Tessa Wijaya, kisah karier Wanita Sukabumi sebelum dirikan Xendit bernilai Rp14 triliun

- Redaksi

Selasa, 23 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tessa Wijaya pendiri Xendit - Ilustrasi sukabumiheadline.com

Tessa Wijaya pendiri Xendit - Ilustrasi sukabumiheadline.com

sukabumiheadline.com – Tessa Wijaya adalah Chief Operating Officer (COO) dan salah satu Pendiri Xendit. Ia bertanggung jawab atas keseluruhan operasional bisnis perusahaan, termasuk layanan dan dukungan, kemitraan, hubungan pemerintah dan masyarakat, serta kepatuhan.

Tessa adalah Wanita Sukabumi yang inspiratif setelah sukses mendirikan perusahaan financial technology (fintech) Xendit, salah satu gerbang pembayaran atau payment gateway untuk berbagai usaha. Baca selengkapnya: Biodata, karier dan suami Tessa Wijaya, Wanita Sukabumi pendiri unicorn Xendit bernilai Rp14 triliun

Tessa sendiri lahir di Kota Sukabumi, Jawa Barat, pada 21 September 1981, dari keluarga yang inspiratif. Neneknya sempat menjadi tulang punggung keluarga yang memberikan teladan ketekunan kepada Tessa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tessa menghabiskan masa kecil di Sukabumi, sebelum kemudian memutuskan pindah ke Jakarta ketika usianya masih 9 Tahun. Ia kemudian mengenyam pendidikan di sekolah milik Yayasan Katolik Tarakanita, di Jl. Kapten Tendean, Jakarta Selatan.

Selanjutnya, Tessa mengenyam pendidikan S1 di luar negeri. Ia kuliah di Syracuse University, New York, Amerika Serikat, Jurusan Filsafat Politik (1999-2003). Kemudian, ia melanjutkan studi S2 di University of Sydney, Australia, Jurusan Filsafat Politik (2004-2006).

Berita Terkait: Tessa Wijaya, Wanita Sukabumi Jadi Bos Fintech Terbaik ke-4 Top 100 Asia-Pacific Women-Powered

Riwayat karier Tessa Wijaya 

Tessa Wijaya
Tessa Wijaya, Wanita Sukabumi pendiri unicorn Xendit – @tessawijaya

Karier Tessa dimulai dengan bekerja di berbagai perusahaan. Ia pun sempat dipercaya menjadi Senior Analyst di PT Principia Management Group pada tahun 2010 sampai dengan 2012.

Kemudian, dari Juli hingga November 2012, Tessa bekerja sebagai Business Development Analyst di Fairways Investment Group. Memasuki tahun 2013, Tessa bekerja di Mizuho Asia Partner, perusahaan investasi di Singapura, sampai tahun 2016.

Barulah di tahun 2016, tepatnya pada bulan September, Tessa bersama rekan lainnya, yakni Moses Lo, Bo Chen, dan Juan Gonzales, mulai membangun Xendit untuk mengubah proses pembayaran dan peredaran uang di lingkup bisnis Indonesia. Dalam hal ini, Xendit berkembang sebagai perusahaan rintisan atau startup di sektor teknologi finansial (fintech).

Namun, sebelum membangun Xendit, Tessa memiliki karier yang sukses di berbagai perusahaan ekuitas swasta selama 7 tahun, yaitu QUVAT, Fairways, dan Mizuho, ​​sebelum memulai perjalanan baru di bidang teknologi keuangan pada tahun 2015.

Tessa meraih gelar sarjana dari Universitas Syracuse di Amerika Serikat dan gelar master dari Universitas Sydney di Australia. Baca selengkapnya: Jabatan dan Pendidikan Mentereng Mojang Sukabumi Pendiri Unicorn Bernilai Rp14,2 T

Tessa selalu bermimpi menjadi seorang pengusaha dan menyukai beragam tantangan yang harus ia atasi sepanjang perjalanan. Dan sekarang, sebagai salah satu dari sedikit wanita di bidang pembayaran yang terus berkembang, Tessa adalah pendiri startup wanita pertama yang mencapai status unicorn di Indonesia.

Berita Terkait: Mengenal Xendit, payment gateway didirikan mojang Sukabumi bernilai Rp14 triliun

Tentang Standard Chartered

Xendit adalah perusahaan teknologi keuangan yang menyediakan solusi pembayaran dan menyederhanakan proses pembayaran untuk bisnis di Indonesia, Filipina, dan Asia Tenggara, mulai dari UKM dan startup e-commerce hingga perusahaan besar.

Xendit memungkinkan bisnis untuk menerima pembayaran, membayarkan gaji, menjalankan marketplace, dan banyak lagi, pada platform integrasi yang mudah dan didukung oleh layanan pelanggan 24/7.

Di tengah lanskap pembayaran yang terfragmentasi di Asia Tenggara, Xendit memungkinkan bisnis untuk menerima pembayaran dari debit langsung, rekening virtual, kartu kredit dan debit, eWallet, gerai ritel, dan cicilan online.

Dengan membangun infrastruktur pembayaran digital di kawasan ini, Xendit membentuk generasi bisnis yang dapat berkembang di seluruh Asia Tenggara.

Xendit mendorong transformasi digital di kawasan ini dengan mengatasi kebutuhan akses, keandalan, dan regulasi untuk memungkinkan lebih banyak bisnis berkembang dan maju.

Sebagai startup Indonesia pertama yang lulus dari YCombinator dan didukung oleh investor global dan perusahaan modal ventura di kawasan ini, Xendit mendukung beberapa merek dengan pertumbuhan tercepat di Asia Tenggara, termasuk Traveloka, Transferwise, Wish, dan Grab.

Berita Terkait

Ekonom beri tips agar tak jatuh miskin di usia senja, cegah sandwich generation
Jual saham Aman Resorts, konglomerat asal Sukabumi ini bukan lagi raja hotel dunia
Kisah Yuyum, “Kartini” dari Sukabumi kuliahkan anak dari ternak domba
Miliarder pemilik klub Liga Serie-A Como FC asal Indonesia meninggal dunia
Bukan gratis, Kopdes Merah Putih harus kredit mobil India ke bank jaminan Dana Desa
Daftar raja minimarket di Indonesia, nomor 5 asal Sukabumi
Siapa pemilik Aman Group? Adrian Zecha, raja hotel dunia asal Sukabumi turun tahta
Memahami filosofi “Aman” Adrian Zecha, raja hotel dunia asal Sukabumi mengubah persepsi

Berita Terkait

Selasa, 23 Juni 2026 - 23:50 WIB

Tessa Wijaya, kisah karier Wanita Sukabumi sebelum dirikan Xendit bernilai Rp14 triliun

Selasa, 16 Juni 2026 - 12:13 WIB

Ekonom beri tips agar tak jatuh miskin di usia senja, cegah sandwich generation

Jumat, 1 Mei 2026 - 20:38 WIB

Jual saham Aman Resorts, konglomerat asal Sukabumi ini bukan lagi raja hotel dunia

Selasa, 21 April 2026 - 15:14 WIB

Kisah Yuyum, “Kartini” dari Sukabumi kuliahkan anak dari ternak domba

Jumat, 20 Maret 2026 - 22:36 WIB

Miliarder pemilik klub Liga Serie-A Como FC asal Indonesia meninggal dunia

Berita Terbaru

Ilustrasi ojek online atau ojol - sukabumiheadline.com

Regulasi

Mulai 1 Juli Grab dan Gojek resmi hanya tarik komisi 8%

Selasa, 23 Jun 2026 - 17:47 WIB