SUKABUMIHEADLINES.com I Salju turun menyelimuti area perbukitan dan pegunungan di wilayah Tabuk, Arab Saudi sejak Sabtu (1/1/2022) pagi waktu setempat. Hal itu terjadi disebut akibat terjadi penurunan suhu udara sangat drastis di wilayah tersebut.
Dikutip dari Arab News, Senin (3/1/2022), di musim dingin, pegunungan di barat laut Arab Saudi itu menjadi tujuan populer bagi orang-orang yang mencari kesenangan dengan salju.
Saat ini, dikabarkan banyak orang pergi ke wilayah yang dekat dengan perbatasan Arab Saudi dan Yordania untuk melihat gurun pasir gurun yang tertutup selimut salju putih.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Di pegunungan Jabal Al-Lawz biasanya tertutup salju saat suhu udara turun drastis. Pada akhirnya, musim dingin dianggap sebagai waktu terindah sepanjang tahun di wilayah tersebut.
“Setiap tahun saya selalu menanti hujan salju di Tabuk agar kami bisa pergi menikmati kabsa (hidangan tradisional Saudi) bibi kami yang dimasak di atas salju. Itu adalah salah satu ritual kami,” kata Faris Al-Harbi, seorang insinyur warga Tabuk, dikutip sukabumiheadlines.com dari Arab News.
Arab Saudi selama ini memang dikenal dengan iklim gurun yang kering. Tetapi, suhu bisa bervariasi dari satu wilayah ke wilayah lainnya karena bentang alamnya yang beragam yang mencakup gunung, pulau, gurun, gua, dan lembah.
Sedangkan salju di Arab Saudi biasanya turun bukan hanya di pegunungan di wilayah Tabuk, tapi juga turun di daerah pegunungan utara Turaif, Arar, dan Rafha.
Penduduk setempat dan pengunjung biasanya rela melakukan perjalanan dari berbagai bagian Kerajaan Arab Saudi untuk menikmati cuaca dingin yang sejuk dan melakukan aktivitas salju, seperti seluncur salju di sana. Sehingga selama musim dingin, kehadiran salju di Tabuk menarik banyak penduduk dan wisatawan.