27.4 C
Sukabumi
Kamis, Juni 13, 2024

Yamaha Zuma 125 meluncur, intip harga dan penampakan detail motor matic trail

sukabumiheadline.com - Yamaha resmi memperkenalkan Zuma 125...

Thrust Defender 125, Motor Matic Maxi Bikin Yamaha XMAX Ketar-ketir, Cek Harganya

sukabumiheadline.com l Thrust Defender 125, diprediksi bakal...

Sejarah Nestle dan Alasan Masuk Daftar Boikot Karena Disebut Dukung Israel

EkonomiSejarah Nestle dan Alasan Masuk Daftar Boikot Karena Disebut Dukung Israel

sukabumiheadline.com l Gerakan boycott, divestment, sanctions (BDS) atau boikot, divestasi, sanksi adalah gerakan kebebasan, keadilan, dan kesetaraan yang dipimpin Palestina. BDS menjunjung tinggi prinsip sederhana bahwa warga Palestina berhak atas hak yang sama seperti umat manusia lainnya.

Situs resmi BDS mengungkapkan delapan produk yang terafiliasi atau mendukung Israel. Sehubungan dengan itu, BDS mengajak memboikot perusahaan Israel dan internasional yang terlibat dalam tindakan pelanggaran hak-hak Palestina.

Salah satu produk atau perusahaan yang menjadi target boikot adalah Nestle yang merupakan perusahaan makanan dan minuman multinasional yang berkantor pusat di Swiss.

Sejarah Berdirinya Nestle 

Nestlé S.A. (/ˈnɛsleɪ, -li, -əl/; atau bahasa Prancis: [nɛsle]) adalah sebuah produsen makanan dan minuman multinasional yang berkantor pusat di Vevey, Vaud, Swiss.

Nestlé dibentuk pada 1905 melalui penggabungan antara Anglo-Swiss Milk Company, yang didirikan pada tahun 1866 oleh George dan Charles Page, dengan Farine Lactée Henri Nestlé, yang didirikan pada 1867 oleh Henri Nestlé.

Nestle
Logo Nestlé S.A.. l Istimewa

Pada dekade 1920-an, Nestlé mulai memproduksi cokelat. Louis Dapples menjabat sebagai CEO perusahaan ini hingga tahun 1937, dan kemudian digantikan oleh Édouard Muller, yang menjabat hingga ia meninggal pada tahun 1948.

Pada saat Perang Dunia II dimulai, laba Nestlé turun dari US$20 juta pada tahun 1938 menjadi US$6 juta pada tahun 1939.[butuh rujukan] Perusahaan ini kemudian mulai mendirikan pabrik di negara berkembang, terutama di Amerika Selatan.

Ironisnya, perang membantu perusahaan ini memperkenalkan produk terbarunya, yakni Nescafé (“Nestlé’s Coffee”), yang kemudian menjadi minuman utama dari militer Amerika Serikat. Jumlah produksi dan penjualan Nestlé pun naik selama perang.

Pasca Perang Dunia II, pada tahun 1947, Nestlé bergabung dengan Maggi, sebuah produsen bumbu dan sup.

Perusahaan ini tumbuh pesat selama Perang Dunia I dan pasca Perang Dunia II, dengan mengembangkan produknya ke luar susu kental manis dan susu formula.

Perusahaan inipun telah melakukan sejumlah akuisisi, antara lain terhadap Crosse & Blackwell pada 1950, Findus (1963), Libby’s (1971), Rowntree Mackintosh (1988), Klim (1998), dan Gerber (2007).

Saat ini, Nestle merupakan produsen makanan dengan pendapatan terbesar di dunia sejak 2014, dan menempati peringkat ke-64 pada daftar Fortune Global 500 2017 dan peringkat ke-33 pada daftar Forbes Global 2000 2016.

Mengutip dari www.nestle.com, produk Nestlé meliputi makanan bayi, makanan kesehatan, air minum dalam kemasan, sereal sarapan, kopi, teh, makanan manis, olahan susu, es krim, makanan beku, pakan, dan makanan ringan.

Sebanyak 29 merek Nestlé menyumbang pendapatan tahunan lebih dari 1 miliar CHF (sekitar US$1,1 miliar), termasuk Nespresso, Nescafé, Kit Kat, Smarties, Nesquik, Stouffer’s, Vittel, dan Maggi. Nestlé memiliki 447 pabrik, beroperasi di 189 negara, dan mempekerjakan sekitar 339.000 orang.

Nestle juga merupakan salah satu pemegang saham utama dari L’Oréal, produsen kosmetik terbesar di dunia.

Namun demikian, Nestle ini juga pernah terlibat dalam sejumlah kontroversi, menghadapi kritik, dan boikot karena pemasarannya atas susu formula sebagai alternatif dari menyusui di negara berkembang, ketergantungannya pada tenaga kerja anak dalam produksi kakao, serta produksi dan promosi air minum dalam kemasan (AMDK).

Nestle
Deretan produk Nestle yang dijual di Indonesia. l Istimewa

Di Indonesia, PT Nestle Indonesia berdiri sejak tahun 1971. Di Indonesia, Nestle mengoperasikan tiga pabrik yaitu Pabrik Kejayan di Jawa Timur untuk mengolah produk susu seperti DANCOW dan BEAR BRAND, Pabrik Panjang di Lampung untuk mengolah kopi instan NESCAFÉ, serta Pabrik Karawang di Jawa Barat untuk memproduksi DANCOW, MILO, dan CERELAC.

Produk-produk PT Nestle Indonesia adalah berupa kembang gula, coklat & snek, kopi, minuman, nutrisi anak dan keluarga, makanan pendamping ASI, sereal sarapan, produk kuliner, minuman siap minum, dan nutrisi kesehatan.

Akuisisi Peran Besar di Israel

Nestle sendiri merupakan perusahaan makanan dan minuman multinasional Swiss yang memiliki 53,8 persen dari produsen makanan Israel terkemuka, Osem. Nestle juga diketahui memiliki beberapa pabrik di Israel.

Namun, pada pertengahan Oktober lalu Nestle mengumumkan menutup sementara pabrik di Israel.

Dikutip dari Reuters, Chief Executive Nestle Mark Schneider, mengatakan perusahaan mengambil kebijakan menutup pabrik karena pertimbangan keamanan.

Aksi Boikot Produk Nestle 

Merebaknya aksi boikot terhadap produk-produk Israel di berbagai penjuru dunia membuat parlemen Turki menghapus produk Nestle dari daftar menu di restoran-restorannya.

Tindakan ini setelah perusahaan tersebut diduga mendukung Israel. Hingga kini Nestle tidak segera menanggapi permintaan komentar.

Parlemen Turki mengatakan keputusan tersebut diambil oleh ketua parlemen Numan Kurtulmus. Tapi dalam pernyataannya parlemen tidak menyebut nama perusahaan. Nama perusahaan diketahui dari sumber yang tidak bersedia diidentifikasi.

Sumber di parlemen Turki mengatakan minuman Coca-Cola dan kopi instan Nestle satu-satunya merek yang dihapuskan dari menu. Sumber tersebut mengatakan keputusan tersebut diambil sebagai tanggapan atas permintaan publik.

Konten Lainnya

Content TAGS

Konten Populer