sukabumiheadline.com – Kakao atau Theobroma cacao adalah tanaman perkebunan tropis yang bijinya merupakan bahan baku utama pembuatan cokelat. Kakao sering disebut “makanan para dewa” karena kandungan antioksidan tinggi, senyawa bioaktif, dan rasanya yang khas.
Produksi kakao rakyat di Kabupaten Sukabumi tercatat sekitar 11,1 ribu ton pada 2024, menjadikannya salah satu komoditas perkebunan di Sukabumi. Namun, tidak tersedia data rinci menurut kecamatan. Adapun total luas kebun kakao di Sukabumi adalah 353,7 hektar.
Meskipun bukan penghasil utama seperti di Sulawesi, perkebunan kakao rakyat tetap ada. Bimbingan teknis peremajaan dan teknologi budidaya kakao telah dilakukan di daerah ini, termasuk di area Jampang Tengah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain Jampang Tengah, menurut data E-PIK Kabupaten Sukabumi, beberapa kecamatan yang menjadi penghasil atau memiliki potensi perkebunan kakao di kabupaten ini antara lain Kecamatan Cikembar, Sukabumi, Kalapanunggal, Cibadak, dan Sukaraja.
Kakao di Sukabumi umumnya dikelola dalam skala perkebunan rakyat, di mana satu kilogram kakao basah mampu menghasilkan 0,4 kg kakao kering.
Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian (Kementan) melakukan bimbingan teknis peremajaan tanaman kakao, perbaikan teknologi, dan pengendalian hama pada 2024 lalu. Baca selengkapnya: Kecamatan penghasil kakao Sukabumi dan 11 kabupaten produsen cemilan para dewa di Jawa Barat
8 cara rawat pohon kakao tua agar berbuah lebat

Banyak orang mengira bahwa pohon kakao yang sudah tua tidak lagi dapat menghasilkan panen yang maksimal. Padahal, dengan menerapkan cara merawat pohon kakao yang sudah tua secara tepat, pohon kakao yang telah berumur tetap memiliki potensi besar untuk terus berproduksi secara optimal.
Seiring bertambahnya usia, pohon kakao memang akan menghadapi berbagai tantangan, seperti pertumbuhan yang melambat, cabang yang kurang produktif, hingga penurunan kualitas buah. Kondisi ini bukan berarti pohon harus dibiarkan begitu saja.
Melalui artikel ini, Anda akan menemukan berbagai cara merawat pohon kakao yang sudah tua agar tetap subur dan berbuah lebat. Dengan menerapkan langkah-langkah yang tepat, diharapkan Anda dapat meningkatkan produktivitas tanaman sekaligus memperoleh hasil panen yang lebih berkualitas.
Sebelum memulai cara merawat pohon kakao yang sudah tua, Anda harus tahu bahwa pohon kakao umumnya mulai berbuah pada usia 3–4 tahun setelah tanam, dan memasuki masa produktif optimal pada umur sekitar 5 hingga 15 tahun. Pada rentang usia ini, tanaman mampu menghasilkan buah dalam jumlah yang stabil dengan kualitas biji yang baik, asalkan didukung dengan perawatan yang tepat.
Setelah melewati usia 20 tahun, produktivitas pohon kakao biasanya mulai menurun secara bertahap. Namun, hal ini bukan berarti tanaman tidak lagi menghasilkan. Dengan menerapkan cara merawat pohon kakao yang sudah tua secara tepat, pohon kakao tetap dapat berbuah dan memberikan hasil panen yang cukup optimal.
Perawatan pohon kakao yang sudah tua harus dilakukan secara khusus agar produktivitasnya tetap terjaga dan tidak menurun drastis. Karena itu, ikutilah cara merawat pohon kakao yang sudah tua agar tetap subur dan berbuah lebat berikut ini.
1. Pemangkasan Rutin
Pemangkasan menjadi langkah penting dalam cara merawat pohon kakao yang sudah tua. Pemangkasan kakao sebaiknya dilakukan setelah masa panen selesai untuk merangsang pertumbuhan tunas baru dan pembentukan bunga berikutnya. Selain itu, pemangkasan juga dapat dilakukan kapan saja jika ditemukan cabang yang mati, sakit, atau terserang hama agar tidak mengganggu kesehatan tanaman.
Idealnya, pemangkasan pada pohon kakao dapat dilakukan pada awal musim hujan karena kondisi tanah cukup lembap sehingga tanaman lebih cepat pulih dan tumbuh kembali. Namun, hindari pemangkasan saat musim kemarau ekstrem agar tanaman tidak mengalami stres berlebihan.
2. Pemupukan yang Tepat dan Berimbang
Pohon kakao tua membutuhkan asupan nutrisi yang cukup untuk mempertahankan produktivitasnya.
3. Pengendalian Hama dan Penyakit
Tanaman kakao yang sudah tua lebih rentan terhadap serangan hama dan penyakit. Jika Anda menemukan gejala serangan hama atau penyakit, segera lakukan penanganan dengan metode yang sesuai, baik secara mekanis, hayati, maupun menggunakan pestisida yang aman. Lingkungan kebun yang bersih juga dapat membantu menekan perkembangan hama dan penyakit.
4. Pengelolaan Tanah dan Drainase
Kondisi tanah yang baik sangat berpengaruh terhadap kesehatan pohon kakao. Karena itu, pastikan tanah memiliki drainase yang baik agar tidak terjadi genangan air yang dapat merusak akar. Anda juga bisa melakukan penggemburan tanah di sekitar perakaran untuk meningkatkan aerasi dan penyerapan nutrisi. Penambahan bahan organik secara berkala juga dapat membantu menjaga struktur tanah tetap subur.
5. Penyiangan dan Pengendalian Gulma
Gulma yang tumbuh di sekitar pohon kakao dapat menjadi pesaing dalam menyerap nutrisi dan air. Oleh karena itu, lakukan penyiangan secara rutin agar kebutuhan nutrisi tanaman kakao tidak terganggu. Selain itu, gulma yang dibiarkan juga dapat menjadi tempat berkembangnya hama dan penyakit.
6. Peremajaan Tanaman (Rehabilitasi)
Jika kondisi pohon sudah terlalu tua dan produktivitasnya sangat menurun, Anda dapat melakukan peremajaan dengan teknik sambung pucuk atau okulasi. Cara ini bertujuan untuk mengganti bagian tanaman yang sudah tidak produktif dengan varietas unggul sehingga produksi buah dapat meningkat kembali tanpa harus menanam dari awal.
7. Pemberian Naungan yang Tepat
Pohon kakao membutuhkan naungan, terutama untuk menjaga kelembapan dan mengurangi stres akibat sinar matahari berlebih. Namun, pada pohon tua, naungan perlu diatur agar tidak terlalu rapat sehingga tetap mendapatkan cahaya yang cukup untuk proses fotosintesis.
8. Penyiraman dan Manajemen Air
Meskipun kakao termasuk tanaman yang tahan terhadap kondisi tertentu, ketersediaan air tetap penting. Pastikan pohon mendapatkan cukup air, terutama saat musim kemarau, agar tidak mengalami stres yang dapat menurunkan produksi buah kakao.









