sukabumiheadline.com – Sebuah drone pengintai milik Angkatan Laut Amerika Serikat (AS), MQ-4C Triton, dilaporkan hilang di kawasan Selat Hormuz. Pesawat tanpa awak dengan harga 200 juta dollar AS atau sekira Rp3.500 miliar atau setara Rp3,5 triliun tersebut menghilang dari radar sesaat setelah mengirimkan sinyal darurat dalam penerbangan.
MQ-4C Triton sendiri dikenal sebagai salah satu alat utama sistem pertahanan (alutsista) termahal milik AS. Hingga saat ini, belum dapat dipastikan apakah drone tersebut jatuh akibat kendala teknis atau ditembak jatuh oleh pihak lain.
”Penghancur Bunker” GBU-57 dan Siluman B-2 Artikel Kompas.id Baca juga: Drone Murah Terra Drone Bakal Jadi Perisai Baru Negara Teluk Kronologi hilangnya MQ-4C Triton Dilansir NDTV, Jumat (10/4/2026), drone tersebut baru saja menyelesaikan misi pengintaian selama tiga jam di atas Teluk Persia dan Selat Hormuz.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pesawat tanpa awak itu terpantau sedang dalam perjalanan kembali menuju pangkalannya di Naval Air Station Sigonella, Italia. Data dari situs pelacak penerbangan, Flightradar24, menunjukkan bahwa drone sempat berbelok sedikit ke arah wilayah Iran sesaat sebelum mengirimkan kode 7700 alias sinyal darurat.
Segera setelah sinyal tersebut dikirim, MQ-4C Triton terpantau kehilangan ketinggian secara drastis sebelum akhirnya hilang sepenuhnya dari sistem pelacakan.
Insiden ini terjadi selang dua hari setelah AS dan Iran menyepakati gencatan senjata pada Rabu (8/4/2026).
Fungsi MQ-4C Triton MQ-4C Triton bukan sekadar drone biasa. Dengan nilai investasi mencapai lebih dari 200 juta dollar AS per unit, pesawat nirawak ini merupakan pilar utama Komando Pusat AS alias Central Command (Centcom) untuk wilayah Teluk.
Berbeda dengan pesawat tradisional, Triton dirancang untuk pengintaian strategis jangka panjang di titik-titik krusial. Fungsi utama dari drone ini adalah melakukan pengintaian maritim skala besar secara terus-menerus.
Sering kali, MQ-4C Triton bertindak sebagai “mata” di ketinggian bagi pesawat patroli P-8A Poseidon.
MQ-4C Triton juga merupakan satu-satunya pesawat maritim otonom kategori High Altitude Long Endurance (HALE) yang mampu beroperasi di atas 50.000 kaki.
Di samping itu, drone ini juga dapat terbang selama lebih dari 24 jam dengan jangkauan mencapai 7.400 mil laut. Hingga 2025, Angkatan Laut AS tercatat mengoperasikan 20 unit MQ-4C Triton, dengan rencana penambahan tujuh unit lagi di masa mendatang.









