Kasus Tangan Buruh Putus Terkesan Ditutupi, Ini Dalih PT ADJ Bojonggenteng Sukabumi

- Redaksi

Rabu, 21 Februari 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jajaran Disnakertrans dan Satreskrim Polres Sukabumi mendatangi PT ADJ. l Istimewa

Jajaran Disnakertrans dan Satreskrim Polres Sukabumi mendatangi PT ADJ. l Istimewa

sukanumiheadline.com l Jajaran Polres Sukabumi menyatroni PT Aneka Dasuib Jaya (ADJ) yang beralamat di Jalan Raya Pakuwon Km 5, RT 001/001, Desa Cibodas, Kecamatan Bojonggenteng, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Selasa (20/2/2024).

Pasca kecelakaan kerja yang mengakibatkan karyawan harus relakan tangan kanannya putus, jajaran Satreskrim Polres Sukabumi mendatangi PT ADJ.

Kedatangan Satreskrim Polres Sukabumi yang dipimpin langsung Kasatreskrim Polres Sukabumi AKP Ali Jupri. Pihak Kepolisian secara tegas akan mengambil langkah dimulai dari mengumpulkan keterangan hingga pemanggilan saksi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kita akan mengambil langkah tegas mengenai kejadian ini, walaupun masih pendalaman namun faktanya benar terlah terjadi kecelakaan kerja hingga tangan kanan korban putus,” terang Ali.

Ali memastikan, pihak Kepolisian dari Polres Sukabumi pada langkah berikutnya akan segera melakukan pemeriksaan beberapa saksi dari pihak perusahaan untuk diminta keterangan.

“Kita hari ini baru melakukan olah TKP. Selanjutnya kita akan periksa semua saksi, apa betul ada kelalaian perusahaan yang tidak sesuai dengan Undang-undang ketenagakerjaan atau seperti apa, tunggu saja nanti,” tegas Ali.

Disinggung soal keterlambatan laporan, Ali sangat menyesalkan. Sebab, kejadian diketahui pada Selasa (13/02/2024) dan baru ramai pada Senin (20/02/2024) kemarin. Hal ini menaruh kecurigaan lebih mendalam pihak kepolisian.

“Nah ini yang jadi pertanyaan kami, kenapa perusahaan lambat melapor apa memang mau disembunyikan? Tentu dalam hal ini kami akan dalami sehingga kasus tersebut benar-benar terbuka dan korban mendapat hak-haknya dari perusahaan, terlebih apakah pihak perusahaan melakukan K3S nya atau tidak,” pungkasnya.

Juita, gadis Bojonggenteng, Sukabumi mengalami kecelakaan kerja yang membuat tangannya putus. l Anry Wijaya
Juita, gadis Bojonggenteng, Sukabumi mengalami kecelakaan kerja yang membuat tangannya putus. l Anry Wijaya

Manajemen PT ADJ Bantah Tutupi Kasus Juita

Pada hari yang sama, Selasa, jajaran Disnakertrans Kabupaten Sukabumi, Pengawas Ketenagakerjaan Jawa Barat, serta Forkopimcam Bojonggenteng, juga mendatangi PT ADJ.

Kepada Disnakertrans Kabupaten Sukabumi, Kepala Kantor PT Aneka Dasuib Jaya, Rama Agustian mengaku, jika keterlambatan informasi yang harus di sampaikan bukan atas kesengajaan ditutup-tutupi, melainkan mendahulukan penanganan korban.

“Pada saat kejadian kami pihak perusahaan fokus penanganan korban yang langsung dilarikan ke RS hingga dini hari, setelah pulang kami langsung berkoordinasi dengan pihak Desa dan kemungkinan baru hari kemarin tersampaikan kepada pemerintahan yang lain,” kilahnya.

Rama menambahkan, adapun soal rencana pemanggilan dari pihak kepolisian, dirinya pun turut membenarkan, namun belum tau kapan dan siapa-siapanya. Sementara saat disinggung soal tanggungjawab kepada korban, ia memastikan sudah menempuh jalur itu.

“Sejauh ini, penanggulangan dan penanganan dari perusahaan terhadap korban sudah dilakukan bahkan sudah membicarakan langsung kepada pihak keluarganya. Dari mulai siap menanggung biaya pengobatan hingga dinyatakan sembuh, memberikan santunan sebesar 50 juta Rupiah,” jelas Rama.

“Pihak perusahaan juga berjanji akan memberikan tangan buatan atau palsu dengan harapan bisa membantu melaksanakan kegiatan sehari-hari. Termasuk kami akan mengangkat korban sebagai karyawan tetap,” tutup Rama.

Sebelumnya, Juita (19) gadis asal Kampung/Desa Bojonggaling RT 004/002, Kecamatan Bojonggenteng ini harus rela kehilangan tangan kanannya akibat terjepit mesin saat bekerja. Baca lengkap: Juita Malang, Tangan Gadis Bojonggenteng Sukabumi Putus Saat Kerja di Pabrik

Berita Terkait

Kurun September-Oktober 2026 ada 86 kebakaran hutan di Sukabumi, sebagian karena iseng
DPRD Kabupaten Sukabumi minta DPTR naik kelas jadi A, tapi jangan sekadar berubah
Jual jaket ojol kurang Rp30 ribu, dua pria Sukabumi saling bacok
Penjual ratusan botol miras di Cibadak, Parungkuda, Nagrak, dan Cikembar disikat Polres Sukabumi
5 wisatawan asal Bekasi tenggelam di Pantai Cibuaya Sukabumi
DPRD Kabupaten Sukabumi minta Perumda AMTJM setor PAD Rp20 miliar
Sukabumi satu dari 10 daerah dengan jumlah lansia terbanyak, pengertian dan kriteria lanjut usia
Pria Gunungpuyuh dan Cikole Sukabumi jadi TO, terancam 20 tahun penjara

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 19:00 WIB

Kurun September-Oktober 2026 ada 86 kebakaran hutan di Sukabumi, sebagian karena iseng

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:00 WIB

DPRD Kabupaten Sukabumi minta DPTR naik kelas jadi A, tapi jangan sekadar berubah

Selasa, 13 Oktober 2026 - 15:00 WIB

Jual jaket ojol kurang Rp30 ribu, dua pria Sukabumi saling bacok

Senin, 12 Oktober 2026 - 19:00 WIB

Penjual ratusan botol miras di Cibadak, Parungkuda, Nagrak, dan Cikembar disikat Polres Sukabumi

Minggu, 11 Oktober 2026 - 16:00 WIB

5 wisatawan asal Bekasi tenggelam di Pantai Cibuaya Sukabumi

Berita Terbaru

Presiden RI, Prabowo Subianto - Ilustrasi sukabumiheadline.com

Nasional

4 wamen dan 3 kepala badan baru dilantik Prabowo

Kamis, 15 Okt 2026 - 17:00 WIB

Ilustrasi BJB STADION GBLA - Repro sukabumiheadline.com

Olahraga

BJB Stadion GBLA, nama baru home base Persib

Kamis, 15 Okt 2026 - 08:00 WIB