Seren Taun: Merawat tradisi 447 tahun ala Kasepuhan Ciptamulya

- Redaksi

Minggu, 12 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Seren Taun: Merawat tradisi 447 tahun ala Kasepuhan Ciptamulya - Ist

Seren Taun: Merawat tradisi 447 tahun ala Kasepuhan Ciptamulya - Ist

sukabumiheadline.com – Kasepuhan Ciptamulya menggelar tradisi Seren Taun. Acara yang digelar di Kampung Adat Kasepuhan Ciptamulya, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Ahad (12/7/2026), merupakan yang ke-447 kali.

Tradisi turun-temurun selama 447 tahun tersebut tetap dirawat sebagai ungkapan rasa syukur atas hasil panen sekaligus upaya menjaga warisan budaya leluhur kasepuhan.

Rangkaian Seren Taun diisi dengan berbagai prosesi adat, mulai dari Ampih Pare ka Leuit, saresehan, rengkong, hingga pertunjukan seni tradisional seperti Dog-dog Lojor, hingga Wayang Golek.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain itu, acara juga dimeriahkan dengan seni pertunjukan Jaipongan, Debus, Kidung Buhun, Seni Laes, Tunggulan Lisung, hingga Angklung, selalu saja mengundang wisatawan Nusantara hingga mancanegara untuk datang.

Halnitu karena Seren Taun sudah menjadi identitas budaya masyarakat kasepuhan yang mengandung nilai gotong royong, kebersamaan, dan rasa syukur. Tradisi ini juga memiliki potensi besar sebagai daya tarik wisata budaya yang mampu mengangkat kearifan lokal Cisolok.

Pada kesempatan itu, Sesepuh Adat Kasepuhan Ciptamulya, Abah Hendrik Suhendrik Wijaya, mengungkapkan rasa syukur karena masyarakat adat kembali dapat melaksanakan Seren Taun dengan hasil panen yang dinilai cukup baik tahun ini.

“Saya mengapresiasi dukungan pemerintah, termasuk bantuan pembangunan leuit dari Dinas Ketahanan Pangan untuk tiga kasepuhan di Desa Sirnaresmi,” katanya.

Menurut Abah Hendrik, Seren Taun menjadi momentum untuk mensyukuri hasil panen.

“Seren Taun juga memperkuat kebersamaan masyarakat adat, sekaligus menjaga nilai-nilai budaya agar tetap lestari dan diwariskan kepada generasi mendatang,” pungkasnya.

Berita Terkait

Benarkah keberadaan Nyi Roro Kidul diulas dalam AlQuran?
Mengenal 6 bangunan tertua di Sukabumi, megah dan berkarakter
6 di Sukabumi, ini daftar event unggulan sepanjang Juli 2026 bakal ramaikan Jawa Barat
Merawat warisan leluhur melalui Seren Taun Kasepuhan Girijaya Sukabumi
Terpikat pesona nama Sunda, Issac Jack si bule asal Perancis ubah nama jadi Asep
Gratis! Produk kerajinan keren dipamerkan di Pekan Kerajinan Jawa Barat 2026
Mengenal Kampung Sunda di Bali dan peran Wanita Sukabumi yang merekatkan
Tradisi Iduladha: Dari fashion show domba kurban di Sukabumi hingga mepe kasur

Berita Terkait

Minggu, 12 Juli 2026 - 21:19 WIB

Seren Taun: Merawat tradisi 447 tahun ala Kasepuhan Ciptamulya

Minggu, 12 Juli 2026 - 00:01 WIB

Benarkah keberadaan Nyi Roro Kidul diulas dalam AlQuran?

Minggu, 5 Juli 2026 - 04:30 WIB

Mengenal 6 bangunan tertua di Sukabumi, megah dan berkarakter

Selasa, 30 Juni 2026 - 20:32 WIB

6 di Sukabumi, ini daftar event unggulan sepanjang Juli 2026 bakal ramaikan Jawa Barat

Minggu, 28 Juni 2026 - 21:19 WIB

Merawat warisan leluhur melalui Seren Taun Kasepuhan Girijaya Sukabumi

Berita Terbaru