Merawat warisan leluhur melalui Seren Taun Kasepuhan Girijaya Sukabumi

- Redaksi

Minggu, 28 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Perayaan Seren Taun di Desa Girijaya, Cidahu, Sukabumi - Ist

Perayaan Seren Taun di Desa Girijaya, Cidahu, Sukabumi - Ist

sukabumiheadline.com – Kasepuhan Girijaya bakal menggelar tradisi Seren Taun di RT 010/004, Desa Girijaya, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, pada 4–5 Juli 2026.

Kegiatan bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan bagian dari sistem nilai yang hidup dan terus dijaga oleh masyarakat adat sebagai bentuk rasa syukur atas hasil bumi. Seren Taun Kasepuhan Girijaya juga digelar sekaligus menjadi momentum penguatan identitas budaya dan adat istiadat Sunda.

Untuk informasi, Kasepuhan Girijaya dikenal sebagai salah satu pusat pelestarian adat dan budaya yang telah mendapatkan pengakuan dari pemerintah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Keberadaan kasepuhan ini mencerminkan kesinambungan antara tradisi leluhur dengan kehidupan masyarakat masa kini, di mana nilai-nilai kearifan lokal tetap dijadikan pedoman dalam menjalani kehidupan sosial dan menjaga keseimbangan dengan alam.

Dalam perspektif kajian budaya, Seren Taun memiliki makna simbolik yang kuat. Ritual ini menjadi media transmisi nilai antar generasi, sekaligus sarana memperkuat kohesi sosial masyarakat adat.

Di tengah derasnya arus modernisasi, eksistensi tradisi seperti ini menjadi penting untuk menjaga identitas lokal agar tidak tergerus perubahan zaman.

Selain itu, pengakuan pemerintah terhadap Kasepuhan Girijaya menunjukkan adanya ruang legal bagi masyarakat adat untuk mempertahankan sistem budaya dan wilayah adatnya.

Ketua Kasepuhan Girijaya, Aa Yana Rosadi menegaskan bahwa pelaksanaan Seren Taun bukan hanya agenda budaya, tetapi juga bentuk komitmen dalam menjaga amanah leluhur.

“Seren Taun adalah warisan yang tidak boleh putus. Ini bukan hanya tentang tradisi, tetapi tentang menjaga keseimbangan antara manusia, alam, dan nilai-nilai yang diwariskan oleh para karuhun,” jelasnya, Ahad (28/6/2026).

“Saya juga berharap kegiatan ini dapat menjadi ruang edukasi bagi generasi muda agar lebih memahami akar budaya mereka sendiri, sekaligus memperkuat sinergi antara masyarakat adat dan pemerintah dalam upaya pelestarian budaya,” lanjut pria yang akrab dipanggil Afek itu.

Dengan digelarnya Seren Taun Kasepuhan Girijaya, diharapkan nilai-nilai kearifan lokal tetap lestari.

“Sekaligus mampu menjadi benteng dalam menghadapi tantangan globalisasi yang semakin kompleks,” pungkasnya.

Berita Terkait

5 mitos terpopuler di Sukabumi, pedoman moral sekaligus identitas budaya
2 Oktober Hari Batik Nasional: Mengenal 7 sanggar batik di Sukabumi
5 tradisi zaman dulu yang perlahan ditinggalkan wanita Sukabumi
Menelusuri cerita Gatotkaca singgah di Purabaya Sukabumi
Kala penyair legendaris Taufiq Ismail baca puisi di Sukabumi
3 di Sukabumi, September ada puluhan event wisata dan budaya Jawa Barat
Dua mojang Sukabumi catatkan prestasi, daftar lengkap pemenang Moka Jawa Barat 2026
5 fakta Jipeng Sukabumi: Seni tradisional Jawa Barat diciptakan era pra kemerdekaan

Berita Terkait

Minggu, 4 Oktober 2026 - 06:44 WIB

5 mitos terpopuler di Sukabumi, pedoman moral sekaligus identitas budaya

Jumat, 2 Oktober 2026 - 19:47 WIB

2 Oktober Hari Batik Nasional: Mengenal 7 sanggar batik di Sukabumi

Jumat, 18 September 2026 - 19:42 WIB

5 tradisi zaman dulu yang perlahan ditinggalkan wanita Sukabumi

Kamis, 17 September 2026 - 15:53 WIB

Menelusuri cerita Gatotkaca singgah di Purabaya Sukabumi

Minggu, 13 September 2026 - 21:42 WIB

Kala penyair legendaris Taufiq Ismail baca puisi di Sukabumi

Berita Terbaru

Bandara Riyadh diserang, Kemenlu minta WNI di Arab Saudi waspada - CNN

Internasional

Bandara Riyadh diserang, Kemenlu minta WNI di Arab Saudi waspada

Minggu, 11 Okt 2026 - 11:00 WIB