Survei: Ridwan Kamil bakal jadi orang Sunda kedua jadi Gubernur Jakarta?

- Redaksi

Minggu, 29 September 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ridwan Kamil - Ridwan Kamil

Ridwan Kamil - Ridwan Kamil

sukabumiheadline.com – Pasangan Ridwan Kamil dan Suswono masih memimpin dalam survei elektabilitas calon gubernur (cagub) dan calon wakil gubernur (cawagub) yang berlaga di Pilkada Jakarta 2024. Sementara kedua pasangan pesaingnya, Dharma Pongrekun-Kun Wardhana dan Pramono Anung-Rano berada di posisi ketiga dan kedua.

Lembaga Survei Indonesia (LSI) dalam rilis pada Rabu 18 September 2024, mengungkap pasangan Ridwan Kamil-Suswono (RIDO) memiliki elektabilitas paling tinggi.

Orang Sunda kedua jadi Gubernur Jakarta

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Jika hasil survei tidak banyak berubah, maka Ridwan Kamil dipastikan akan menjadi warga Sunda kedua yang memimpin Jakarta. Sebelumnya, Jakarta juga pernah dipimpin gubernur dari Sunda dan hingga kini namanya selalu dikenang sebagai sosok yang membawa banyak perubahan pada masanya.

Gubernur Jakarta pertama dari Sunda, adalah Ali Sadikin. Pria kelahiran Sumedang pada 7 Juli 1926, itu memimpin Jakarta selama 11 tahun, yakni sejak 1966 hingga 1977.

Ali Sadikin, Gubernur DKI Jakarta 1966-1977
Ali Sadikin, Gubernur DKI Jakarta 1966-1977 – Istimewa

Ali Sadikin meninggal dunia pada 20 Mei 2008 di Singapura. Ia menikah dengan Linda Syamsudin Mangan dan memiliki tiga orang putra, Boy Sadikin, Benyamin Irwansyah Putra dan Irawan Hernadi Sadikin.

Hasil survei LSI

LSI melakukan survei menggunakan metode multistage dengan toleransi kesalahan (margin of error)±2.9% pada tingkat kepercayaan 95%, dengan asumsi simple random sampling. Sampel berasal dari seluruh Kota Administratif di Provinsi Daerah Khusus Jakarta yang terdistribusi secara proporsional.

Sampel sebanyak 1.200 orang. Teknik pengambilan jawaban dengan melakukan wawancara tatap muka.

Sebelum masuk ke elektabilitas pasangan calon, survei ini menampilkan hasil simulasi tiga nama kandidat calon gubernur. Hasilnya, Ridwan Kamil (RK) mendapat 53,9%, Pramono Anung 20,8%, dan Dharma Pongrekun 3,3%.

Baca Juga :  Jarang Bicara, Tetiba Wapres Sindir Ridwan Kamil: Sibuk Nyapres, Jawa Barat Gak Keurus

“Ketika sendiri, Ridwan Kamil dipilih oleh 53,9%, kemudian ketika dipasangkan sebagai pasangan, Ridwan Kamil-Suswono itu kurang, tidak terlalu berubah ada 51,8%. Yang menarik, ketika Pramono Anung digabungkan, suara Pramono Anung tadi yang kalau sendiri hanya mendapat 20%, ketika digabungkan dengan Rano Karno itu menjadi 28,4%,” ujar Direktur Eksekutif LSI Djayadi Hanan.

“Jadi kita melihat di sini ada pengaruh cukup besar dari Rani Karno sebagai cawagub dari Pramono Anung,” tambah Djayadi.

“Dharma Pongrekun sama seperti sebelumnya yang milih sekitar 3,2%, ketika dipasangkan, jumlah yang mengaku golput menjadi berkurang, demikian juga yang menyatakan tidak tahu/tidak jawab,” imbuhnya.

Setelah mendapatkan elektabilitas calon gubernur, responden ditanya mengenai elektabilitas pasangan calon gubernur. Responden diberi pertanyaan:

Kalau pemilihan langsung Gubernur Daerah Khusus Jakarta diadakan hari ini, siapa yang akan Ibu/Bapak pilih di antara pasangan nama berikut?

Hasilnya:

  • Ridwan Kamil-Suswono: 51,8%
  • Pramono Anung-Rano Karno: 28,4%
  • Dharma Pongrekun dan Kun Wardana: 3,2%
  • Tidak ikut memilih (golput): 3,9%
  • Tidak tahu/tidak jawab: 12,8%.

Meski begitu, Djayadi mengatakan hasil ini masih cair. Sebab, dalam survei ini, kata Djayadi, 64% responden menyatakan belum yakin dengan pilihannya.

Jika Pilkada dilaksanakan ketika survei dilakukan, Ridwan Kamil sudah melewati batas 50% lebih yang dipersyaratkan untuk dinyatakan sebagai gubernur terpilih di Jakarta, namun jika melihat data di awal, ada 64% pemilih baru akan memutuskan pilihannya pada hari H pencoblosan. Karenanya, pilihan masih bersifat cair.

Survei Poltracking 

Poltracking Indonesia juga merilis survei elektabilitas cagub-cawagub di Pilkada Jakarta. Pasangan Ridwan Kamil-Suswono unggul dengan elektabilitas 47,5 persen. Survei dilakukan 9 hingga 15 September 2024. Populasi survei merupakan warga Jakarta dengan jumlah responden 1.200.

Baca Juga :  UAS Saja Tersenyum, Sejak Dibuka Sudah 7.000 AlQuran Hilang di Masjid Al Jabbar

Metode survei multistage random sampling dengan margin of error +/- 2,9% pada tingkat kepercayaan 95%. Sistem pengambilan survei melakukan wawancara tatap muka.

Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia, Hanta Yuda AR awalnya menyampaikan elektabilitas cagub tanpa pasangan. Berikut hasilnya:

  • Ridwan Kamil 48,9%
  • Pramono Anung 22,1%
  • Dharma Pongrekun 4,1%
  • Tidak Tahu 24,9%

Sementara untuk survei elektabilitas cawagub Jakarta. Hasilnya, Rano Karno unggul:

  • Suswono 27,6%
  • Rano Karno 37,6%
  • Kun Wardana 4,8%
  • Tidak Tahu 30%

Responden lalu ditanya soal paslon yang akan dipilih jika Pilkada Jakarta digelar hari ini?

  • Ridwan Kamil-Suswono 47,5%
  • Pramono Anung-Rano Karno 31,5%
  • Dharma Pongrekun-Kun Wardana 5,1%
  • Tidak Tahu persen 15,9%

Hanta Yuda mengatakan selisih RK-Suswono dengan Pramono-Rano Karno masih kompetitif. Hal itu dikarenakan belum ada paslon yang memenuhi syarat 50 persen plus satu.

“Selisihnya persis 16 persen, angka ini jauh kalau Pilkadanya seminggu lagi, tipis selisihnya kalau Pilkadanya masih jauh 2 bulan, fluktuatif masih mungkin, ini selisih tidak tinggi, hampir kompetitif. Tinggal apakah bisa melampaui 50 persen plus 1,” ujar Hanta Yuda.

Hanta Yuda juga bicara peluang Pilkada Jakarta berlangsung dua putaran. Dia mengatakan Pilkada Jakarta bisa dua putaran jika tren elektabilitas RK dan Pramono sama-sama mengalami penurunan.

Jika calon independen yang naik maka akan berpeluang dua putaran. Kalau ternyata pertumbuhan pada independen ini stuck di 5 persen, kemudian di antara 2 pasangan memiliki selisih maka pasti 1 putaran.

“Kalau misalnya Dharma-Kun naik sampai 2 dijit, kemudian Ridwan Kamil dan Pramono selisihnya makin tak jauh, maka putaran dua terbuka lebar,” jelasnya.

Berita Terkait

Sosiolog UI ajak hukum partai politik yang berkhianat, bisu dan tuli terhadap suara rakyat
Didirikan Anies Baswedan, ini susunan pengurus Ormas Gerakan Rakyat
Profil, agama dan biodata Andreas, pengusaha jadi Wakil Bupati Sukabumi
Temuan tulang belulang manusia gegerkan warga Pabuaran Sukabumi, begini wujudnya
MK tolak gugatan Iyos-Zainul, Asep Japar-Andreas sah Cabup/Cawabup Sukabumi terpilih
PHPU Bupati Sukabumi, di MK Iyos-Zainul ungkit dugaan penggelembungan suara 469 TPS
Cabup/Cawabup Sukabumi terpilih Asep Japar-Andreas batal dilantik 6 Februari 2025
Kenali 50 Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi 2024-2029 menurut dapil, asal parpol dan suara

Berita Terkait

Sabtu, 29 Maret 2025 - 13:00 WIB

Sosiolog UI ajak hukum partai politik yang berkhianat, bisu dan tuli terhadap suara rakyat

Jumat, 28 Februari 2025 - 18:42 WIB

Didirikan Anies Baswedan, ini susunan pengurus Ormas Gerakan Rakyat

Sabtu, 22 Februari 2025 - 00:55 WIB

Profil, agama dan biodata Andreas, pengusaha jadi Wakil Bupati Sukabumi

Minggu, 9 Februari 2025 - 21:26 WIB

Temuan tulang belulang manusia gegerkan warga Pabuaran Sukabumi, begini wujudnya

Kamis, 6 Februari 2025 - 00:01 WIB

MK tolak gugatan Iyos-Zainul, Asep Japar-Andreas sah Cabup/Cawabup Sukabumi terpilih

Berita Terbaru