SUKABUMIHEADLINE.com l Polemik utang Pilgub DKI 2017 terus bergulir. Anies Baswedan disebut memiliki utang kepada Sandiaga untuk logistik pemenangan enam tahun lalu. Nilainya ditaksir mencapai Rp50 miliar.
Sementara, kubu Anies menilai dalam perjanjian tersebut, utang dianggap lunas jika Anies-Sandi menang Pilgub DKI 2017.
“Tapi perjanjian dikata kalau pilkadanya menang utang-piutang selesai dan dianggap sebagai perjuangan bersama,” tegas Sudirman Said, tim pemenangan Bakal Capres dari NasDem, Anies Baswedan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Senada Sudirman, mantan tim TGUPP, Anies Baswedan, Tatak Ujiyati tak mau ketinggalan. Menurut dia, hal wajar antar kandidat melakukan sumbangan biaya kampanye. Termasuk para relawan yang banyak juga menyumbang untuk kemenangan tim.
“Jangankan Pak Sandi sebagai kandidat, relawan saja rela kok dulu berkontribusi menyumbang biaya kampanye untuk Anies-Sandi. Seadanya, semampunya, tentu. Semata demi harapan kehidupan politik Jakarta yang lebih baik. So penjelasan Pak Sudirman Said ini lebih masuk akal daripada Erwin Aksa,” tegas dia.
Inkonsistensi Sandiaga Uno
Sedangkan, Sandiaga yang awalnya mengungkap perjanjian tersebut mendadak menolak kembali mengungkit. Dia menolak kembali berkomentar tentang hal tersebut. Padahal, awalnya, Sandi yang menghembuskan kabar tersebut.
“Saya baca dulu, belum bisa kasih statement,” singkat Sandiaga, Senin (6/2/2023).
Open Donasi
Tak cuma dari kubu pendukung, kontra Anies Baswedan pun ramai mencibir. Termasuk mengkampanyekan open donasi untuk Anies Baswedan agar mampu melunasi utangnya kepada Sandiaga.