kata Marcel dalam video dikutip sukabumiheadline.com, Sabtu (6/8/2022).

Marcel mengaku bukti bukti janji Allah SWT berdasarkan pengalaman orangtuanya yang bangkrut karena melakukan praktik riba.

“Saya ngeliat buktinya dari bapak saya. Dari bener-bener, rental mobil dia usahanya, dia purnawirawan polri terus geser usaha jadi rental mobil punya 7 mobil abis. rumah-rumahnya abis, totalitas,” papar Marcel.

“Akhirnya gak punya penghasilan sama sekali, waktu itu saya dari sulap kan sesekali, kek gitu ya itu gak bisa nih menghidupi keluarga. Saya setiap malam itu lari ke atas genting ke tempat jemuran, itu tiap malem saya doa, ya Allah tolong dong kasih kerjaan saya yang bisa menghidupi tapi jadwal sulap bisa diambil juga, saya nangis bener-bener,” tuturnya.

Alhasil, kebangkrutan keluarganya menjadi momen paling menyedihkan karena ia sekeluarga terpaksa menjual rumah dan hampir tidur di jalanan. Hingga saat ini Marcel memilih untuk menghindari riba dan membeli barang yang diinginkan dengan tunai.

“Jadi beneran gaes riba itu bener-bener mungkin di awal keliatan happy ending-nya pasti habis. Makanya saya prinsipnya sekarang kek beli mobil kalau bisa beli cash yang murah-murah mendingan beli cash,” jelas Pesulap Merah.

Berita Terkait

Ternyata ini satu-satunya alasan KAI perluas elektrifikasi jalur KRL hingga Sukabumi
Soal KRL Sukabumi, KAI: Pelanggan KA Pangrango terus meningkat
Giliran Menhub bicara pembangunan jalur KRL Sukabumi dan Cikampek
Berubah lagi, cicilan Kopdes Merah Putih kini dibayar APBN Rp3 miliar per gerai
Sukabumi hasilkan 11 ribu ton, ini 8 cara rawat pohon kakao tua agar berbuah lebat
Bunyi aturan baru, DAU dan Dana Desa bisa digunakan untuk Kopdes Merah Putih
Mulai 6 April 2026, bayar pajak kendaraan di Jabar tak perlu KTP pemilik lama
Daftar kecamatan penghasil jagung di Sukabumi, ratusan ribu ton!

Berita Terkait

Senin, 13 April 2026 - 01:47 WIB

Ternyata ini satu-satunya alasan KAI perluas elektrifikasi jalur KRL hingga Sukabumi

Jumat, 10 April 2026 - 18:57 WIB

Soal KRL Sukabumi, KAI: Pelanggan KA Pangrango terus meningkat

Jumat, 10 April 2026 - 13:39 WIB

Giliran Menhub bicara pembangunan jalur KRL Sukabumi dan Cikampek

Kamis, 9 April 2026 - 17:43 WIB

Berubah lagi, cicilan Kopdes Merah Putih kini dibayar APBN Rp3 miliar per gerai

Kamis, 9 April 2026 - 01:27 WIB

Sukabumi hasilkan 11 ribu ton, ini 8 cara rawat pohon kakao tua agar berbuah lebat

Berita Terbaru

Ilustrasi pejuang kemerdekaan RI - sukabumiheadline.com

Nasional

Survei: 74,9% penduduk Indonesia siap ikut perang bela negara

Senin, 13 Apr 2026 - 07:01 WIB