Teganya pengusaha di Sukabumi ini, LPG 3 Kg untuk warga miskin malah dioplos buat orang kaya

- Redaksi

Rabu, 11 Desember 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Teganya pengusaha di Sukabumi ini, LPG 3 Kg untuk warga miskin malah dioplos buat orang kaya - Polres Sukabumi Kota

Teganya pengusaha di Sukabumi ini, LPG 3 Kg untuk warga miskin malah dioplos buat orang kaya - Polres Sukabumi Kota

sukabumiheadline.com – Sebuah operasi besar-besaran digelar oleh Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Sukabumi Kota, yang berhasil menggerebek dua lokasi tertutup yang diduga digunakan untuk praktik ilegal pengoplosan gas bersubsidi di Kampung Cikujang, Desa Gunungguruh, Kecamatan Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi, pada Selasa (10/12/2024) siang.

Dalam penggerebekan tersebut, petugas berhasil menemukan sejumlah barang bukti yang mengejutkan, termasuk ratusan tabung gas kosong berbagai ukuran, regulator khusus, hingga peralatan yang digunakan untuk menyuntikkan gas bersubsidi ke dalam tabung gas non subsidi.

Kasat Reskrim Polres Sukabumi Kota, AKP Bagus Panuntun, dalam keterangannya kepada awak media mengungkapkan bahwa di dua lokasi tersebut, pihaknya berhasil mengamankan ratusan tabung gas kosong dari berbagai ukuran.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Alhamdulillah, hari ini kami berhasil menggerebek dua lokasi gudang di Kampung Cikujang, Desa Gunungguruh. Kami berhasil menyita 353 tabung gas kosong ukuran 3 kg, 130 tabung gas kosong ukuran 12 kg, serta tabung gas kosong ukuran 50 kg dan 5,5 kg,” ujar Bagus.

Selain tabung gas kosong, petugas juga menemukan sejumlah peralatan yang digunakan dalam aktivitas ilegal tersebut, antara lain 11 tabung gas berisi ukuran 12 kg, 30 regulator khusus untuk mengisi gas, 12 pasang sarung tangan hitam, serta berbagai peralatan lainnya, termasuk dua unit mobil pickup dan dua unit kulkas.

Tidak hanya itu, petugas juga menemukan satu kantong plastik yang berisi segel tabung gas warna kuning yang digunakan untuk menandai tabung gas bersubsidi.

Namun, meski berhasil menyita berbagai barang bukti, penggerebekan ini juga mengungkapkan fakta yang mengejutkan. AKP Bagus menyebutkan bahwa saat penggerebekan dilakukan, kedua lokasi tersebut dalam keadaan kosong.

“Kami sudah melakukan pengecekan dan pemasangan police line di kedua lokasi. Namun, saat penggerebekan, kami mendapati gudang-gudang tersebut sudah kosong. Diduga, pelaku-pelaku utama sudah melarikan diri sebelum kami datang,” tambahnya.

Meskipun demikian, pihak kepolisian tetap melakukan pengejaran terhadap para pelaku dan berharap dapat segera menangkap mereka.

Modus yang digunakan oleh para pelaku terungkap melalui penyelidikan di lapangan. Menurut AKP Bagus, para pelaku mengoplos gas bersubsidi (3 kg) ke dalam tabung gas non subsidi (12 kg) yang kemudian dijual dengan harga yang jauh lebih tinggi.

“Modus operandi yang mereka lakukan adalah dengan menyuntikkan gas bersubsidi dari tabung 3 kg ke dalam tabung gas industri ukuran 12 kg, dan kemudian menjualnya dengan harga gas industri,” jelas Bagus.

Penyalahgunaan gas bersubsidi ini, menurut informasi yang diperoleh, sudah berlangsung selama tiga hingga enam bulan terakhir.

“Menurut keterangan masyarakat sekitar, mereka sudah beroperasi selama tiga bulan, namun gudang ini sendiri sudah berdiri lebih dari setahun. Meski kami belum dapat memastikan dengan pasti berapa lama mereka beroperasi, kami perkirakan praktik ini sudah berlangsung antara tiga hingga enam bulan,” ungkapnya.

Sebagai bagian dari penyelidikan, pihak kepolisian juga bekerja sama dengan masyarakat setempat, termasuk kepala desa (Kades), ketua RT, serta warga sekitar yang memberikan informasi yang sangat berguna dan kooperatif.

“Kami sangat berterima kasih kepada masyarakat, termasuk Pak Kades dan Pak RT, yang telah membantu dan memberikan informasi berharga dalam mengungkap praktik pengoplosan gas ini. Tanpa bantuan mereka, kami tidak akan bisa mengungkap kasus ini dengan cepat,” ungkap Bagus.

Dengan penggerebekan ini, Polres Sukabumi Kota berharap dapat memberikan efek jera terhadap para pelaku yang mencoba memanipulasi distribusi gas bersubsidi demi keuntungan pribadi. Polisi juga terus berupaya mengejar pelaku yang melarikan diri dan memastikan agar kasus ini dapat diselesaikan dengan baik.

Pihak kepolisian menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk tetap waspada terhadap praktik serupa yang dapat merugikan banyak pihak, terutama dalam hal penyalahgunaan bahan bakar bersubsidi yang seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat miskin.

Berita Terkait

Tinjau Tol Bocimi Seksi 3, Korlantas Polri: Arus balik lancar, ingat bahaya microsleep
Pantai Ujunggenteng Sukabumi makan korban, ayah dan anak tewas terseret ombak, satu hilang
Macet siang malam Exit Toll Bocimi Seksi 2 Parungkuda Sukabumi didominasi kendaraan luar daerah
Innalillahi, remaja Cidahu Sukabumi tewas tenggelam terseret ombak pantai
1 tewas, 2 remaja Parungkuda terseret arus Pantai Karangnaya Sukabumi
Nekad manjat dinding RS Altha Medika Sukabumi, 4 pria asal Cianjur curi kabel dan AC
Volume kendaraan di Exit Toll Bocimi Seksi 3 tertinggi, belasan travel gelap ditindak
Sepasang pemudik tujuan Kalapanunggal jadi korban begal di Bojonggenteng Sukabumi

Berita Terkait

Senin, 23 Maret 2026 - 21:44 WIB

Pantai Ujunggenteng Sukabumi makan korban, ayah dan anak tewas terseret ombak, satu hilang

Senin, 23 Maret 2026 - 14:23 WIB

Macet siang malam Exit Toll Bocimi Seksi 2 Parungkuda Sukabumi didominasi kendaraan luar daerah

Minggu, 22 Maret 2026 - 20:38 WIB

Innalillahi, remaja Cidahu Sukabumi tewas tenggelam terseret ombak pantai

Minggu, 22 Maret 2026 - 19:45 WIB

1 tewas, 2 remaja Parungkuda terseret arus Pantai Karangnaya Sukabumi

Sabtu, 21 Maret 2026 - 01:28 WIB

Nekad manjat dinding RS Altha Medika Sukabumi, 4 pria asal Cianjur curi kabel dan AC

Berita Terbaru

Suzuki Y43 - Maruti Suzuki

Otomotif

SUV kompak dari Suzuki, mesin 1.200 cc, dijual Rp90 jutaan

Rabu, 25 Mar 2026 - 04:00 WIB