sukabumiheadline.com – Kasepuhan Girijaya bakal menggelar tradisi Seren Taun di RT 010/004, Desa Girijaya, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, pada 4–5 Juli 2026.
Kegiatan bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan bagian dari sistem nilai yang hidup dan terus dijaga oleh masyarakat adat sebagai bentuk rasa syukur atas hasil bumi. Seren Taun Kasepuhan Girijaya juga digelar sekaligus menjadi momentum penguatan identitas budaya dan adat istiadat Sunda.
Untuk informasi, Kasepuhan Girijaya dikenal sebagai salah satu pusat pelestarian adat dan budaya yang telah mendapatkan pengakuan dari pemerintah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Keberadaan kasepuhan ini mencerminkan kesinambungan antara tradisi leluhur dengan kehidupan masyarakat masa kini, di mana nilai-nilai kearifan lokal tetap dijadikan pedoman dalam menjalani kehidupan sosial dan menjaga keseimbangan dengan alam.
Dalam perspektif kajian budaya, Seren Taun memiliki makna simbolik yang kuat. Ritual ini menjadi media transmisi nilai antar generasi, sekaligus sarana memperkuat kohesi sosial masyarakat adat.
Di tengah derasnya arus modernisasi, eksistensi tradisi seperti ini menjadi penting untuk menjaga identitas lokal agar tidak tergerus perubahan zaman.
Selain itu, pengakuan pemerintah terhadap Kasepuhan Girijaya menunjukkan adanya ruang legal bagi masyarakat adat untuk mempertahankan sistem budaya dan wilayah adatnya.
Ketua Kasepuhan Girijaya, Aa Yana Rosadi menegaskan bahwa pelaksanaan Seren Taun bukan hanya agenda budaya, tetapi juga bentuk komitmen dalam menjaga amanah leluhur.
“Seren Taun adalah warisan yang tidak boleh putus. Ini bukan hanya tentang tradisi, tetapi tentang menjaga keseimbangan antara manusia, alam, dan nilai-nilai yang diwariskan oleh para karuhun,” jelasnya, Ahad (28/6/2026).
“Saya juga berharap kegiatan ini dapat menjadi ruang edukasi bagi generasi muda agar lebih memahami akar budaya mereka sendiri, sekaligus memperkuat sinergi antara masyarakat adat dan pemerintah dalam upaya pelestarian budaya,” lanjut pria yang akrab dipanggil Afek itu.
Dengan digelarnya Seren Taun Kasepuhan Girijaya, diharapkan nilai-nilai kearifan lokal tetap lestari.
“Sekaligus mampu menjadi benteng dalam menghadapi tantangan globalisasi yang semakin kompleks,” pungkasnya.









