sukabumiheadline.com – Ancaman megathrust mengancam sejumlah wilayah di pesisir Selatan Jawa Barat. Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman.
Ia meminta hal ini menjadi perhatian serius. Terutama mengenai pentingnya kesiapan menghadapi gempa bumi dan megathrust. Baca selengkapnya: Bukan isapan jempol, megathrust dan tsunami pernah 10 kali terjadi di pantai Selatan Jawa
Dalam rilisnya, Herman Suryatman menyampaikan, hal tersebut memerlukan perhatian khusus, terutama dalam upaya mitigasi bencana.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Herman menyebut, ada lima kabupaten yang berpotensi terdampak bencana megathrust di Jawa Barat, yakni Sukabumi Pangandaran, Tasikmalaya, Garut dan Cianjur.

Baca juga:
Kita semua berharap tidak ada kejadian bencana, tetapi kita harus mempersiapkan diri menghadapi segala kemungkinan,” ujar Herman, dikutip Jumat (4/10/2024).
Untuk itu, Herman menekankan perlunya konsolidasi di antara pemerintah daerah, terutama di kawasan Cekungan Bandung.
“Kami meminta agar dilakukan geladi lapangan terkait bencana, mengingat Bandung memiliki potensi bencana yang cukup besar, apalagi jika megathrust terjadi dan memantik pergerakan sesar Lembang,” papar Herman.

Herman juga meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di seluruh wilayah Jawa Barat segera melakukan simulasi bencana.
“Saya sudah menginstruksikan kepada kepala BPBD agar dalam waktu tiga bulan ke depan, paling lambat Desember 2024, dilaksanakan simulasi bencana, baik itu geladi posko, simulasi administrasi, koordinasi, hingga gladi lapangan,” tegas Herman.
Baca Juga: Waspada Palabuhanratu Sukabumi, ini 5 wilayah terdampak gempa megathrust prediksi BMKG
Rapat koordinasi tersebut dihadiri oleh para sekretaris daerah dan kepala BPBD se-Jawa Barat, membahas juga ancaman bencana, khususnya gempa, tapi juga termasuk bencana hidrometeorologi seperti banjir, cuaca ekstrem, gelombang ekstrem, abrasi, dan tanah longsor.
Dengan simulasi dan koordinasi yang baik, diharapkan seluruh pihak terkait siap menghadapi berbagai kemungkinan yang terjadi di masa mendatang, khususnya dalam menjaga keselamatan warga Jawa Barat.