Sejarah Gereja Sidang Kristus Sukabumi, dari Gudang Senjata hingga Cagar Budaya

- Redaksi

Minggu, 10 Desember 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gereja Sidang Kristus Kota Sukabumi. l Istimewa

Gereja Sidang Kristus Kota Sukabumi. l Istimewa

sukabumiheadline.com l Kota Sukabumi dikenal memiliki banyak bangunan heritage peninggalan era kolonial Belanda. Kota Mochi ini juga merupakan kawasan perkebunan kopi yang pernah dihuni banyak orang Eropa.

Karenanya, dibangun beberapa fasilitas yang mendukung kehadiran orang-orang Eropa di Sukabumi, salah satunya adalah tempat peribadatan yang kini sudah berusia ratusan tahun.

Saat ini, bangunan-bangunan itu tercatat dalam data potensi heritage, situs, dan kebudayaan Kota Sukabumi di bawah Dinas Pendidikan Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata Kota Sukabumi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bangunan heritage tersebut, adalah Masjid Agung Kota Sukabumi, Vihara Widhi Sakti Sukabumi, Balai Kota Sukabumi, dan Gereja Sidang Kristus.

Gereja Sidang Kristus letaknya berdekatan dengan Masjid Agung Kota Sukabumi, merupakan tempat peribadatan umat Kristen Protestan yang didirikan pada masa pra Kemerdekaan Republik Indonesia.

Berita Terkait: Mengenal Kelenteng Vihara Widhi Sakti di Kota Sukabumi, Tempat Ibadah Umat Budha

Selain digunakan untuk tempat beribadah, gereja ini juga digunakan sebagai tempat pertemuan zending Kristen serta pernikahan jemaat.

Namun sayangnya, menurut penelusuran sukabumiheadline.com, pada hari Natal, atau tepatnya dua hari menjelang Lebaran 1421 Hijriyah, bom meledak di gereja ini bersamaan dengan Misa Natal pada Ahad, 24 Desember 2000.

Berita Terkait: Dari Hamparan Padang Rumput Tempat Gembala Sapi Menjadi Masjid Agung Kota Sukabumi

Baca Juga :  Ini alasan BRIN usul Gunung Karang dan Gunung Tangkil Sukabumi jadi cagar budaya dan eco-museum

Padahal, berdirinya Gereja Sidang Kristus yang berdekatan dengan Masjid Agung Kota Sukabumi di Jl. Masjid No.8, Kelurahan Gunungparang, Kecamatan Cikole, menjadi simbol toleransi di Kota Sukabumi hingga kini.

Sejarah Berdirinya Gereja Sidang Kristus Kota Sukabumi

Gereja Sidang Kristus yang dahulunya bernama Gereja Protestan (Protestansche Kerk) kini sudah disahkan sebagai cagar budaya. Gereja itu termasuk bangunan tertua di Kota Sukabumi karena dibangun sejak tahun 1911 atau sudah berusia 112 tahun.

Uniknya, gereja ini merupakan satu-satunya gereja yang memiliki lonceng. Lonceng tersebut dipasang pada tahun 1914 oleh produsen yang sama dengan lonceng yang ada di Katedral Notre Dame Paris, Prancis, tepatnya diproduksi oleh perusahaan Klokkengieterij Eijsbouts asal Asten, Belanda.

Pada awalnya, gereja ini dibangun pemerintahan kolonial Belanda sebagai tempat beribadah kaum Nasrani, agama mayoritas para pendatang Eropa saat itu.

Namun, pada masa pendudukan Jepang tahun 1941-1945, Gereja Sidang Kristus digunakan sebagai gudang senjata. Hal itu berkaitan erat karena lokasinya yang berdekatan dengan markas Kempetai.

Kemudian, setelah Indonesia merdeka hingga saat ini, Gereja Sidang Kristus difungsikan kembali sebagai gereja bagi para jemaah Nasrani dan dikelola Yayasan Gereja Sidang Kristus.

Sebagian besar bangunan Gereja Sidang Kristus terbilang masih asli. Gereja dibangun dengan lantai tinggi, dinding permanen yang masif, pintu dan jendela berukuran besar, juga halaman yang dilengkapi pagar. Sementara, di bagian depan gereja terdapat bangunan tinggi meruncing yang di bagian puncaknya terpasang jam berukuran besar berangka romawi.

Baca Juga :  Ini lho daftar bangunan tertua dan bersejarah di Sukabumi
Gereja Sidang Kristus Kota Sukabumi. l Istimewa
Gereja Sidang Kristus Kota Sukabumi. l Istimewa

Ditetapkan Jadi Cagar Budaya

Kini, setelah menanti bertahun-tahun, akhirnya Gereja Sidang Kristus Kota Sukabumi ditetapkan sebagai bangunan Cagar Budaya karena memiliki banyak keunikan kolonial yang terkategorikan oleh tim sebagai bagian dari cagar budaya yang harus dilestarikan.

Penetapan Gereja Sidang Kristus sebagai cagar budaya melibatkan ahli sejarah, narasumber, Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Provinsi Jawa Barat dan Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kota Sukabumi.

Menurut Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Sukabumi (Disdikbud) Punjul Saeful Hayat, pada akhir tahun 2023 ini terdapat tiga bangunan bersejarah yang akan dijadikan cagar budaya. Ketiga bangunan tersebut adalah Gereja Sidang Kristus, Rutan Bung Hatta-Sjahrir, dan Balai Kota Sukabumi.

“Ini penetapan dulu karena diduga objek cagar budaya. Dulu sudah teridentifikasi 21 kemudian pada tahun ini sesuai target kita akan melakukan sidang penetapan tiga objek yang diduga cagar budaya menjadi cagar budaya,” kata Punjul.

Ditambahkan Punjul, alasan Gereja Sidang Kristus menjadi cagar budaya. Menurutnya, gereja tersebut memiliki nilai sejarah di antaranya memiliki jam menara tertua daripada Jam Gadang, ikon Kota Bukittinggi, Sumatera Barat.

Berita Terkait

Muhammadiyah sudah tentukan 1 Syawal 1447 H
Deretan prangko bertema Sukabumi, dan tips berburu carik antik
Profil Mojtaba Khamenei, kandidat kuat pemimpin baru Iran dan silsilah ke Rasulullah SAW
Profil Ahmed al-Sharaa, Presiden Suriah keturunan Rasulullah SAW?
Profil, pendidikan dan karier politik Ayatollah Alireza Arafi, suksesor Ali Khamenei yang gugur
Sepak terjang dan profil Suster Ika: Biarawati amankan 13 wanita Jawa Barat dari eksploitasi seksual
Hak dan kewajiban ibu tiri menurut Islam, hikmah dari tragedi Nizam asal Sukabumi
Kathellen Sousa, rekan Cristiano Ronaldo mualaf jelang Ramadhan

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 09:18 WIB

Muhammadiyah sudah tentukan 1 Syawal 1447 H

Minggu, 8 Maret 2026 - 15:00 WIB

Deretan prangko bertema Sukabumi, dan tips berburu carik antik

Jumat, 6 Maret 2026 - 22:55 WIB

Profil Mojtaba Khamenei, kandidat kuat pemimpin baru Iran dan silsilah ke Rasulullah SAW

Rabu, 4 Maret 2026 - 20:50 WIB

Profil Ahmed al-Sharaa, Presiden Suriah keturunan Rasulullah SAW?

Senin, 2 Maret 2026 - 11:00 WIB

Profil, pendidikan dan karier politik Ayatollah Alireza Arafi, suksesor Ali Khamenei yang gugur

Berita Terbaru


Notice: Fungsi WP_Styles::add ditulis secara tidak benar. Style dengan penangan "thickbox" telah dimasukkan ke dalam antrian dengan dependensi yang tidak terdaftar: dashicons. Silakan lihat Debugging di WordPress untuk informasi lebih lanjut. (Pesan ini ditambahkan pada versi 6.9.1.) in /home/sukaheadline/htdocs/sukabumiheadline.com/wp-includes/functions.php on line 6131